Foto satelit dari Planet Labs Inc. tertanggal Senin (22/2/2021) ini menunjukkan konstruksi di Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev tak jauh dari Dimona, Israel. Lokasi penuh kerahasiaan yang dicurigai sebagai lokasi pengembangan senjata nuklir itu tenga | Planet Labs Inc. via AP
26 Feb 2021, 03:20 WIB

Israel Bangun Fasilitas Nuklir Terbesar

Analis memperkirakan Israel memiliki bahan untuk setidaknya 80 bom nuklir.  

TEL AVIV -- Israel sedang menjalankan proyek konstruksi fasilitas nuklir terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Proyek ini termasuk pusat program senjata atom yang dirahasiakan.

Foto satelit dianalisis oleh Associated Press menunjukkan gambaran seluas lapangan sepak bola dan kemungkinan beberapa lantai di bawah tanah. Lokasinya berada hanya beberapa meter dari reaktor tua di Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres di Negev, dekat Kota Dimona.

Fasilitas tersebut sudah menjadi lokasi bagi laboratorium bawah tanah berusia puluhan tahun. Laboratorium itu memproses kembali batang reaktor bekas untuk menghasilkan plutonium tingkat senjata untuk program bom nuklir Israel.

Selama beberapa dekade, tata letak fasilitas Dimona tetap sama. Namun, pekan lalu, Panel Internasional tentang Bahan Fissile di Universitas Princeton mencatat telah melihat konstruksi baru yang signifikan di situs tersebut.

Terkait

Hasil itu terlihat melalui foto satelit yang tersedia secara komersial, meskipun hanya sedikit detail yang dapat dibuat. Gambar satelit yang diambil Senin oleh Planet Labs Inc. memberikan pandangan paling jelas tentang aktivitas tersebut.

photo
Foto satelit dari Planet Labs Inc. tertanggal Senin (22/2/2021) ini menunjukkan perbandingan konstruksi di Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev tak jauh dari Dimona, Israel. - (Planet Labs Inc. via AP)

Gambar Planet Labs menunjukkan penggalian di dekat reaktor dimulai pada awal 2019 dan telah berlangsung perlahan sejak saat itu. Hingga saat ini, rincian jelas tentang tujuan konstruksi itu masih belum jelas. Pemerintah Israel belum memberikan komentar atas temuan pembangunan rahasia tersebut.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengendalian Senjata yang berbasis di Washington, Daryl G Kimball, menyatakan, Israel mungkin ingin memproduksi lebih banyak tritium, produk sampingan radioaktif yang relatif lebih cepat membusuk yang digunakan untuk meningkatkan hasil ledakan beberapa hulu ledak nuklir. Tel Aviv juga mungkin menginginkan plutonium segar untuk menggantikan atau memperpanjang umur hulu ledak yang sudah ada di gudang senjata nuklir Israel.

Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapatkan desakan para ahli agar Israel secara terbuka mengumumkan perincian program nuklirnya. "Dilakukan pemerintah Israel di pabrik senjata nuklir rahasia ini adalah sesuatu yang harus diungkapkan oleh pemerintah Israel," kata Kimball.

Sebelum proyek ini, Israel diam-diam mulai membangun situs nuklir dengan bantuan Prancis pada akhir 1950-an di gurun kosong dekat Dimona, sebuah kota sekitar 90 kilometer selatan Yerusalem. Pemerintah menyembunyikan tujuan militer situs tersebut selama bertahun-tahun dari Amerika Serikat, bahkan sempat menyebut tempat itu sebagai pabrik tekstil.

photo
Foto satelit dari Planet Labs Inc tertanggal Senin (22/2/2021) ini menunjukkan konstruksi di Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev tak jauh dari Dimona, Israel. Lokasi penuh kerahasiaan yang dicurigai sebagai lokasi pengembangan senjata nuklir itu tengah menjalani rekonstruksi besar-besaran menurut analisis Associated Press. - (Planet Labs Inc. via AP)

Pada era 1960-an, Israel menggunakan klaim ancaman rudal dan nuklir Mesir untuk mengalihkan perhatian dari pembangunan Dimona. Pengamat menilai, bukan tidak mungkin taktik ini pun dipakai saat ini, dengan menggunakan isu Iran.

"Jika Anda adalah Israel dan ingin melakukan pembangunan proyek besar di Dimona yang tentu akan menarik perhatian, mungkin inilah saatnya Anda berteriak-teriak paling keras tentang Iran," ujar Jeffrey Lewis, profesor yang mengajar isu nonproliferasi nuklir di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, AS.

Isu Iran

Selain itu, Israel memiliki kebijakan ambiguitas nuklir, dengan tidak membenarkan atau menyangkal memiliki senjata atom. Israel pun adalah di antara empat negara yang tidak pernah bergabung dengan Kesepakatan Nonproliferasi (NPT), yaitu perjanjian internasional untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir.

photo
Pembangkit daya nuklir Bushehr di bagian selatan kota Bushehr, Iran. - ( AP Photo/Mehr News Agency, Majid Asgaripour)

Dengan plutonium yang diproduksi dari reaktor Dimona, Israel secara luas diyakini menjadi satu dari sembilan negara bersenjata nuklir di dunia. Mengingat kerahasiaan seputar programnya, masih belum jelas berapa banyak senjata yang dimilikinya.

Analis memperkirakan Israel memiliki bahan untuk setidaknya 80 bom nuklir. Senjata-senjata itu kemungkinan besar bisa diluncurkan dengan rudal balistik darat, jet tempur, atau kapal selam.

Israel membangun senjata nuklirnya sejak negara itu didirikan pada 1948. Program senjata atom, meski tidak dideklarasikan, memberikannya keunggulan untuk menangkis musuh.


×