Presiden AS Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden melambaikan tangan setibanya di Gedung Putih,Washington, DC, AS, Rabu (20/1) waktu setempat. | EPA-EFE/Alex Brandon
22 Jan 2021, 03:00 WIB

Pemimpin Dunia Sambut Biden

PM Spanyol menyebut Biden mewakili kemenangan demokrasi atas ulta-kanan.

WASHINGTON -- Para pemimpin dunia memberi ucapan selamat kepada Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Rabu (20/1). Tampuk kepemimpinan telah resmi beralih dari presiden sebelumnya, Donald Trump. Sejumlah harapan diutarakan para pemimpin dunia kepada Biden.

“Saya berharap dapat bekerja dengannya (Biden) dan dengan pemerintahan barunya, memperkuat kemitraan antara negara kita dan mengerjakan prioritas bersama kita: dari menangani perubahan iklim, membangun kembali yang lebih baik dari ketika masa pandemi, serta memperkuat keamanan transatlantik kita," kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di parlemen di London, Inggris.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier turut menyambut pelantikan Biden. Dia mengatakan, AS telah menghadapi tantangan luar biasa dan tetap bertahan.

"Terlepas dari upaya untuk merobek struktur kelembagaan Amerika, para pekerja pemilu dan gubernur, peradilan dan Kongres, telah terbukti kuat. Saya sangat lega bahwa hari ini Joe Biden dilantik sebagai presiden dan akan pindah ke Gedung Putih. Saya tahu banyak orang di Jerman berbagi perasaan ini," ucapnya.

Terkait

photo
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. - (EPA-EFE/NEIL HALL)

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan kemenangan Biden dalam pilpres AS mewakili kemenangan demokrasi atas ultakanan dan tiga metodenya. Metode tersebut, antara lain, penipuan besar-besaran, perpecahan nasional, dan penyalahgunaan lembaga-lembaga demokrasi.

"Lima tahun lalu, kami pikir (Donald) Trump adalah lelucon yang buruk, tapi lima tahun kemudian kami menyadari bahwa dia membahayakan demokrasi paling kuat di dunia," kata Sanchez.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengaku menantikan kepresidenan Biden. "Kami memiliki agenda bersama yang kuat, mulai dari multilateralisme efektif yang kami berdua ingin lihat, hingga perubahan iklim, transisi hijau dan digital, serta inklusi sosial,” ucapnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyanjung komitmen Biden untuk mengembalikan AS ke Kesepakatan Iklim Paris. "Kita akan lebih kuat menghadapi tantangan zaman kita. Lebih kuat untuk membangun masa depan kita. Lebih kuat untuk melindungi planet kita. Selamat datang kembali di Perjanjian Paris!” ujar Macron.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengungkapkan akan melanjutkan kerja sama dan kemitraan dengan AS di bawah pemerintahan Biden. Penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi adalah dua bidang utama yang diprioritaskan.

“Kita juga akan bekerja sama untuk memajukan aksi iklim dan pertumbuhan ekonomi yang bersih, mempromosikan inklusi dan keragaman, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang kelas menengah yang baik bagi rakyat kita sambil berkontribusi pada demokrasi, perdamaian, dan keamanan di dalam negeri dan di seluruh dunia," kata Trudeau.

Paus Fransiskus juga menyambut Biden dan mendoakan kebaikan untuk pemerintahan Biden. "Di bawah kepemimpinan Anda, semoga rakyat Amerika terus mendapatkan kekuatan dari nilai-nilai politik, etika, dan agama yang luhur yang telah menginspirasi bangsa (Amerika) sejak didirikan," kata Paus Fransiskus.

“Saya juga memohon kepada Tuhan, sumber dari semua kebijaksanaan dan kebenaran, untuk membimbing upaya Anda mendorong pemahaman, rekonsiliasi, dan perdamaian di AS serta di antara negara-negara di dunia untuk memajukan kebaikan umum universal,” ujar Paus Fransiskus menambahkan.

Biden adalah seorang penganut Katolik. Isu agama ini sempat diangkat Trump dan menjadi bahan sentimen saat kampanye presiden lalu.

Saat dilantik di depan gedung US Capitol, Biden berjanji akan menjadi presiden bagi semua warga Amerika. "Ini adalah hari demokrasi. Banyak yang harus kita perbaiki dan capai," katanya.

Pelantikan Biden ini dihadiri para mantan presiden AS dan pasangan mereka. Para mantan presiden yang hadir adalah Bill dan Hillary Clinton, George dan Laura Bush, serta Barack dan Michelle Obama. Mantan presiden Jimmy Carter tidak hadir. Namun, Carter yang berusia 96 tahun ini berjanji menyaksikan pelantikan Biden secara virtual.

Trump absen dari acara ini. Ia menjadi presiden pertama dalam 150 tahun terakhir yang tidak menghadiri pelantikan penerus jabatannya.

Namun, mantan wakil presiden Mike dan Karen Pence hadir di antara hadirin. Usai acara, keduanya tampak dilepas dengan lambaian tangan oleh Wakil Presiden Kamala Harris dan suaminya, Doug Emhoff. 


×