Hikmah Republika Hari ini | Republika

Hikmah

03 Feb 2021, 03:30 WIB

Cahaya Hidayah

Ketika hati tidak diliputi cahaya hidayah, manusia akan terjerumus ke dalam kesesatan.

OLEH JOHANSYAH

Dunia tanpa matahari pasti akan gelap. Tentu juga tidak ada yang namanya siang maupun malam. Dikatakan siang itu karena ada sinar matahari. Inilah salah satu di antara kebesaran-Nya. 

Dalam sebuah ayat ditegaskan: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS Yunus: 5).

Secara fisik, selain alam semesta dan makhluk Allah SWT lainnya membutuhkan cahaya, sebagai manusia kita juga sangat membutuhkannya. Cahaya matahari mengandung banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Di antaranya, menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan tulang, menghilangkan depresi ringan, membantu penyembuhan kelainan kulit, meningkatkan fungsi otak, mengurangi gejala alzheimer, dan membantu penyembuhan beberapa penyakit kulit.

Secara psikis juga membutuhkan cahaya, tapi bukan cahaya matahari. Hati manusia membutuhkan cahaya ketuhanan, yakni sinar keimanan berupa hidayah yang berfungsi membimbing manusia agar tidak terjebak dalam kesesatan. 

Persis seperti di alam nyata, manusia tidak dapat berjalan pada malam hari tanpa cahaya. Dia akan meraba dan tidak tahu arah ke mana harus melangkahkan kaki sehingga dia tidak akan sampai pada tujuan. Secara batiniah juga demikian, ketika hati tidak diliputi cahaya hidayah, manusia akan terjerumus ke dalam zhulumat (kesesatan).

Agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan tersebut, manusia harus senantiasa mendekati Dia sebagai Sumber Cahaya, yaitu Allah SWT. Dialah yang berkuasa memberikan cahaya hidayah kepada hati manusia agar mereka senantiasa dalam kebaikan dan kebenaran. Meski Dia memiliki kewenangan mutlak untuk itu, manusia wajib mengusahakannya.

Dalam sebuah ayat ditegaskan: “Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah: 257).

Untuk itu, siapa saja yang menginginkan dirinya dinaungi cahaya hidayah, kenyamaan dan kedamaian hidup, jadikanlah Allah SWT satu-satunya Pelindung. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya dengan mendekatkan diri kepada-Nya, hati akan dinaungi cahaya hidayah yang siap menuntun manusia kepada kebaikan dan kenyaman hidup.

Sementara orang-orang yang menjadikan setan sebagai pelindung, mereka akan dikeluarkan dari cahaya pada kesesatan. Mereka tidak akan pernah menemukan kenyamanan dan kedamaian hidup, meski dalam gelimang harta, dan jabatan. Semua itu diperolehnya dengan cara yang licik.

Maka, salah satu doa yang mungkin kita sampaikan kepada Allah SWT sembari secara istiqamah mengikutinya dengan amalan, yakni, "Allahumma nawwir qulubana binuri hidayatik kama nawwarta al-ardha binuri syamsyika." (Ya Allah, sinarilah hatiku dengan cahaya hidayah-Mu, sebagaimana Engkau menyinari bumi dengan cahaya matahari-Mu).

Wallahu a’lam bissawab. ';

×