Hikmah Republika Hari ini | Republika
08 Mar 2021, 03:30 WIB

Empat Nasihat Istimewa

Ada empat nasihat istimewa Rasulullah SAW mengenai kunci sukses hidup di dunia dan di keabadian.

OLEH MUHAMAD YOGA FIRDAUS

Kesuksesan adalah impian setiap insan. Sukses hidup di dunia dan di keabadian. Kesuksesan akan senantiasa mengantarkan kita kepada kebahagiaan.

Setiap insan pun memiliki caranya masing-masing dalam menggapai kesuksesan. Namun, tidak sedikit pula yang sulit menyadari tentang bagaimana cara menggapai kesuksesan.

Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan nasihat istimewa kepada Abu Dzar al-Ghifari, “Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena lautan itu sangatlah dalam. Ambillah bekal yang cukup karena perjalanan itu sangatlah jauh. Ringankanlah beban bawaanmu karena lereng bukit itu sangatlah sulit untuk dilalui. Dan ikhlaslah dalam beramal karena Allah Mahateliti.”

Terkait

Ada empat nasihat istimewa yang disampaikan Rasulullah SAW mengenai kunci sukses hidup di dunia dan di keabadian. Pertama, memperbaharui niat. Sebagai nakhoda, hendaknya memastikan kapal dalam kondisi prima.

Begitupun dengan niat, karena niat merupakan kunci dari setiap amal. Hendaknya kita dapat bersahaja meluruskan niat, menyusun rencana dengan baik, dan meneguhkan langkah kita hanya untuk meraih ridha-Nya.

Allah SWT berfirman, “Dan di antara manusia yang mengorbankan dirinya untuk meraih ridha Allah SWT dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS al-Baqarah: 207). 

Kedua, mempersiapkan amal terbaik. Amal terbaik merupakan bekal terbaik. Bukanlah popularitas, jabatan, istri, harta, dan yang semacamnya. Bagi siapa saja yang tidak cukup bekal untuk di akhirat kelak, mereka akan menyesal.

Maka, hendaknya setiap dari kita mempersiapkan bekal terbaik untuk mendapatkan tempat mulia di keabadian. Allah SWT berfirman, “Dia berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.’” (QS al-Fajr: 24). 

Ketiga, tidak terlena dengan kehidupan di dunia. Makin banyak barang bawaan, akan makin berat pula beban yang akan ditanggung. Hanya di keabadianlah tempat yang sebenar-benarnya, rumah kembali bagi siapa saja yang akan dihisab atas apa yang dimilikinya. Allah SWT berfirman, “Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS al-Hadid: 20). 

Keempat, ikhlas dalam beramal. Hendaknya, setiap dari kita memurnikan segala perbuatan yang kita lakukan hanya untuk meraih ridha Allah SWT. Keikhlasan menjadi komponen penting yang menghiasi setiap amal yang dilakukan. Dengan ikhlas, kita dapat menakar tentang bagaimana amal kita memiliki nilai di hadapan-Nya. (QS az-Zumar: 2).

Nasihat indah sebagai jembatan yang membawa kita pada destinasi utama. Pelatuk dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta. Semoga, Allah senantiasa memberikan pertolongan-Nya sehingga kita dapat menggapai kesuksesan di dunia dan di keabadian kelak. Aamiin. Wallahu a’lam.


×