Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac ke seorang guru saat vaksinasi massal di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Kamis (25/2/2021). | ANTARA FOTO/Fauzan
26 Feb 2021, 02:56 WIB

Modal Kebangkitan Ekonomi

Progam vaksinasi menjadi modal bagi Indonesia untuk bisa kembali membangkitkan ekonomi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan syarat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melebihi prediksi dari lembaga-lembaga keuangan internasional, yang sebesar 4-5 persen pada 2021. Syarat tersebut, menurut Presiden, sederhana, yakni energi bangsa harus bersatu, harus fokus untuk menangani krisis kesehatan, dan mendongkrak pertumbuhan yang berkualitas.

Ada aura optimistis dari Presiden Jokowi dalam menyampaikan pendapatnya mengenai kemampuan Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi melebihi dari apa yang diperkirakan oleh lembaga-lembaga internasional. Walaupun demikian, Jokowi yang menyampaikan pidato secara virtual di CNBC Indonesia Economy Outlook 2021, Kamis (25/2), sangat yakin bahwa hal itu tidak dapat dicapai dengan mudah.

Seperti kita ketahui, lembaga-lembaga keuangan internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama Pembangunan Ekonomi Dunia (OECD), telah memprediksi bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 4-5 persen pada tahun ini. Tahun 2020, ekonomi Indonesia terkontraksi hingga minus 2,07 persen akibat tekanan pandemi Covid-19.

 

Terkait

 
Di antara negara-negara ASEAN, koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu bukan yang terburuk. 
NAMA TOKOH
 

Di antara negara-negara ASEAN, koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu bukan yang terburuk. Filipina, misalnya, pertumbuhan ekonominya minus 9,5 persen, Singapura minus 5,8 persen, Malaysia minus 5,6 persen, dan Thailand terkoreksi 6,1 persen. Satu-satunya negara ASEAN yang pertumbuhan ekonominya tidak minus pada 2020 adalah Vietnam, yang tumbuh di angka sekitar 2,8 persen.

Modal Indonesia untuk cepat bangkit dari resesi ekonomi di antara negara ASEAN karena Indonesia termasuk negara yang terdepan dalam program vaksinasi. Saat di berbagai negara dunia masih berkutat mengenai cara mengatasi wabah virus korona dengan berbagai langkah pembatasan pergerakan orang, Indonesia sudah berjibaku untuk memperoleh vaksin dari sejumlah negara. Tidak hanya di ASEAN, negara kita terdepan dalam hal vaksin. Dibandingkan negara maju pun, Indonesia termasuk yang paling maju dalam program vaksinasi.

Progam vaksinasi menjadi modal bagi Indonesia untuk bisa kembali membangkitkan ekonomi. Karena dengan vaksinasi, masyarakat memiliki kekebalan terhadap virus korona. Tantangan terbesar dari Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar. Pemerintah harus menyediakan jumlah vaksin ratusan juta dosis. Berbeda dengan negara-negara tetangga yang jumlah penduduknya rata-rata tak sampai setengah dari jumlah penduduk negara kita.

Karena Indonesia sudah menjadi negara terdepan dalam program vaksinasi, kita sangat yakin pemerintah mampu memenuhi kebutuhan vaksin. Di samping itu, pemerintah juga harus mempunyai pola terbaik dalam melakukan program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia. Kita tidak ingin Indonesia seperti perkiraan Bloomberg dua pekan lalu, yang menurunkan berita bahwa butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk memvaksinasi populasi di Indonesia jika polanya masih seperti ini. 

 
Progam vaksinasi menjadi modal bagi Indonesia untuk bisa kembali membangkitkan ekonomi.
 
 

Kita tidak ingin pada akhir tahun 2021, mendapati fakta bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di antara negara-negara tetangga, justru yang paling buncit. Mari manfaatkan modal Indonesia sebagai negara terdepan dalam vaksinasi ini menjadikan semangat bagi kita untuk segera bangkit. Apalagi, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 mencapai Rp 699,43 triliun atau naik 21 persen dari realisasi sementara 2020 mencapai Rp 579,78 triliun. 

Program PEN dengan alokasi untuk perlindungan sosial sebesar Rp 157,41 triliun, kesehatan Rp 176,30 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp 186,81 triliun, insentif usaha Rp 53,86 triliun, dan program prioritas Rp 125,06 triliun menjadi bekal yang sangat besar alam menggerakkan ekonomi. 

Namun, pada saat bersamaan semua kalangan harus  disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kebijakan yang juga tidak boleh dilupakan adalah 3T, yakni test (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). 


×