Botol-botol vaksin yang telah terpaia. (ilustrasi) | EPA-EFE/MAST IRHAM

Internasional

Cina Tindak Penyelundup Vaksin Palsu

Vaksin palsu juga mengalir ke beberapa kota kecil di Cina.

BEIJING -- Kejaksaan Agung Cina akan menindak aktivitas kriminal terkait vaksin Covid-19. Hal itu terkait penetapan tersangka terhadap 70 orang karena terlibat dalam lebih dari 20 kasus terkait vaksin di seluruh Cina.

Kasus tersebut termasuk penyelundupan vaksin palsu ke luar negeri. Tindakan kejaksaan ini pun menanggapi serangkaian laporan bahwa tersangka juga memproduksi dan menjual vaksin palsu. Mereka juga melakukan inokulasi massal tanpa izin ketika permulaan kampanye vaksin Covid-19 tahap awal di Cina.

Kabar ini pertama diterbitkan oleh kantor berita negara Cina, Xinhua. Hingga Rabu (17/2), 70 tersangka kriminal itu telah ditangkap dalam 21 kasus terkait vaksin. "Meminta semua departemen terkait di seluruh negeri mengekang kejahatan dalam kampanye nasional bersama," kata Kejaksaan Agung Cina dalam pengumuman publik, seperti dilansir laman Global Times, kemarin.

Dalam kasus yang terungkap, seorang tersangka bermarga Kong, bersama rekan-rekannya telah menjual sekitar 58 ribu vaksin Covid-19 palsu. Tim Kong mulai memproduksi vaksin sejak Agustus dengan menyuntikkan garam atau air mineral ke dalam jarum suntik yang sudah diisi sebelumnya. Mereka menjualnya ke pasar dengan klaim vaksin dari orang internal produsen vaksin.

Seorang sumber yang dekat dengan produsen vaksin besar Cina sebelumnya mengatakan, kepada Global Times, departemen keamanan publik telah memastikan vaksin itu palsu dan tidak berasal dari produsen sebenarnya.  

photo
Petugas mengawal vaksin dari Cina yang tiba di Santiago, Cile, Januari lalu. - (AP/Esteban Felix)

Pada November, Kong menjual 2.000 vaksin palsu seharga 1,04 juta yuan kepada tersangka lainnya bermarga Li. Vaksin palsu itu kemudian dijual kembali dengan harga 1,32 juta yuan.

Dari 2.000 vaksin palsu itu, 600 dosis vaksin diam-diam dikirim ke Hong Kong pada 11 November dan ke negara lain pada hari kedua. Namun, kejaksaan tidak mengungkap negara lain tersebut.

Sebanyak 1.400 vaksin lainnya disimpan di Hong Kong dan Provinsi Fujian di Cina Selatan. Semuan simpanan itu dihancurkan saat pelaku mengetahui aktivitas mereka telah terungkap. Li dan rekannya ditangkap dari 19 hingga 28 November, sementara Kong dan rekan-rekannya ditangkap pada 25 Desember.

Vaksin palsu juga mengalir ke beberapa kota kecil di Cina. Dalam kasus lain, tersangka meminta seorang dokter desa menyuntik pembeli vaksin di rumah atau dalam mobil. Pada Desember 2020, lebih dari 200 orang telah divaksinasi dengan keuntungan 547 ribu yuan bagi penjual vaksin palsu.

Kementerian Keamanan Publik Cina pun langsung meluncurkan kampanye khusus untuk menindak produksi ilegal dan penjualan vaksin palsu, penyelundupan, vaksinasi ilegal, dan kejahatan terkait vaksin lainnya. Menurut Xinhua edisi 1 Februari, kasus Kong ditangani bersama oleh polisi di Beijing, Jiangsu, Shandong, dan wilayah lainnya. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat