Warga berjalan melintasi banjir yang merendam kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (19/2). Banjir yang terjadi akibat luapan Kali Sunter tersebut menggenangi sebanyak lima Rukun tetangga diantaranya RT 01 hingga RT 05 yang bread di RW 04 dengan | Republika/Thoudy Badai
23 Feb 2021, 06:51 WIB

Turap Jadi Prioritas Perbaikan untuk Penanggulangan Banjir

Anies meminta petugas cepat tanggap gunakan pompa atasi banjir.

JAKARTA – Hujan deras menyebabkan banjir hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta pada akhir pekan lalu. Anggota DPRD DKI Jakarta Basri Baco mengemukakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 untuk penanggulangan banjir senilai Rp 1,5 triliun belum digunakan sebab masih di awal tahun.

Basri mengatakan, dana penanggulangan banjir tersebut dialokasikan untuk penyediaan sarana dan prasarana penanggulangan banjir, seperti pembebasan lahan, normalisasi sungai, serta saluran hingga operasional petugas lapangan. Menurut Basri, dana tersebut dipastikan segera diserap pada tahun ini mengingat sejumlah wilayah di Jakarta kembali dikepung banjir akibat air kiriman serta hujan lebat dalam tiga hari terakhir.

Berdasarkan agenda peninjauan ke sejumlah lokasi terdampak banjir, kata dia, penyebab utama musibah tersebut karena sejumlah infrastruktur yang disiapkan Pemprov DKI untuk mengantisipasi banjir tidak berfungsi optimal.

“Salah satunya mesin pompa di beberapa tempat mengalami kerusakan. Beberapa mesin pompa dipaksa bekerja hingga akhirnya rusak," kata Basri, Senin (22/2).

Terkait

Selain itu, beberapa titik tanggul di sepanjang aliran sungai jebol akibat volume air yang terlalu besar. "Ada tanggul pecah dan jebol. Itu akan jadi evaluasi DPRD dan Pemprov DKI. Harus dieksekusi tahun ini anggarannya agar tidak terulang lagi (banjir)," ujar politisi Partai Golkar ini.

Anggota DPRD DKI Jakarta lainnya Syarifudin juga mengharapkan adanya prioritas untuk perbaikan dinding turap (sheet pile), salah satunya di Kali Angke. Hal ini untuk mengatasi banjir di sebagian Jakarta Barat.

"Kita berharap tahun ini segera diselesaikan, khususnya pembebasan lahan di sekitar Kali Angke," kata Syarifudin.

Dia mengakui pembebasan lahan untuk perbaikan dinding turap tidak mudah karena banyak kepentingan masyarakat di sekitar Kali Angke. "Tapi, kalau sudah selesai, saya yakin banjir tidak akan terjadi lagi," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Sementara itu, tebing turap saluran air sepanjang 30 meter di RW 02 Jalan Batusari, Kelurahan Batuampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, mengalami longsor imbas kenaikan permukaan air saat banjir, Ahad (21/2). "Yang longsor ini turap semi permanen yang sebagian kita buat secara swadaya setahun yang lalu. Kemarin amblas sekitar pukul 14.00 WIB," kata Ketua RT 17 RW 02 Batusari, Zainal Arifin.

Berdasarkan pantauan, tanggul sepanjang 30 meter pada ketinggian tebing sekitar tiga meter itu mengalami longsor di salah satu sisi hingga menutup sebagian saluran air yang menjadi pembuangan rumah tangga. Dasar saluran air penghubung (PHB) Kalisari sebagian tampak tertutup material batu kali serta tanah merah yang menjadi fondasi jalan setapak lintasan warga menuju Jalan Raya Bogor.

Sebanyak tiga rumah warga yang berada di ujung tebing turap saat ini terancam longsor akibat fondasi tanah yang landai. Zainal mengatakan, sejak peristiwa turap longsor terjadi, pengurus RT dan RW melalui Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Batuampar melaporkan kejadian kepada Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jaktim.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BMKG (infobmkg)

Cepat surut

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kondisi curah hujan yang terjadi di Ibu Kota merupakan di luar kendali Pemprov DKI. Namun, Anies menyebut, jika curah hujan di bawah 100 milimeter per hari, pihaknya akan memastikan tidak terjadi genangan ataupun banjir.

"Jadi, saya ingin garis bawahi, bahwa curah hujan di luar kendali kita, dan seperti yang saya sampaikan, kapasitas (sistem drainase) kita sampai dengan 100 milimeter, kalau di bawah 100 milimeter tidak boleh ada genangan dan banjir," kata Anies di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Senin.

 

 

Curah hujan di luar kendali kita.

 

ANIES BASWEDAN, Gubernur DKI Jakarta.
 

Instruksi itu pun diikuti oleh seluruh jajaran Pemprov DKI. Ia mencontohkan, yakni RT 02 RW 01, Kelurahan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Dia menjelaskan, saat banjir pada Sabtu (20/2) kemarin terjadi di wilayah tersebut akibat limpahan air dari Kali Mookervart. Namun, begitu kapasitas air di kali kembali normal, sebanyak 24 pompa dikerahkan agar banjir dapat segera surut. "Sehingga, hari Senin pagi semua sudah bisa beraktivitas seperti semula," ujar dia.

Ketua RW 01 Rawa Buaya M Sahri mengapresiasi kinerja jajaran Pemprov DKI dalam penanganan banjir. Menurut dia, banjir tahun ini dapat teratasi dengan cepat, dari yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga lima hari untuk membuat air surut, kini hanya perlu satu hari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BPBD DKI Jakarta (bpbddkijakarta)

"Alhamdulillah penanganan tahun ini luar biasa, pemerintah sigap dengan bapak gubernur wali kota dan ASN lainnya luar biasa. Yang tadinya Rawa Buaya itu keringnya antara 4-5 hari, sekarang 1x24 jam (sudah) kering," kata Sahri.

Sahri mengungkapkan, banjir yang terjadi di wilayahnya pada Sabtu (20/2) lalu mencapai ketinggian 1,5 meter. Namun, dengan kesigapan para petugas Pemprov DKI, dia menyebut, pada Senin (22/2) sekitar pukul 01.00 WIB secara keseluruhan air sudah surut.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada bapak gubernur kita beserta jajarannya. Saya selaku ketua RW 01 mengucapkan atas nama warga jazakallah khair," ujar dia.


×