Melalui museum sejarah Nabi, pengunjung memperoleh berbagai pengetahuan tentang sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW dan peradaban Islam. | DOK Muslim World League
21 Feb 2021, 09:18 WIB

Pesona Futuristik Museum Sejarah Nabi

Pembangunan museum sejarah nabi didukung Liga Dunia Islam dan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

OLEH HASANUL RIZQA

Allah SWT telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang terbaik untuk manusia (QS al-Ahzab: 21). Dalam perjalanan hidup Rasulullah SAW, terdapat hakikat pengetahuan dan hikmah yang tak habis-habisnya memancar sebagai penerang akal dan jiwa kaum Muslimin.

Untuk mengetahui berbagai contoh pribadi sang al-Musthafa, ada baiknya seorang Muslim mempelajari dengan saksama sejarah kehidupan beliau, baik sebelum maupun setelah diangkat menjadi utusan Allah Ta’ala.

Ada berbagai cara untuk mengkaji riwayat kehidupan Rasulullah SAW (sirah Nabawiyah). Umpamanya, membaca buku-buku yang disusun para penulis biografi kenamaan. Cara lainnya adalah berziarah langsung ke dua Tanah Suci, yakni Makkah al-Mukarramah sebagai kota kelahiran beliau dan Madinah al-Munawarrah, ‘Kota Nabi SAW yang bercahaya'. Insya Allah, dengan semangat tadabur, rasa cinta kepada beliau pun akan semakin meningkat.

Terkait

Baru-baru ini, Rabithah Alam Islamiyah (Liga Dunia Islam) meresmikan Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Madinah, Arab Saudi. Prosesi peresmian itu turut dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan Kerajaan Saudi, semisal Pangeran Faisal bin Salman, serta Pemerintah Administratif Kota Madinah. Keberadaan museum tersebut merupakan yang kedua, yakni setelah di Makkah. Satu lagi museum akan didirikan di Jakarta, Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Faisal memuji standar teknologi modern yang digunakan museum internasional ini. Bagian muka bangunan tersebut menampilkan kesan modern dan futuristik. Memang, pengelolaannya juga dilakukan dengan memanfaatkan banyak teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI).

photo
Para pejabat Kerajaan Arab Saudi sedang mencoba berbagai fitur di Museum Sejarah Nabi, Madinah. Museum tersebut dibangun dengan nuansa futuristik-modern. - (DOK Muslim World League)

Dalam keterangan tertulis yang diterima Saudi Gazette pada awal pekan ini, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Islam Syekh Muhammad al-Issa memuji Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Madinah. Pihaknya menghendaki museum tersebut menjadi percontohan bagi pembangunan museum-museum serupa yang telah dicanangkan di sejumlah kota besar global. Menurut dia, gedung yang dibangun berdekatan dengan Masjid Nabawi itu telah berhasil memadukan antara nuansa masa kini, masa lalu, dan masa depan.

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Saleh bin Humaid turut mengapresiasi berdirinya museum tersebut. Ia meyakini, adanya kompleks edukatif tersebut kian mengangkat prestise Madinah sebagai kota modern yang berakar pada kebudayaan Islam. Ulama itu berharap, kaum Muslimin, khususnya anak-anak muda, dapat memetik pelajaran berharga dari perjalanan hidup Rasulullah SAW, yang dinarasikan dengan baik dalam galeri-galeri museum ini.

Syekh al-Issa mengatakan, museum yang terdiri atas 25 paviliun utama tersebut dibangun dengan mengusung Visi Saudi 2030, yakni kerangka kerja strategis untuk kemajuan Arab Saudi. Dalam beberapa tahun mendatang, Kerajaan hendak mengurangi ketergantungan terhadap sumber-sumber ekstraktif, semisal minyak bumi dan gas alam.

Riyadh akan berfokus pada pemasukan dari pelbagai sektor lainnya, seperti pariwisata, infrastruktur, dan edukasi. Karena itu, Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam Madinah diharapkan dapat menarik minat pengunjung, khususnya jamaah haji dan umrah dari dalam dan luar negeri.

Narasi sirah Nabawiyah merupakan warisan sejarah yang patut disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Rasulullah SAW adalah teladan paripurna, tidak hanya bagi Muslimin, tetapi juga dunia universal. Nilai-nilai toleransi dan kesederhanaan yang ditunjukkan beliau merupakan beberapa contoh yang semestinya ditiru semua kalangan.

photo
Museum Internasional Sejarah Nabi dan Peradaban Islam di Madinah, Arab Saudi. Pembangunan tempat ini dengan dukungan Liga Dunia Islam. - (DOK Muslim World League)

Setelah upacara peresmian, Pangeran Faisal berkeliling ke paviliun utama pameran. Ia mendengarkan penjelasan rinci yang disampaikan petugas. Untuk diketahui, seluruh galeri yang terdapat di museum ini terintegrasi dengan padu. Platform pameran yang disediakan memudahkan pengunjung untuk mengetahui babak-babak dalam sejarah kehidupan Nabi SAW. Bahkan, konten-konten edukatif yang tersedia dapat disaksikan secara virtual. Melalui AI, pengunjung museum ini seolah-olah “berada” di zaman tempat Nabi Muhammad SAW hidup.

Penggunaan teknologi inovatif dalam memperkenalkan sosok Rasulullah SAW dan sejarah Islam merupakan kelebihan museum ini. Sebagai contoh, pengunjung dapat menyaksikan riwayat lahirnya Piagam Madinah, dokumen yang mengusung nilai-nilai demokratis bahkan jauh sebelum peradaban modern Barat menggunakan kata “demokrasi.”

Secara keseluruhan, museum kebanggaan warga Madinah ini mengoleksi 500 artefak dan benda peninggalan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya, terdapat teater bioskop tempat berbagai film—animasi, dokumenter, maupun biasa—ditampilkan kepada pengunjung.

Dalam tur tersebut, Pangeran Faisal meresmikan layar utama pameran yang terletak di sisi halaman selatan Masjid Nabawi. Pameran ini berkaitan dengan penyampaian pesan-pesan Islam, rahmatan lil ‘alamin, yang direpresentasikan dalam keadilan, perdamaian, dan moderasi.

Pada 2020 lalu, Liga Dunia Islam juga telah meresmikan peletakan batu pertama untuk pembangunan museum sejarah Nabi SAW di Ancol, Jakarta. Indonesia terpilih sebagai tuan rumah pendirian fasilitas pendidikan tersebut setelah menyisihkan 25 negara lainnya.

Seperti dilansir Republika, 26 Februari 2020, Ketua Panitia Pembangunan Museum Rasulullah, Syafruddin, mengatakan, Indonesia dipilih karena dipandang sebagai negara besar yang mengembangkan pemahaman moderat. Di samping itu, tentu saja lantaran fakta bahwa RI adalah negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia saat ini.


×