Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan pedagang saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Selasa (13/4/2021). | Edi Yusuf/Republika
14 Apr 2021, 03:40 WIB

Mendag Minta Produsen Tambah Pasokan Pangan

Perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

BANDUNG -- Harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan di bulan Ramadhan. Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, pihaknya sudah meminta para pemangku kepentingan terkait, termasuk industri untuk menambah pasokan yang lebih banyak dari biasanya. Dengan bertambahnya pasokan, maka kenaikan harga diharapkan bisa ditekan. 

Pada Selasa (13/4), Mendag Lutfi didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau langsung harga dan pasokan kebutuhan pokok di dua pasar di Kota Bandung, yakni di Pasar Kosambi dan Sederhana. Menurut Lutfi, ia langsung terjun ke pasar karena ingin memastikan pasokan dan harga sembako stabil. 

Meski begitu, ia mengakui terjadi kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Ramadhan akibat permintaan yang cukup tinggi. "Tapi saya memastikan bahwa barang pokok dan barang penting tersedia," kata Lutfi kepada wartawan, Selasa (13/4).

Menurut Lutfi, harga barang pokok di Pasar Kosambi yang merupakan pasar premium di tengah kota, secara umum stabil. Namun, ia tak menampik ada bahan pokok yang harganya naik dan turun. Salah satu komoditas yang terpantau mengalami kenaikan adalah minyak goreng. 

Terkait

Lutfi mengatakan, kenaikan itu terjadi karena minyak sawit mentah pada tahun ini harganya 40 persen lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu. 

Oleh karena itu, kata Lutfi, pihaknya akan berkoordinasi dengan industri memastikan adanya suplai yang lebih banyak di bulan Ramadhan ini. "Tapi harganya tidak terlalu naik. Dan ini akan segera kita laksanakan, mudah-mudahan pekan depan bisa kita lihat penurunan harganya," kata. 

Saat melakukan peninjauan di pasar, Lutfi mengaku mendapati bahwa harga cabai merah sudah turun sekitar 20-25 persen dibandingkan pekan lalu. Ia memprediksi harga cabai akan terus turun sesuai dengan masa panen cabai dan bawang. "Jadi mudah-mudahan harga akan terjangkau, stabil, dan akan baik. Mudah-mudahan kita bisa berpuasa Ramadhan dengan tenang karena harga terjangkau," paparnya. 

Lutfi dalam keterangan tertulisnya, mencatat terdapat tiga komoditas yang perlu menjadi perhatian, yakni beras, daging sapi, dan gula. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai potensi kenaikan permintaan pada Ramadhan dan Idul Fitri.

"Kementerian Perdagangan dan dinas provinsi akan terus memantau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium oleh Perum Bulog," kata Lutfi. 

photo
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Pasar Kosambi, Kota Bandung, untuk meninjau harga kebutuhan pokok, Selasa (13/4/2021). Mendag akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah komuditas kebutuhan pokok selama Ramadhan agar tetap terjaga stoknya dan stabil hargannya. - (Edi Yusuf/Republika)

Untuk daging sapi, Lutfi mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk segera memobilisasi sapi daerah sentra produksi ke daerah sentra konsumsi, seperti wilayah Jabodetabek dan Aceh.

Adapun pada komoditas gula, Kemendag bakal berkoordinasi dengan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk membahas pendistribusian gula, khususnya ke wilayah Indonesia Timur dan Aceh. "Koordinasi tersebut untuk membahas harga jual maksimal dari PT RNI sebesar Rp 10.800/kg sehingga harga di konsumen akhir sesuai harga atas Rp 12.500/kg," kata Lutfi.

Lutfi menegaskan, perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Pada Senin (12/4), pihaknya pun telah mengumpulkan 34 kepala dinas atau yang bertanggung jawab tentang perdagangan untuk memastikan ketersediaan seluruh bahan pokok cukup dan harganya stabil. Menurutnya, ke-34 provinsi telah melaporkan bahwa bahan pokok pangan sudah tersedia dan harganya stabil, terutama beras, gula, cabai, minyak goreng, dan daging sapi.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyatakan, harga komoditas daging ayam dan daging sapi mulai mengalami tren kenaikan. Menurut APPSI, kenaikan harga murni terjadi lantaran tingginya harga beli serta pasokan yang terbatas.

photo
Pedagang daging ayam melayani pembeli di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (12/4/2021). Menjelang bulan Ramadhan, harga pangan mulai merangkak naik, salah satunya daging ayam mengalami kenaikan dari harga Rp 35.000 per ekor menjadi Rp 45 ribu per ekor. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Sekretaris Jenderal APPSI, Ngadiran, mengatakan, kenaikan harga daging ayam mulai terjadi sejak dua pekan lalu. Harga normal yang sebelumnya berkisar Rp 28 ribu-Rp 32 ribu per kilogram terus naik hingga Rp 38-Rp 40 ribu per kg.

"Jadi daging ayam naiknya sangat tinggi. Itu tentu yang disalahkan mesti pedagang pasar. Saya menyatakan tidak, karena pedagang beli dari sumber sudah naik," kata Ngadiran kepada Republika, Selasa (13/4).

Ngadiran mengatakan, hingga saat ini harga daging ayam masih bertengger pada level Rp 40 ribu per kg di tingkat konsumen. Pedagang, kata Ngadiran, hanya mengambil keuntungan berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kg.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat,  rata-rata harga daging ayam ras segar secara nasional per Selasa (13/4)  dihargai Rp 37.800 per kg atau naik 0,4 persen dari hari sebelumnya. Terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.

Berbeda dengan daging ayam, Ngadiran menyebut harga daging sapi segar dalam sepekan terakhir masih normal sebesar Rp 110 ribu per kg. Namun, harga perlahan naik hingga rata-rata Rp 120 ribu per kg.

photo
Seorang pedagang memilih cabai rawit di pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (7/4/2021). Cabai rawit di Gorontalo mengalami kenaikan harga dari Rp 45.000/kg menjadi Rp 90 ribu/kg karena pasokan yang kurang akibat hama wereng serta permintaan yang tinggi dari lokal Gorontalo, Sulawesi Utara hingga Kalimantan. - (Adiwinata Solihin/ANTARAFOTO)

Ia mengatakan, pemerintah telah berjanji untuk menggelontorkan daging sapi beku untuk membantu stabilisasi harga daging dalam negeri. Hal itu semestinya bisa membantu untuk mempenetrasi harga di pasar sehingga fluktuasi tidak tinggi.

"Asosiasi importir daging dengan asosiasi pedagang daging sudah ada perjanjian untuk menyediakan (daging beku). Jadi hendaknya ini dilaksanakan," kata Ngadiran.

Jika daging beku masuk ke pasar, setidaknya bisa dijual dengan harga Rp 90 ribu per kg atau kurang dari itu. "Sekarang silakan lihat saja harga pasar, karena janjinya puasa ini barang itu sudah digelontorkan," ujarnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mendampingi Mendag Lutfi saat meninjau harga bapok di Kota Bandung, menilai, harga berbagai komoditas pokok terpantau relatif stabil. Kendati ada kenaikan harga ayam potong dan minyak goreng, namun kenaikan itu disebut dia masih wajar karena permintaan yang tinggi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kementerian Perdagangan RI (kemendag)

"Harga-harga tetap stabil walaupun ada kenaikan tapi wajar. Tadi kita mengecek hanya satu hingga dua komoditas saja tapi masih relatif aman," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Menurut Emil,  kenaikan harga dirasa masih wajar oleh masyarakat karena ada momentum Ramadhan. "Ukuran kepuasan publik itu kalau ibu-ibu merasa wajar kenaikannya karena Ramadan," katanya.

Namun apabila harga sudah tidak terkendali dan stok minim, ia memastkan Pemprov Jabar bersama Bulog dan pemkab/pemkot akan menggelar operasi pasar. "Kalau mereka sudah menjerit harga mahal saya biasanya suka kontak Bulog gelar operasi pasar," katanya.

 
Harga-harga tetap stabil walaupun ada kenaikan tapi wajar. Tadi kita mengecek hanya satu hingga dua komoditas saja tapi masih relatif aman.
 
 

Di luar Jawa, Gubernur Sumatera Selatan memastikan harga kebutuhan pokok relatif terjangkau pada awal Ramadhan tahun ini karena dibarengi dengan ketersediaan stok pangan."Saya sudah cek di pasar, dan alhamdulillah stok bahan pokok dalam kondisi aman. Yang tak kalah penting harga beras, sayur-mayur dan lainnya tetap terkendali," kata dia, kemarin, 

Dalam pengecekan harga di Pasar KM5 dan Pasar Lemabang, harga sayur mayur mengalami penurunan. Begitu juga dengan beras jenis premium. Kenaikan terjadi pada harga daging, yakni dari Rp 120 ribu menjadi Rp 130 ribu per kg. Menurut dia, kenaikan itu dinilai masih wajar karena pada awal Ramadhan banyak warga yang melaksanakan hajatan untuk menyambut bulan suci tersebut. Harga ayam potong pun mengalami kenaikan dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. 

Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan mengantisipasi lonjakan permintaan kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Hari Widodo mengatakan, lonjakan permintaan diperkirakan tetap terjadi meski secara volume tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. 

Kondisi ini karena masih berlangsungnya pandemi Covid-19 dan adanya larangan mudik dari pemerintah. "Dalam rapat terakhir TPID, kami sudah saling berkoordinasi terutama dengan instansi pemerintah terkait bagaimana memastikan stok pangan ini tersedia," kata Hari.

Sumber : Antara


×