Sebagian Muslim kerap mengisi bulan Rajab dengan berbagai amalan. | DOK AP Mohammad Hannon
21 Feb 2021, 03:30 WIB

Renungan Bulan Rajab

Datangnya bulan Rajab juga berarti kita semakin mendekati Ramadhan.

 

OLEH HASANUL RIZQA

Kini, kita telah memasuki bulan Rajab menurut penanggalan Hijriah. Ini merupakan salah satu bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT di luar Dzulqaidah, Dzulhijah, dan Muharram.

Datangnya bulan Rajab juga berarti kita semakin mendekati Ramadhan. Muslimin dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Harapannya, “madrasah” Ramadhan dapat dihadapi dengan hati dan pikiran yang lebih siap.

Terkait

Sekurang-kurangnya, kita dapat berdoa kepada Allah agar usia kita sampai hingga akhir bulan Rajab dan Sya’ban sehingga dipertemukan bulan suci Ramadhan.

Momen Bersejarah

Dalam sejarah peradaban Islam, banyak peristiwa historis yang terjadi ketika bulan Rajab. Misalnya, Isra dan Mi’raj. Momen luar biasa itu dialami Rasulullah SAW pada malam Senin 27 Rajab, atau bertepatan dengan tahun 621 M. Kaum Muslimin pada zaman beliau juga mengalami kemenangan dalam Perang Tabuk pada bulan Rajab, tahun kesembilan Hijriah.

Berbilang abad kemudian, Yerusalem berhasil dibebaskan umat Islam dari cengkeraman Pasukan Salib pun pada Rajab. Tepatnya, pada 1187 M Shalahuddin al-Ayyubi memimpin penaklukan itu. Peristiwa penting lainnya adalah keruntuhan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, pun terjadi pada Rajab, yakni tahun 1924 M.

Petiklah hikmah dari rangkaian kejadian di masa lalu. Dari sejarah, kita dapat belajar tentang pencapaian dan juga kegagalan yang dialami para pendahulu.

photo
Berbagai peristiwa bersejarah dalam peradaban Islam terjadi pada bulan Rajab. - (DOK AP Mohammad Hannon)

Tradisi Amalan

Sudah menjadi kebiasaan di tengah sebagian umat Islam untuk menghormati bulan Rajab dengan berbagai jenis amalan. Misalnya, berpuasa sunah, shalat, atau bersedekah. Ada sebagian ulama yang menganjurkan puasa sunah bulan Rajab.

Menukil keterangan dari Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatu az-Zain, Muslimin disarankan untuk berpuasa sunah pada bulan-bulan agung. Terkait waktunya, amalan puasa sunah Rajab dapat dilakukan dalam beberapa hari. Pada tanggal berapa saja, itu tidak ditentukan oleh ulama.

Imam al-Ghazali dalam Ihya' 'Ulum ad-Din menjelaskan, shalat sunah mutlak di bulan Rajab adalah mustahabbah (sunah). Amalan ini, lanjut dia, biasanya dilakukan orang-orang saleh pada masanya.

Menurut sang hujjatul Islam, shalat sunah itu terdiri atas 12 rakaat. Waktu pelaksanaannya ialah antara permulaan azan shalat Isya dan sepertiga malam.

photo
Datangnya bulan Rajab juga menjadi sinyal untuk kesiapan kita dalam menyambut Ramadhan. - (DOK REP Edwin Dwi Putranto)

 

Jelang Ramadhan

Antara Rajab dan Ramadhan hanya berselang beberapa pekan. Ramadhan dapat diandaikan sebagai sebuah madrasah besar, tempat diri seorang Muslim ditempa agar lebih bertakwa kepada Allah Ta’ala. Maka, Rajab dan Sya’ban merupakan masa-masa penting untuk mempersiapkan diri sebagai calon “murid.”

Seseorang dapat meninjau catatannya sendiri. Umpamanya, adakah dirinya memiliki utang puasa dari Ramadhan lalu? Bila masih berutang, segeralah menggantinya. Jangan menunda-nunda lagi.

Bila memang tak menyimpan utang puasa, barangkali Ramadhan tahun lalu ada berbagai kekurangan. Karena itu, persiapkan diri sejak sekarang.

Sebagai contoh, agar pada bulan suci dapat bersedekah lebih banyak, maka dari bulan Rajab kita dapat menabung sedikit demi sedikit. Hasilnya disedekahkan nanti pada hari-hari tertentu di bulan suci.

Dari Anas, sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Sedekah pada bulan Ramadhan.” (HR at-Tirmidzi).


×