Marcus Rashford dari Manchester United, kiri, mengambil bola dari John Lundstram dari Sheffield United selama pertandingan sepak bola Liga Utama Inggris antara Manchester United dan Sheffield United di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu, 27 Januari 2 | AP/Laurence Griffiths/Pool Getty

Olahraga

Tantangan MU di Old Trafford

Dari 10 laga kandang yang telah dilakoni, MU telah menelan empat kekalahan.

MANCHESTER -- Memperbaiki rekor kandang di pentas Liga Primer Inggris menjadi tantangan Manchester United guna menjaga persaingan merebut gelar juara. Marcus Rahsford dan kawan-kawan akhirnya harus menjawab tantangan ini saat menerima kunjungan Southampton di Stadion Old Trafford pada pekan ke-22 Liga Primer Inggris, Rabu (3/2) dini hari WIB.

Dari 10 laga kandang yang telah dilakoni, Setan Merah telah menelan empat kekalahan. Jumlah kekalahan ini bahkan sudah melampaui jumlah kekalahan kandang terbanyak United dalam satu musim Liga Primer Inggris sejak musim 2013/2014.

Total, United hanya bisa memetik 14 poin dari 10 laga kandang yang telah dilakoni di pentas Liga Primer Inggris musim ini. Performa mengecewakan pada laga kandang inilah yang dianggap sebagai salah satu faktor terseok-seoknya langkah United dalam perburuan titel Liga Primer Inggris pada awal musim ini.

Kondisi ini tentu tidak diharapkan terulang saat Liga Primer Inggris tengah memasuki awal paruh kedua musim ini. Terlepas dari kekecewaan usai gagal memetik poin penuh kala menghadapi Arsenal, pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, menyiratkan ada setitik optimisme terkait peningkatan performa anak-anak asuhnya.

Para penggawa United, kata Solskjaer, sudah mampu tampil lebih baik saat dibekap the Blades, tengah pekan lalu. Keberhasilan mencatatkan clean sheet dalam laga kontra Arsenal sudah cukup menjadi fondasi bagi United untuk bisa bangkit pada laga selanjutnya, terutama di laga kontra the Saints. Namun, pelatih asal Norwegia itu tetap memiliki evaluasi terkait kegagalan timnya membungkam the Gunners.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Manchester United (manchesterunited)

Menurut eks pelatih Cardiff City itu, timnya hanya kurang maksimal dalam penyelesaian akhir. ''Dalam laga kontra Arsenal, kami bisa mengakhiri laga dengan catatan clean sheet dan sempat menciptakan peluang emas. Sekarang langkah selanjutnya adalah soal bagaimana kami bisa mencetak gol lagi dan memaksimalkan semua peluang yang ada. Kami tahu, kami memiliki pemain yang memiliki kapasitas dan kualitas untuk itu,'' tutur Solskjaer seperti dilansir BBC, Senin (1/2).

Bagi United, Southampton merupakan lawan yang unik. Setan Merah terbukti selalu mampu bangkit setiap kali berhadapan dengan the Saints. United sepertinya memiliki mentalitas bertanding yang berbeda saat menghadapi Southampton. United tercatat mampu membalikkan keadaan dan meraih kemenangan saat tertinggal lebih dulu dalam 10 laga kontra Southampton di pentas Liga Primer Inggris.

Selain Newcastle United, United paling sering melakukan hal ini kepada Southampton. Kondisi ini juga terjadi dalam pertemuan pertama pada musim ini. Tertinggal dua gol terlebih dahulu dari Southampton pada babak pertama, United mampu berbalik unggul dan menutup laga dengan kemenangan 3-2, akhir November silam.

Saat itu, Edinson Cavani, yang tampil sebagai pemain pengganti, bisa mencetak dua gol dan mengemas satu assist. Namun, striker asal Uruguay itu diragukan untuk bisa tampil dalam laga kali ini. Pasalnya, eks striker PSG itu telah tampil secara penuh saat menghadapi Arsenal. Anthony Martial, yang tampil sebagai pemain pengganti pada laga kontra Arsenal, digadang-gadang bakal kembali ke starting line-up United untuk menggantikan Cavani.

Selain itu, Scott McTominay juga diragukan untuk bisa tampil pada laga ini usai mengalami masalah kesehatan dalam laga kontra Arsenal. Alhasil, Solskjaer dikabarkan akan menempatkan Paul Pogba sebagai tandem Fred sebagai duet gelandang bertahan United dalam laga ini.

Di sisi lain, Southampton memiliki misi berbeda dalam lawatan ke Old Trafford. Tim besutan Ralph Hassenhuttl itu berniat mengakhiri tren buruk di pentas Liga Primer Inggris. Danny Ings dan kawan-kawan tercatat menelan kekalahan pada tiga laga terakhir di pentas Liga Primer Inggris.

Sejak mengejutkan Liverpool lewat kemenangan, 1-0, awal bulan lalu, Southampton tidak pernah lagi merasakan raihan poin. The Saints dicukur Leicester City, 0-2, kemudian dibekap Arsenal, 1-3, dan terakhir dibungkam Aston Villa, 0-1, akhir pekan lalu.

Jumlah kekalahan ini bahkan jauh lebih banyak dari jumlah kekalahan yang dirasakan Southampton dalam 15 laga sebelumnya. The Saints tidak pernah merasakan empat kekalahan beruntun di pentas Liga Primer Inggris sejak April 2018 silam. Rekor inilah yang ingin dihindari the Saints pada lawatan ke markas United.

Kendati begitu, kondisnya sangat sulit bagi the Saints untuk bisa memenuhi ambisi tersebut. Badai cedera pemain masih menghantam klub yang bermarkas di Stadion Saints Mary tersebut. Delapan pemain di tim utama masih diragukan untuk bisa tampil dalam laga ini, termasuk Ibrahima Diallo, Oriol Romeu, Theo Walcott, Kyle Walker-Peters, hingga Jannik Vestergaard. Secara khusus, Romeu dan Walcott harus kembali masuk ruang perawatan karena mengalami cedera dalam laga kontra Aston Villa.

Pelatih Ralph Hassenhuttl menyadari tantangan berat yang dihadapi timnya tersebut. Namun, pelatih asal Austria itu tidak kehilangan harapan. Meski kehilangan sejumlah penggawa andalannya, tSouthampton terbukti masih bisa tampil di level tertinggi. Modal inilah yang akan dibawa Southampton ke Old Trafford.

''Saya tidak khawatir dengan performa tim secara keseluruhan. Kami hanya kurang presisi di ujung serangan. Saya yakin, kami bisa segera mencetak gol dalam laga berikutnya,'' kata Hassenhutl seperti dilansir Sky Sports, Senin (31/1).

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat