Pembeli memilih cabai rawit merah di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/3). Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran Kementerian Perdagangan mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. | Prayogi/Republika.
05 Mar 2021, 04:00 WIB

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan

Ketersediaan bahan pangan di daerah perlu dijaga agar harga stabil dan terjangkau masyarakat.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo meminta jajaran Kementerian Perdagangan mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. Jokowi mengingatkan, ketersediaan bahan pokok di daerah perlu dijaga agar harga stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Hal ini, menurut Jokowi, perlu menjadi perhatian lantaran masyarakat masih dihadapkan pada pandemi Covid-19. 

"Perlu saya ingatkan, Ramadhan tinggal 40 hari lagi. Sebulan kemudian Idul Fitri. Siapkan dari sekarang, antisipasi dari sekarang," kata Jokowi dalam Pembukaan Rakernas Kemendag di Istana Negara, Kamis (4/3). 

 
Kemendag akan pastikan ketersediaan stok pangan.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
 

Jokowi mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 perayaan Idul Fitri diperkirakan akan dilaksanakan secara sederhana. Artinya, lonjakan permintaan pada periode Ramadan dan Idul Fitri diperkirakan tidak terjadi seperti waktu normal. Meski begitu, Jokowi tetapi meminta ketersediaan stok dan harga harus tetap stabil di pasar.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, upaya menjaga pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masuk dalam strategi utama kementerian tahun ini. Sebagai imbas dari pandemi, ujarnya, masyarakat perlu stabilitas harga pangan yang bisa dijangkau dan tidak memberatkan ekonomi rumah tangga. 

Terkait

"Kemendag akan pastikan ketersediaan stok pangan, stabilitas harga komoditas pokok, dan penting tetap terjaga terutama memasuki Ramadhan dan Idul Fitri 2021, serta menjaga stabilitas inflasi perdagangan," kata Lutfi. 

Khusus untuk komoditas sapi potong dan daging beku, Kementerian Pertanian menjamin pasokan tersedia jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, terdapat tiga agenda Kementan terkait upaya menjamin ketersediaan daging sapi untuk hari besar keagamaan dan secara berkelanjutan.

Pertama, agenda darurat yakni mempersiapkan ketersediaan sapi potong jelang Ramadhan dan Idul Fitri. "Sesuai arahan Presiden (Jokowi), kita harus melakukan upaya maksimal dalam mengamankan ketersediaan daging ini," kata Syahrul.

 
photo
Pedagang menimbang daging sapi yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2). - (SIGID KURNIAWAN/ANTARA FOTO)

Kedua, lanjut Syahrul, yakni menjaga ketersediaan daging sapi setelah periode Idul Fitri. Sehingga, sapi yang sudah dipotong harus segera digantikan agar ketersediaan sapi tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Karena kita tidak bisa hanya Ramadhan. Kita juga harus bicara sesudah Ramadhan bagaimana keluar masuknya sapi yang harus dilakukan sehingga ketersediaannya dapat kita amankan sekaligus kestabilan harga juga ada," tuturnya.

Untuk strategi yang lebih permanen, Kementan menyiapkan ketersediaan sapi dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan pangan. Langkah itu juga dilakukan agar ketersedian daging tidak perlu tergantung dengan negara lain.

"Oleh karena itu Kementan dan Kemendag harus memiliki kerja sama yang kuat. Tentu saja dengan Kementerian BUMN juga agar kita didukung sektor swasta,” ungkapnya.

 
Kementan dan Kemendag harus memiliki kerja sama yang kuat. Tentu saja dengan Kementerian BUMN juga agar kita didukung sektor swasta.
SYAHRUL YASIN LIMPO
 

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan, permintaan dan kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat mulai melonjak. Kementan pun mulai melakukan pengecekan ketersediaan sapi potong sejak dini.

Nasrullah mencontohkan, stok sapi bakalan di PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) sebagai perusahaan penggemukan sapi (feedloter) pada 28 Februari sebanyak 8.094 ekor. Jumlah sapi siap potong sebanyak 5.091 ekor yang bila dikonversikan menjadi daging sapi sebanyak 1.140,94 ton.

PT TUM memasok sapi siap potong hasil penggemukan untuk memenuhi kebutuhan 30 rumah potong hewan (RPH) di wilayah Banten sebanyak 47,1 persen, Jawa Barat sebanyak 33,1 persen, DKI Jakarta sebanyak 17,4 persen, dan Jawa Tengah sebanyak 2,4 persen.

Pada kondisi normal, feedloter ini memiliki rata-rata pasokan total per bulan 3.500 hingga 4.700 ekor. Sementara, pasokan pada Ramadhan dan Idul Fitri akan meningkat berkisar 150 hingga 200 persen dibandingkan pasokan pada kondisi normal.

"Kami juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relatif cukup aman sampai kebutuhan Lebaran 2021," ujar Nasrullah. 


×