Memilih router untuk jaringan internet di rumah. | Dok TP Link
26 Mar 2021, 12:53 WIB

Memilih Router, Baiknya Single atau Dual Band?

Hadirnya jaringan internet yang mumpuni di rumah sudah semakin susah ditawar.

Saat ini, hadirnya jaringan internet yang mumpuni di rumah sudah semakin susah ditawar. Rumah memang sudah bukan lagi tempat melepas lelah semata, tapi juga pusat segala aktivitas sehari-hari. 

Namun, sebelum memilih router, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis router yang saat ini tersedia di pasaran. Saat ini, terdapat dua jenis router, yaitu single band dan dual band

Router single band adalah router yang hanya menggunakan satu frekuensi yaitu 2,4 GHz. Sementara router dual band menggunakan dua frekuensi yaitu 2,4 GHz dan 5GHz sekaligus sehingga kinerjanya jauh lebih baik. 

Penggunaan multi band juga membuat router menjadi lebih efisien. Karena, jika single band biasanya cukup untuk aktivitas ringan seperti menjelajah peramban, mengirim surel, dan lainnya, maka dual band bisa memfasilitasi pengguna berpacu dengan streaming video HD dan mengunduh konten dengan kecepatan tinggi. 

Terkait

Router dengan dual band juga bisa menjadi teman para gamer. Karena, mampu menghadirkan audio visual beresolusi tinggi. 

photo
Archer C24 AC750 DualBand Wi-Fi Router - (Dok TP Link)

Dual band router menawarkan dua alternatif frekuensi yaitu 2.4Ghz dan 5GHz. Ini berarti, perangkat akan secara otomatis terhubung ke frekuensi 5GHz ketika beban di jalur frekuensi 2.4GHz meningkat. 

Peningkatan beban biasanya terjadi, ketika semakin banyak perangkat yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi atau melakukan aktivitas daring yang berat seperti streaming video HD atau pun bermain gim daring. Biasanya, router dual band, memang memiliki harga yang lebih tinggi dari harga router single band. 

Namun Archer C24 AC750 DualBand Wi-Fi Router dari TP Link, bisa menjadi pilihan. Karena router dual band ditawarkan dengan harga Rp 200.000-an. “Archer C24 AC750 Dual-Band Wi-Fi Router adalah router dual band dengan fitur lengkap dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan daring sehari-hari,” kata Marketing Manager TP-Link Indonesia, Yoshia.

Menurutnya, perangkat ini, bisa dimanfaatkan untuk streaming video HD dan mengunduh konten dengan kecepatan hingga 433 Mbps (5GHz) dan 300 Mbps (2.4GHz). Selain itu, ada pula empat antena yang menghadirkan Wi-Fi stabil dengan jangkauan luas dan koneksi yang andal, mendukung penjelajahan tanpa buffer dan mengunduh tanpa hambatan.

Untuk para orang tua, router ini juga dilengkapi parental controls untuk memantau dan mengontrol pemakaian internet anak-anak. Ada pula guest network yang menyediakan akses terpisah untuk tamu yang berkunjung dan meningkatkan keamanan jaringan host.

Perhatikan Keamanan 

photo
Ilustrasi penggunaan webcam - (Dok Kaspersky)

Intensitas aktivitas digital selama pandemi, terus meningkat. Hal ini, membuat ancaman keamanan siber juga terasa makin nyata. 

Berdasarkan studi global terhadap 15 ribu orang yang dilakukan oleh Kaspersky, saat ini, hampir seperempat warga maya selalu memberikan izin kepada aplikasi dan layanan untuk mengakses mikrofon atau webcam mereka. Namun, tren ini ternyata diiringi dengan kesadaran keamanan yang cukup tinggi terhadap bahaya webcam secara keseluruhan. 

Hampir enam dari sepuluh responden khawatir bahwa seseorang dapat mengawasi mereka melalui webcam tanpa disadari. Hal ini menunjukkan kemungkinan lebih banyak orang kini telah secara proaktif melindungi teknologi mereka di masa depan saat mulai beradaptasi dengan pekerjaan jarak jauh dan peran aplikasi kolaboratif.

“Tentunya, banyak orang yang tidak langsung memahami protokol keamanan terkait dengan penggunaan webcam dan proses keamanan sibernya. Namun, apa yang kami amati sekarang adalah tren positif yang kuat dari peningkatan kesadaran seputar keamanan daring dan potensi ancaman,” ungkap Marina Titova selaku Head of Consumer Product Marketing di Kaspersky.

 
Kami berharap peningkatan kesadaran keamanan siber akan didukung oleh pelatihan dasar keamanan.
 
 

Hal ini, ia melanjutkan, dapat dilihat pada perilaku konsumen yang lebih proaktif seperti mengambil tindakan pencegahan dan memeriksa izin sebelum memberikan akses video dan mikrofon. “Kami berharap peningkatan kesadaran keamanan siber akan didukung oleh pelatihan dasar keamanan yang diselenggarakan oleh bisnis untuk karyawan mereka. Terutama karena perangkat audio dan video sekarang banyak digunakan untuk pekerjaan jarak jauh,” ujarnya.  

Selama setahun terakhir, ketergantungan pada konferensi video telah menyebabkan pertumbuhan hebat pada aplikasi seperti Microsoft Teams, yang per Juni 2020 tumbuh sebesar 894 persen, dibandingkan dengan penggunaan pada Februari 2020. Hal ini juga menyebabkan kekurangan pasokan webcam hampir di seluruh dunia dengan banyak para pemasok terkemuka melihat adanya peningkatan permintaan yang pesat.

Alat ini juga berfungsi sebagai pengayaan dan fasilitator transisi digital semua orang. Menurut penelitian Kaspersky, 27 persen orang berusia 25-34 tahun selalu mengizinkan akses ke perangkat webcam

Cara terbaik untuk menyeimbangkan kewaspadaan sembari memanfaatkan sarana komunikasi modern, adalah dengan melakukan pertimbangan yang cermat. Misalnya, jika aplikasi panggilan video memiliki izin kamera, pengguna layanan bisa menganggap hal tersebut sebagai permintaan yang wajar.

Namun jika terdapat aplikasi tanpa fungsi relevan meminta akses ke mikrofon tanpa alasan yang dapat dibenarkan, mungkin lebih baik untuk menyelidiki dan mempelajari izin lebih jauh. Untuk lebih menjamin keamanan perangkat yang kita gunakan untuk melakukan aktivitas digital, tak ada salahnya juga menggunakan penutup webcam sederhana untuk memberikan perasaan tenang dan nyaman saat alat tidak digunakan.

 
Kesadaran seputar keamanan daring dan potensi ancaman terus meningkat.
Marina Titova, Head of Consumer Product Marketing di Kaspersky. 
 

 


×