Revolusi Pembayaran | Republika

Inovasi

20 Sep 2019, 17:51 WIB

Revolusi Dunia Pembayaran dengan Teknologi

Setiap produk yang diberi kode QR akan bisa ditelusuri hingga ke asalnya.

Di Hangzhou, Cina, trans fo rmasi digital sudah terjadi da lam banyak aspek kehi dupan. Penggunaan city brain telah mengubah Hangzhou sebagai kota yang lalu lintasnya bersahabat. Peringkat paling macet ke-57 di dunia pun telah dihapuskan berkat transformasi digital.


Transformasi digital termasuk telah merambah pasar tradisional di Hangzhou. Rabu (10/9), Republikaberke sempatan melihat pasar basah Luo Jia Zhuang di Hangzhou, Cina. Pasar Luo Jia Zhuang tak ubahnya pasar modern biasa.


Pasarnya bersih dan berpendingin ruangan. Hal yang berbeda adalah me reka yang belanja di pasar bisa datang cukup dengan memindai kode QR pada barang atau gerai. Lalu, membayarnya secara digital dan kemudian memilih membawanya pulang langsung atau di an tarkan ke rumah lewat layanan jasa antar milik Alibaba Group ele.me.


Director Corporate Affairs Alibaba Group, Dian Safitri, mengatakan, konsep pasar pintar menggunakan kombinasi perangkat lunak dan keras. Tiap warung memiliki terminal yang meng inte gra sikan inventaris luring dan daring.


Termasuk menyediakan pilihan pembayaran, seperti kartu kredit, dompet mobile, seperti Alipay milik Alibaba, atau pembayaran tunai. "Pasar Luo Jia Zhuang juga telah menggunakan big data sejak awal 2018," kata Dian. Manajemen big data membantu memonitor harga jual harian dan penjualan masing-masing produk.


Konsep belanja di pasar basah Luo Jia Zhuang sebenarnya sangat mudah. Jika kita belanja ayam, misalnya, cukup memindai kode QR di produk. Kode QR kemudian akan menampilkan sejumlah data, misalnya, dari mana ayam berasal, kapan ayam dipotong, kapan ayam dikirimkan ke pasar, hingga berbagai pilihan cara memasak ayam.


Setelah kode QR terpindai, pembeli bisa menentukan pilihan cara membayar. Setelah itu, memilih lagi apakah ayam akan langsung dibawa pulang atau dikirim kan melalui jasa layanan antar. "Teknologi membantu transparansi. Pembeli tahu ayamnya kondisinya bagaimana, siapa penjualnya, harganya, bahkan hasil uji kesehatan ayam," kata Dian.


Menurut dia, penggunaan teknologi akan memberikan laporan detail pada tiap produk. Standar ketat keamanan pangan merupakan prioritas utama pengelolaan pasar di Hangzhou. Memasuki 2013, sekitar 92,5 persen dari 136 pasar tradisional Hangzhou menjalani perbaikan. Jumlah investasi untuk perbaikan pasarnya mencapai 35,47 juta dolar Amerika Serikat (AS).

photo
Republika


Level teknologi yang sama juga ditemukan di supermarket milik Alibaba, Freshhippo. Freshhippo adalah nama super market yang diinkubasi Alibaba sejak 2015. Sejak saat itu, seluruh super market Freshhippo mengadopsi operasional berbasis digital. Pengunjung akan mendapatkan pengalaman belanja ritel 3 in 1.


Dian menjelaskan, konsep 3 in 1berarti pengunjung merasakan layanan berbasis teknologi di dalam toko, peng a la man mengonsumsi produk dalam toko, dan pemenuhan pesanan daring. Yang terakhir disebut karena toko juga ber fungsi sebagai gudang. "Freshhippo ini bisa diakses juga secara daring. Pelanggan bisa berbelanja lewat aplikasi, lalu me milih barang dan diantar ke tempat yang mereka tuju. Karena itu, ada gerai Fresh hippo yang 80 persen pembelinya adalah pembelanja daring," kata Dian me ne rangkan.


Penerapan teknologi tidak sebatas menempelkan kode QR pada produk. Analisis data dari belanja pelanggan yang tersimpan di big data dan cloudmenghasilkan produk di rak supermarket bisa berubah tiap hari. "Misalnya, ada hari-hari tertentu berdasarkan analisis diketa hui pisang lebih laris, maka produk pisang akan dijual di rak paling depan," kata Dian.


Penggunaan data memengaruhi pula faktor pengepakan produk. Khusus produk segarnya, bahkan ada produk segar yang hanya akan dijual satu hari dan dibuang esok harinya. Biasanya produk tersebut dijual dalam ukuran kecil 350- 400 gram dan dibungkusnya diberi nama hari di depannya.


Seperti sawi yang kemarin saat Republika lihat hanya dijual pada Kamis dan dibuang sehari setelahnya, demi menjaga kesegaran. Selain itu, layanan antar di Freshhippo melayani pelanggan dalam radius 3 kilometer.


Janjinya, barang akan diantarkan paling lambat setelah 30 menit pesanan dibayar. Saat pesanan tiba melalui aplikasi, petugas memiliki waktu dua menit untuk memilih produk, tujuh menit untuk mengemasnya di gudang, lalu tas be lanjaan siap diantarkan setelah sensor diaktifkan. Setelah pesanan siap, barcode di tas pengantaran akan disesuaikan dengan kode pemesanan. (ed:setyanavidita livikacansera)


×