Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) berbincang dengan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri (kanan) sebelum Rapat Koordinasi Pengkajian Terhadap Usulan Kompetisi Sepak bola Liga 1 dan 2 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Rapat tersebut guna m | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
11 Feb 2021, 08:35 WIB

Paparkan Kesiapan Liga 1, PSSI Tunggu Keputusan Polri

PSSI menjelaskan penerapan protokol kesehatan apabila pertandingan liga sepak bola digelar.

JAKARTA -- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengkaji usulan penyelenggaraan kompetisi sepak bola Indonesia. Perwakilan Kemenpora duduk bersama dengan jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Satgas Covid-19, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) di Wisma Kemenpora, Rabu (10/2).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan, dalam Rakor tersebut pihaknya telah memaparkan protokol kesehatan (Prokes) yang akan diterapkan jika kompetisi sepak bola berjalan. Pemaparan juga disampaikan melalui video yang lebih detail.

"Ada beberapa hal yang menjadi masukan, seperti penyediaan tempat cuci tangan dan sebagainya. Kami juga memaparkan jadwal pra-kompetisi yang telah kami buat apabila nanti ini diizinikan," kata Iriawan dalam konferensi pers melalui Zoom, Rabu (10/2).

Selain itu, kata dia, yang paling menjadi perhatian adalah terkait suporter. Mengingat fanatisme masyarakat Indonesia yang tinggi terhadap sepak bola, dia mengimbau agar suporter tidak melakukan kerumunan apapun, bahkan kegiatan nonton bareng (Nobar) sekalipun. Karena jika itu terjadi, pihak kepolisian akan memberikan sanksi dan mengevaluasi izin yang diberikan.

Terkait

"Kami sampaikan kepada para pendukung, dengan hormat, apabila nanti diizinkan, pertandingan akan berlangsung tanpa suporter dan suporter juga tidak diperbolehkan untuk membuat kerumunan atau nonton bareng," kata dia.

"Ini kami mohon dengan hormat. Karena apabila ini terjadi, akan ada sanksi dan dievaluasi kembali berkaitan dengan pelaksanaan izin ini," kata dia.

Kendati demikian, Rakor ini belum menghasilkan keputusan apapun. Kepolisian masih akan mengkaji lebih jauh sebelum memutuskan apakah kompetisi bisa digelar atau tidak.

"Kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengkaji. Jadi hari ini belum ada keputusan diizinkan atau tidaknya, kita tunggu pengumuman dari pihak kepolisian," katanya.

Menpora Zainudin Amali menambahkan, pemaparan dari PSSI dan PT LIB berisi gambaran kesiapan mereka dalam menggelar pertandingan yang bisa dijadikan bahan bagi pihak kepolisian untuk memberikan izin. Apabila ada hal yang perlu dikomunikasikan terkait izin tersebut, kata Zainudin, masih ada waktu untuk melakukannya. 

Menpora menekankan, hasil rakor bukan untuk mengambil keputusan mengenai kembalinya pertandingan sepak bola di Tanah Air. "Karena situasinya (pandemi) Covid-19, prinsip pemerintah dan Polri kita mengedepankan keamanan dan kesehatan masyarakat," kata Menpora. 

Zainudin pun mengapresiasi kembali tekad PSSI dan PT LIB yang menjamin tidak ada kerumunan saat pertandingan berlangsung, baik itu di tempat pertandingan maupun berkerumun menggelar menonton bareng. "Itu ada cara, mekanisme, dan sanksi yang berat," ujar Zainudin.

Tak dapat melarang

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa melarang para pemain Liga 1 dan Liga 2 Indonesia mengikuti turnamen antarkampung (tarkam) di tengah vakumnya kompetisi."Kami hanya dapat mengimbau. Mereka, kan, memang butuh pekerjaan, butuh makan," ujar Iriawan di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

Menurut Iriawan, satu-satunya yang bisa menghindarkan pemain dari pertandingan tarkam adalah keberadaan kompetisi.Sayangnya, Liga 1 dan 2 Indonesia belum juga dapat digelar sejak berhenti pada Maret 2020 karena tidak adanya izin dari Polri.Selain tarkam, kata Iriawan, dia juga mengetahui ada pemain profesional yang sampai harus menjadi tukang ojek daring dan berjualan demi menyambung hidup.

"Oleh karena itu, kami terus berusaha agar liga bisa bergulir lagi. Mudah-mudahan Polri bisa memberikan izinnya," kata purnawirawan Polri berpangkat akhir Komisaris Jenderal Polisi itu.Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2021 belum dapat berjalan karena terganjal izin Polri.

Meski demikian, persiapan terus dilakukan PSSI dan operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB).Walau belum berizin, PSSI dan LIB menargetkan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2021 dapat dimulai setelah Lebaran 2021, sekitar bulan Mei atau Juni.


×