Siswa mengikuti uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMP 1 Jekulo, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (6/4/2021). Sebanyak 108 siswa yang berada di zona hijau Covid-19 mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan men | YUSUF NUGROHO/ANTARA FOTO
09 Apr 2021, 03:30 WIB

Purbalingga Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Purbalingga baru memulai uji coba pembelajaran tatap muka di lima sekolah pada Kamis.

PURBALINGGA -- Pemerintah Kabupaten Purbalingga baru memulai uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di lima sekolah pada Kamis (8/4). Lima sekolah itu termasuk dalam 140 sekolah setingkat SMP, SMA, SMK dan MA di Jawa Tengah yang mulai menggelar simulasi PTM pekan ini. Sebagian besarnya telah mulai pada Senin (5/4).

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan, kelima sekolah tersebut terdiri dari SMP Negeri 1 Purbalingga, MAN Purbalingga, SMK Negeri 2 Purbalingga, SMA Negeri 1 Bobotsari, dan MTs 2 Purbalingga. Tidak ada ujicoba PTM untuk tingkat pendidikan SD. "Lima sekolah itu melaksanakan uji coba PTM (hari ini)," kata Dyah saat meninjau pelaksanaan PTM di SMP Negeri 1 Purbalingga, kemarin.

Menurut Dyah, seluruh protokol kesehatan yang ditetapkan sudah dilaksanakan pihak sekolah dan para siswa. "Kita lihat nanti selama sepekan seperti apa. Kalau protokol kesehatan sudah benar-benar diterapkan dan memang aman, PTM ini tentu akan diperluas ke sekolah-sekolah lain," jelasnya.

Purbalingga telat memulai uji coba karena adanya keputusan Satgas Covid-19 yang meminta seluruh guru di lima sekolah tersebut dites antigen. Bahkan, tes antigen juga dilakukan terhadap para siswa di SMP Negeri 1 Purbalingga dan SMA Negeri 1 Bobotsari. Dari hasil tes tersebut tidak ditemukan guru dan siswa yang reaktif sehingga uji coba PTM bisa dilaksanakan Kamis (8/4).

Terkait

photo
Siswa Kelas IX mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) secara luar jaringan (luring) di SMP Negeri 1 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (8/4/2021). Pemerintah daerah setempat mengizinkan sekolah tingkat SMP menggelar UAS secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, guna mempermudah siswa yang terkendala akses internet saat mengikuti ujian dalam jaringan (daring). - (Makna Zaezar/ANTARA FOTO)

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Purbalingga Runtut Pramono,  dalam ujicoba ini pihaknya hanya menyertakan siswa kelas VIII untuk mengikuti ujicoba PTM. Namun dalam pelaksanaan hari pertama uji coba, siswa yang hadir hanya 101 siswa. "Kami juga sudah membuat kesepakatan dengan orang tua siswa agar bisa setiap hari mengantar jemput anaknya ke sekolah," katanya.

Di Jawa Barat, rata-rata sekolah akan mulai PTM pada Juli. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berencana memberikan izin kepada 2.800 SMK/SMK sederajat. "Kami memberikan dua pilihan terkait penyelenggaraan pendidikan, PTM atau tetap pembelajaran jarak jauh (PJJ), hal tersebut diserahkan pada orang tua siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dedi Supandi, Rabu.

Ia menjelaskan, ada 4.996 sekolah tingkat atas yang mengajukan menyelenggarakan PTM pada Juli. Mereka tengah menyiapkan sarana dan prasarana, termasuk menyediakan perlengkapan seperti masker dan tempat cuci tangan. Namun, pihaknya baru akan mengizinkan 2.800 sekolah tersebut.

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, kebijakan (PTM) akan diputuskan pada rapat terbatas forum pimpinan hari ini, Jumat (9/4). Pihaknya akan memberikan penjelasan secara objektif kepada pimpinan pada rapat terbatas nanti. "Tapi saya optimisme dapat dilakukan (belajar tatap muka)," ujar Ema, kemarin.

Ia mengatakan dari 66 organisasi pemangku kepentingan di sektor pendidikan mayoritas menyetujui terkait rencana tersebut. Sebab, jumlah guru yang sudah divaksinasi Covid-19 sudah mencapai 2.000 orang dari total 33 ribu guru di Kota Bandung. 


×