Hikmah Republika Hari ini | Republika
05 Mar 2021, 03:30 WIB

Revitalisasi Amanah

Jika disia-siakan, amanah itu akan menghancurkan.

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Salah satu sifat mulia yang diajarkan Rasul Muhammad SAW selain siddiq (jujur), tabligh (komunikatif), fathanah (cerdas) adalah amanah (tepercaya). Semua dari kita pasti mendapatkan amanah.

Yang berbeda adalah sikap kita terhadap amanah yang dititipkan Allah pada kita. Ada yang pandai menjaganya, tapi tidak sedikit yang lalai.

Secara etimologis, kata “amanah” artinya dapat dipercaya atau tepercaya. Namun, secara terminologis artinya segala hal yang dipertanggungjawabkan kepada seseorang. Baik hak-hak itu milik Allah, manusia kepada manusia, benda, pekerjaan, perkataan, maupun cinta.

Terkait

Saking pentingnya menjaga amanah, sampai Rasul Muhammad memberikan peringatan dalam salah satu hadisnya yang artinya: “Jika suatu urusan, diberikan (diamanahkan) bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (HR Bukhari)

Ini membuktikan, amanah itu sungguh harus dijaga, dipelihara, dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Profesionalitas itu harga mati utk menjalankan setiap amanah yang diberikan. Apalagi, amanah sebagai seorang pemimpin.

Tentu kepercayaan menjadi kunci bagi setiap pengikutnya. Sulit rasanya berharap ada kemajuan di organisasi, lembaga pemerintah, institusi pendidikan ataupun institusi bisnis tanpa mampu menjalankan amanah dengan baik dan benar. 

Mari kita baca ayat Alquran surah al-Anfaal ayat 27: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”.

Dari ayat ini jelas, bahwa Allah melarang keras kepada kita untuk mengkhianati amanah yang diberikan. Padahal, kita tahu, tapi kita tidak melakukannya. Kita tahu, tapi kita menyelewengkannya. Kita tahu, tapi kita mengkhianatinya. Maka, balasannya jelas kehancuran.

Kalau kita dalami isi Alquran, amanah terdiri atas tiga macam. Pertama, amanah dari Allah SWT. Sesuai dengan bunyi Alquran Surah al-Ahzab yang artinya: “Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat lalim dan amat bodoh”.

Kedua, amanah antarmanusia. Di dalam Alquran Surah an-Nisa, ayat 58 Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.”

Ketiga, amanah terhadap diri sendiri. Ini sesuai ayat Alquran Surah at-Tahrim, ayat 6, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Menjalankan amanah itu ciri orang beriman. Demikian juga sebaliknya. Karena itu, jaga baik-baik setiap amanah yang diberikan. Apa pun itu! Jika disia-siakan, amanah itu akan menghancurkan. Wallahu a’lam.


×