Seorang remaja melompat di kawasan Cek Dam Koto Tuo, Padang, Sumatera Barat, Senin (12/4/2021). Warga menjalankan tradisi Balimau, atau mensucikan diri menjelang memasuki satu Ramadhan dengan mandi bersama keluarga dan kerabat di sungai. | ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Cahaya Ramadhan

14 Apr 2021, 08:42 WIB

Makna Pembersihan Diri di Balik Tradisi Balimau

Balimau merupakan tradisi mandi di pemandian atau tepian sungai sehari menjelang 1 Ramadhan.

OLEH FEBRIAN FACHRI

Ada begitu banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) setiap tahunnya saat memasuki Ramadhan. Salah satu yang populer, yaitu tradisi Balimau. 

Balimau merupakan tradisi mandi di pemandian atau tepian sungai sehari menjelang 1 Ramadhan. Ada juga versi lain yang menyebutkan Balimau adalah aktivitas silaturahim dan saling bermaafan. Tujuannya, agar diri menjadi bersih dan suci saat menjalani bulan suci Ramadhan.

Masyarakat Nagari Kampung Pinang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, menjalani Balimau pada Senin (12/4). Seluruh elemen masyarakat baik unsur niniak mamak, pemerintah nagari, alim ulama, dan tokoh masyarakat berkumpul di masjid. Kaum ibu membawa jamba, dengan cara berjalan bersama-sama menuju lokasi kegiatan.

“Dahulunya jelang Ramadhan, nenek moyang di Kampuang Pinang selalu melakukan kegiatan balimau, yaitunya bersilaturahim, berdoa, dan makan bersama di masjid,” kata ketua panitia pelaksana, Zommi Dt Nan Labiah.

Menurut Zommi, banyak nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut. Dalam ajaran agama, sebelum memasuki Ramadan sesama Muslim wajib menyucikan diri dan hati. Tentunya, dengan saling bermaaf-maafan, baik sesama keluarga maupun tetangga.

Di tengah pandemi Covid-19, penyelenggaraan Balimau tahun ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Ada pemeriksaan suhu tubuh, menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Hal serupa juga dilaksanakan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Tradisi Balimau di sana di antaranya dilaksanakan di Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Acara diawali dengan arak-arakan bundo kanduang membawa baki berisi air limau (jeruk nipis) dari Kantor KAN Painan menuju Pantai Carocok. Air limau yang dicampur bunga melati dan irisan daun pandan ini diambil dengan telapak tangan oleh pejabat dan para ninik mamak. Air kemudian diusapkan ke kening dan kepala masing-masing. 

Tradisi Balimau Paga di Pessel sudah ada sejak lama. Secara lahiriah, maknanya adalah pembersihan diri karena akan memasuki bulan suci Ramadhan. Namun, secara batiniah, Balimau Paga adalah untuk bersilaturahim dan kesempatan untuk saling memaafkan.

"Mari jadikan acara Balimau Paga untuk saling memaafkan sesama manusia dan bertobat kepada Allah SWT atas kesalahan kita pada masa lalu," kata Pj Sekda Pesisir Selatan Emirda Ziswati.

Selain Balimau, ada pula tradisi Maanta Pabukoan. Maanta Pabukoan berarti mengantar menu buat bukaan. 

Tradisi ini sering dilakukan di Nagari Sungayang, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Menurut salah seorang pegiat adat Nagari Sungayang, Harleni, Maanta Pabukoan dilakukan oleh perempuan yang notabene pengantin baru. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemerintah Kota Payakumbuh (pemkopayakumbuh)

Dia mengantarkan menu bukaan ke rumah mertuanya. Biasanya menu bukaan yang dibawa adalah Sari Kaya khas Sungayang lengkap dengan lepat. 

"Maanta Pabukoan tidak hanya kepada mertua kandung saja. Juga untuk para mamak-mamak (paman)," kata Harleni.

Tujuan tradisi ini sebagai bentuk melestarikan dan menjaga hubungan baik antara sang istri dan orang tua suami. Tradisi ini bisanya dilakukan ketika hari besar seperti memasuki bulan suci Ramadan, Idul Fitri dan Idul Adha.

Tradisi Maanta Pabukoan tidak hanya sebatas kunjungan antara menantu ke rumah mertua, tapi ini juga menjadi simbol keakraban kedua belah pihak antara keluarga laki-laki dan perempuan.

Pada acara Maanta Pabukoan, sang menantu tidak datang sendirian, tapi ditemani oleh kedua orang tua serta kerabat dekat lainnya. Hal ini bermakna, selain mempererat hubungan antara menantu dan mertua, juga mempererat hubungan antara besan dan semua keluarga terdekat sang menantu.

 
photo
Dua remaja membaluri rambut mereka dengan shampo saat mandi di kawasan Cek Dam Koto Tuo, Padang, Sumatera Barat, Senin (12/4/2021). Warga menjalankan tradisi Balimau, atau mensucikan diri menjelang memasuki satu Ramadhan dengan mandi bersama keluarga dan kerabat di sungai. - (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
';
×