Warga berjalan melintasi tanda jaga jarak di London, Selasa (19/1). Pemerintah Inggris memberlakukan kembali kaantina wilayah sehubungan meningkatnya penularan Covid-19 | AP/Frank Augstein
25 Jan 2021, 02:05 WIB

Inggris: Sekolah Buka April 2021

Pelaksanaan sekolah akan disandarkan pada data Covid-19.

LONDON -- Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, Ahad (24/1), mengatakan, sekolah mungkin dibuka kembali awal April. Namun, ia mengingatkan bahwa pelaksanaannya akan bergantung pada data perkembangan Covid-19.

"Semoga saja," kata Hancock ketika diwawancara Sky News tentang kemungkinan sekolah dibuka April.

"Namun, kita harus melihat data, harus melihat dampak dari program vaksinasi ... menteri pendidikan sudah mengatakan bahwa ia akan memastikan sekolah akan diumumkan dua pekan sebelum pelaksanaannya," katanya.

Inggris diperkirakan akan menghadapi angka kematian hingga 100 ribu dalam beberapa hari ini. Jika ini terjadi, Inggris akan menjadi negara kelima dengan kasus kematian itu.

Terkait

Empat negara lainnya adalah Amerika Serikat, Brasil, India, dan Meksiko. Namun, empat negara itu memiliki populasi lebih banyak dari Inggris yang saat ini berpenduduk sekira 67 juta jiwa.

Inggris kini memperluas target vaksinasinya. Saat berita ini ditulis, ada sekitar enam juta orang sudah mendapat suntikan vaksinasi tahap pertama.

Inggris menggunakan vaksin yang dikembangan Pfizer dan BioNTech, serta vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Oxford University. Kini, Inggris akan meloloskan izin untuk vaksin produksi Moderna.

Saat ini, Inggris juga menghadapi 77 kasus Covid-19 varian Afrika Selatan. Kasus tersebut terkait perjalanan dari Afrika Selatan. Selain itu, ada pula sembilan kasus Covid-19 varian Brasil.

Selandia Baru sedang menyelidiki kasus penularan Covid-19 pertama di masyarakat setelah tak melaporkan infeksi selama beberapa bulan terakhir. Otoritas di sana menduga kasus tersebut berkaitan dengan Covid-19 varian baru.

Kasus Covid-19 tersebut diidentifikasi pada seorang wanita berusia 56 tahun. Ia baru saja kembali dari luar negeri pada 30 Desember lalu. Wanita itu kemudian menjalani karantina selama dua pekan di fasilitas isolasi terkelola di Auckland.

Setelah dua kali dinyatakan negatif pascakarantina, wanita tersebut diperkenankan kembali ke tempat tinggalnya di Northland. Namun, beberapa hari kemudian, ia dinyatakan positif Covid-19.

photo
Warga berjalan melintasi toko-toko yang tutup di London, Selasa (19/1). Pemerintah Inggris memberlakukan kembali kaantina wilayah sehubungan meningkatnya penularan Covid-19 - (AP/Frank Augstein)

Transportasi umum

Sementara di Prancis, warga diimbau agar tak mengobrol satu sama lain saat berada di transportasi umum. Hal itu guna mencegah penularan Covid-19.

"Penggunaan masker wajib di angkutan umum, di mana jarak sosial tidak memungkinkan, harus disertai dengan satu tindakan pencegahan yang sangat sederhana: hindari berbicara dan menelepon," kata French National Academy of Medicine (FNAM) dalam pernyataan pada Sabtu (23/1).

"Itu bukan kewajiban, itu rekomendasi," ujar anggota FNAM, Patrick Berche.

FNAM bukan badan penasihat resmi negara, tetapi dapat menerbitkan rekomendasi. Terkadang anjuran yang dirilis bertentangan dengan kebijakan resmi pemerintah.

Baru-baru ini, FNAM mengkritik rekomendasi pemerintah tentang penggunaan masker bedah di ruang publik daripada masker kain. Menurut FNAM, masker kain buatan sendiri cukup efisien dalam mencegah penyebaran Covid-19 selama dipakai dengan benar. Sebagian besar infeksi terjadi dalam situasi ketika warga melepas maskernya.

Sumber : Reuters


×