Suasana pemukiman warga yang terendam banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/2). Banjir tersebut terjadi akibat jebolnya tanggul di wilayah tersebut yang membuat aliran Kali Bekasi meluap hingga memasuki pemukiman warga deng | Republika/Putra M. Akbar
22 Feb 2021, 09:48 WIB

Akibat Banjir, 15 Kereta Api Gagal Berangkat

Selain banjir, bencana longsor terjadi di Jakarta, Depok, dan Bogor.

BEKASI -- Area Daop 1 Jakarta terdampak cuaca ekstrem terjadi di petak jalan antara Stasiun Kedunggedeh - Lemah Abang Km 55 +100 s.d KM 53+600 yang sempat terendam banjir pada Ahad (21/2).

Ketinggian air mencapai 1,5 meter di atas Kop Rel. Tidak hanya membuat jalur rel tergenang, namun banjir yang mengalir cukup deras juga mengakibatkan pondasi batu balas pada rel tergerus air sehingga memerlukan waktu untuk proses perbaikan prasarana jalur rel. 

"PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa Kereta Api dampak cuaca ekstrim sehingga berpengaruh pada kondisi prasarana dan operasional KA," kata Kepala Humas Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulis, Senin (22/2).

Sampai dengan saat ini, tim PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki prasarana yang terdampak banjir tersebut bekerja sama dengan berbagai pihak. 

Terkait

"Dengan mempertimbangkan keselamatan, kondisi jalur rel yang terdampak banjir belum dapat dilalui untuk perjalanan Kereta Api, sehingga pada Senin 22 Februari 2021 seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Keberangkatan Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen kembali dibatalkan. Secara total terdapat 15 KA yang dibatalkan dari area Daop 1 Jakarta. 7 KA dari Stasiun Pasar Senen dan 8 KA dari Stasiun Gambir," terangnya.

Selain pembatalan perjalanan Kereta Api Jarak Jauh, seluruh perjalanan KA Lokal relasi Cikarang - Purwakarta (PP) yang operasionalnya melintasi jalur tersebut juga dibatalkan. 

Berikut daftar KAJJ Dari Jakarta yang dibatalkan

Pasar Senen

1. KA 292 Bengawan (Pasar Senen-Purwosari) keberangkatan pukul 06.30 WIB

2. KA 130 Dharmawangsa (Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 08.50 WIB

3. KA 320 Tegal Ekspres (Pasar Senen-Tegal) keberangkatan pukul 09.20 WIB

4. KA 302 Serayu (Pasar Senen-Purwokerto) keberangkatan pukul 09.30 WIB

5. KA 106 Jayabaya (Pasar Senen-Malang) keberangkatan pukul 16.45 WIB

6. KA 254 Jayakarta (Pasar Senen-Surabaya Gubeng) keberangkatan pukul 17.10 WIB

7. KA Serayu (Pasar Senen-Purwokerto) keberangkatan pukul 20.35 WIB 

Stasiun Gambir 

1. KA 38 Argo Parahyangan (Gambir-Bandung) keberangkatan pukul 06.50 WIB

2. KA 2 Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 08.00

3. KA 10A Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan) keberangkatan pukul 08.30

4. KA 76A Bima (Gambir-Surabaya Gubeng) keberangkatan pukul 17.00 WIB

5. KA 72A Gajayana (Gambir-Malang) keberangkatan pukul 18.10 WIB

6. KA 42 Argo Parahyangan (Gambir-Kiaracondong) keberangkatan pukul 18.40 WIB

7. KA 8A Argo Lawu (Gambir-Solo Balapan) keberangkatan pukul 20.00 WIB

8. KA 4 Argo Bromo Anggrek (Gambir-Surabaya Pasar Turi) keberangkatan pukul 20.30 WIB 

Bagi pelanggan KA yang telah memiliki tiket keberangkatan 22 Februari 2021 dari Gambir maupun Pasar Senen dapat melakukan pembatalan tiket hingga 30 hari kedepan, dengan pengembalian 100 persen melalui loket pembatalan di stasiun. 

Hujan terus

Intensitas curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (20/2) dini hari cukup tinggi. Akibatnya, sebanyak 200 RT di Ibu Kota terdampak banjir. Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, hingga Ahad (21/2) siang, masih terdapat 17 rukun warga (RW) yang tergenang. Sedangkan, lokasi pengungsian kini tersisa 10 lokasi.

"Sejak Ahad pagi, permukaan Kali Ciliwung, Kali Krukut, Kali Sunter, dan Kali Pesanggrahan, telah kembali ke posisi normal. Hal itu terlihat di Pintu Air Manggarai," kata Anies saat meninjau Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Ahad (21/2).

Kendati demikian, lanjut dia, kiriman air masih datang dari wilayah Tangerang melalui Kali Angke. Walhasil, kawasan di sisi kanan dan kiri Kali Angke masih ada genangan.

Anies menyebut, di bagian hulu Angke siang ini sudah terjadi penurunan debit air. Kendati demikian, debit air yang sudah ada di aliran sungai akan tetap mengalir ke Jakarta dalam waktu beberapa jam. Air Kali Angke itu nantinya akan bermuara di Cengkareng Drain.

Anies menjelaskan, penyebab banjir di Jakarta kali ini adalah intensitas curah hujan lebat di Jakarta yang mencapai di atas 100 mm per hari. Padahal, kapasitas sistem drainase di Ibu Kota itu hanya berkisar 50 mm-100 mm.

Menurut Anies, ada kendala dalam menuntaskan banjir agar surut dalam waktu enam jam. Ia menyebut, meski hujan telah berhenti, aliran air dari kawasan hulu dan kawasan tengah masih terus mengalir ke Jakarta. Adapun kawasan hulu itu adalah daerah Bogor. Sedangkan, kawasan tengah itu merupakan wilayah Depok.

"Jadi, kita enam jam sesudah airnya surut di sungai, kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti, tapi aliran dari hulu masih jalan terus. Sehingga, di situlah menjadi kendala tersendiri," kata dia.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto membantah jika Bogor merupakan penyebab banjir di Jakarta. Bima Arya mengatakan, berdasarkan pantauannya selama tiga hari terakhir, tinggi muka air (TMA) di Bendungan Katulampa hanya mencapai 100 sentimeter atau Siaga 3.

"Katulampa itu paling tinggi Siaga 3, biasanya Jakarta banjir kalau Katulampa Siaga 1. Ketika Siaga 3 sudah banjir, berarti kan volume air di Jakarta yang tinggi," kata Bima Arya, Ahad.

Menurut Bima Arya, penyelesaian permasalahan banjir tidak bisa dilaksanakan secara mendadak. Sebab, dia menilai, perihal banjir yang disebabkan dari Sungai Ciliwung, bukan hanya kiriman dari Puncak atau Bogor. Namun, perlu ada penataan di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

Aktivis lingkungan hidup, Chaerudin, meminta agar Anies tidak menyalahkan air sebagai penyebab banjir di Ibu Kota yang tak kunjung selesai. "Kalau banjir, kita jangan salahkan airnya, kalinya, tapi caranya menangani yang mesti dilihat," kata Chaerudin atau akrab disapa Babe Idin ini.

Babe Idin yang juga pembina Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana di Lebak Bulus ini mengatakan, dirinya bersama kelompoknya menanam ribuan pohon bambu di pinggiran Kali Pesanggrahan. “Karena bambu merupakan tanaman yang memiliki kemampuan menahan air, dibanding dengan tanaman lainnya,” kata dia.

Longsor

Selain banjir, longsor juga terjadi di Jakarta, Depok, dan Bogor. Di Jakarta, tanah longsor menimpa lima rumah di Jalan Kemang 11, RT 12 RW 03, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akibat hujan berintensitas tinggi pada Sabtu dini hari.

Lurah Bangka, Novia Arnita, mengatakan, pihaknya membutuhkan bantuan alat berat untuk mempercepat evakuasi runtuhan bangunan rumah yang tertimpa tanah longsor. "Sementara ini PPSU membantu dengan alat seadanya," kata Novia.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi, memaparkan, ada lima titik longsor yang berada di wilayahnya, yaitu di Kelurahan Pasir Gunung Selatan; Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis; Perumahan Newland Matoa, Jalan Krukut Raya; Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong; dan Kelurahan Tanah Baru.

"Kami juga telah melakukan penanganan sementara di lokasi banjir dan longsor, yakni pemasangan cerucuk bambu, karung tanah, dan terpal agar longsor tidak meluas, serta pengangkatan sampah-sampah di drainase yang tersumbat," kata Dadan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Aris Nurjatmiko mengatakan, 24 bencana terjadi pada akhir pekan lalu. Terdiri atas lima kejadian banjir, tujuh kejadian tanah longsor, empat kejadian angin kencang, dua kejadian pergeseran tanah, dan satu rumah ambruk.

Aris menuturkan, untuk tujuh lokasi longsor, terjadi di Kecamatan Nanggung, Ciawi, dan Gunung Putri pada Sabtu. Sementara itu,  empat kejadian di Kecamatan Caringin, Babakan Madang, Cisarua, dan Dramaga terjadi Ahad.

“Kalau tindak lanjut longsornya dari Dinas PUPR, kami hanya evakuasi dan assesment, serta bantuan terpal,” kata Aris.


×