Pelatih Inter Milan Antonio Conte. | EPA-EFE/RICCARDO ANTIMIANI
17 Jan 2021, 09:00 WIB

Antonio Conte Puji Juventus

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, bereaksi jelang duel timnya kontra Juventus.

TURIN -- Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, bereaksi jelang duel antara timnya kontra Juventus. Grande Partita gionata ke-18 Serie A itu berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, markas Inter, Senin (18/1) dini hari WIB.

Perlahan tapi pasti, Inter kembali ke level teratas negeri spaghetti. Terutama dalam dua musim terakhir. Namun sang arsitek tetap membumi. Ia merasa Nerazzurri belum sepenuhnya menutup kesenjangan dengan sang rival.

"Juventus referensi bagi semua orang, karena mendominasi Italia dalam beberapa tahun terakhir. Jika Sebuah tim ingin mengetahui levelnya, maka satu-satunya refrensi di Italia adalah Juve," kata Conte dalam konferensi pers menuju bigmatch tersebut, Ahad (17/1).

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan berarti mengunggulkan tim tamu. Apalagi menjadikan si Nyonya Tua sebagai favorit secara gamblang.

Terkait

Namun ia hanya menjelaskan fakta. Sebuah penghormatan untuk klub yang menjuarai Serie A, nyaris satu dekade terakhir.

"Paling tidak, yang bisa kami berikan pada Juventus adalah rasa hormat, setelah apa yang telah mereka lalukan. Musim lalu kami mempertipis jarak denagan mereka, dan saya berharap kami melakukan hal yang sama, saat ini," ujar Conte, dikutip dari Football Italia.

Ia teringat pada sebuah musim tertentu. Saat itu Bianconeri unggul jauh dari para rival. Bahkan selisih poin bisa mencapai 20 hingga 25 poin. Menurut Conte, pemandangan seperti itu, kurang bagus untuk dilihat.

Tentu saja mengurangi nilai kompetitif di Serie A. Namun berjalannya waktu, para pesaing Juve, termasuk Inter, terus berbenah.

"Tidak ada tim di Italia yang dapat mengatakan mereka telah menutup kesenjangan dengan Juventus, tapi kami semakin dekat," tutur Conte.

Namun ia melihat Bianconeri tidak berdiam diri. Kendati berstatus juara bertahan, kubu hitam-putih terus menambah kekuatan di setiap musimnya.

Termasuk di periode terkini. Ada sejumlah bintang anyar nan belia baru saja memasuki kamar ganti si Nyonya Tua.

"Mereka menggat pemain-pemain seperti Federico Chiesa, Alvaro Morata, Dejan Kulusevski, dan Weston Mckennie. Mereka berhak mendapat pujian aras peningkatan yang mereka lalukan setiap tahun," ujar Conte.

Inter Milan berada di posisi kedua klasemen sementara Serie A musim ini. Dengan mengantongi 37 poin, La Beneamata unggul empat angka atas si Nyonya Tua.

Duel yang dinanti

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nerazzuri (intermilanmerch.id)

Dua tim raksasa Italia, Inter Milan dan Juventus, saling gempur pada pertandingan putaran ke-18 yang berlangsung Ahad (17/1) dini hari, pada duel bertajuk Derby d'Italia. Tuan rumah Inter gagal meraih kemenangan pada dua pertandingan terakhirnya di Liga Italia. Nerazzurri dipukul 1-2 oleh Sampdoria, dan harus bekerja keras untuk dapat bermain imbang 2-2 saat dijamu AS Roma.

Untungnya, Inter baru mendapat hasil positif pada pertandingan terakhirnya. Pasukan Antonio Conte berhasil menyingkirkan Fiorentina pada 16 besar Piala Italia Rabu (14/1) lalu untuk mengamankan langkah ke perempat final.

Kemenangan yang mestinya dapat menjadi penyuntik semangat Inter untuk menghadapi rival abadinyasekaligus mengejar pemuncak klasemen AC Milan yang unggul tiga poin.

Di sisi lain, Juventus berhasil kembali ke jalur kemenangan setelah sempat dipukul 0-3 oleh Fiorentina pada Desember silam. Setelah laga tersebut, pasukan Andrea Pirlo mencatatkan tiga kemenangan beruntun di liga, yang salah satunya didapat atas sang pemuncak klasemen Milan.Juve yang mengistirahatkan sejumlah pemain kuncinya pada pertandingan Piala Italia melawan Genoa Selasa (14/1) lalu juga mendapatkan bekal positif dari laga tersebut setelah mereka meraih kemenangan 3-2 meski harus memainkan perpanjangan waktu.

Milan baru akan bermain pada laga terakhir putaran ke-18, dengan melawat ke markas tim papan bawah Cagliari. Secara matematis, sulit berharap Cagliari yang menelan kekalahan beruntun pada empat pertandingan terakhirnya di liga dapat mencuri poin dari Rossonerri.

Di kubu Milan, mereka hanya sekali gagal menang dalam lima pertandingan terakhirnya di liga, yakni saat dipukul Juventus. Suasana moril tim Milan juga sedang bagus setelah mereka memastikan melaju ke perempat final Piala Italia berkat kemenangan adu penalti atas Torino.

Selain duel Inter kontra Juve, pertandingan panas lainnya akan tersaji saat dua tim ibukota, Lazio dan AS Roma, memainkan Derby della Capitale pada laga pembukaan putaran ke-18.

Tuan rumah Lazio menjadi pemenang pada dua pertandingan terakhirnya di liga, meski kedua kemenangan tersebut didapat dari dua tim yang memiliki perbedaan kualitas yang jauh dengan mereka. Sedangkan Roma harus melihat rentetan tiga kemenangan beruntunnya terhenti saat ditahan imbang Inter pada pekan lalu.

Pada dua Derby della Capitale terakhir, tidak ada tim yang keluar menjadi pemenang. Namun kali ini pertaruhan kedua tim cukup besar. Lazio yang berada di posisi kedelapan tentu tidak ingin semakin tercecer dari persaingan memperebutkan tiket Eropa, sedangkan tim posisi keempat Roma berambisi minimal dapat menempel ketat dua tim teratas sambil menjaga jarak dari Juve.

Atalanta yang mengintip untuk masuk zona Liga Champions juga belakangan memiliki catatan apik dengan raihan tiga kemenangan beruntun di Liga Italia. La Dea juga berhasil mengamankan tiket ke perempat final Piala Italia setelah menyingkirkan Cagliari.

Pada putaran ke-18, Atalanta akan menjamu Genoa yang berhasil kembali ke jalur kemenangan pada pertandingan sebelumnya dengan menaklukkan Bologna. Meski demikian, agak berat rasanya membayangkan Atalanta tidak meraup tiga poin dari laga ini.

Napoli dan Sassuolo yang berada di posisi keenam dan ketujuh mungkin memiliki visi berbeda pada putaran ke-18. Partenopei yang berada di posisi keenam dan akan menjamu Fiorentinaitu tentu tidak ingin menempel ketat lima tim di atasnya. Pasukan Genarro Gattusoitu juga memiliki bekal moril yang bagus setelah menang atas Empoli di Piala Italia.

Sassuolo sedang menjalani tren buruk. Mereka tiga kali kalah dalam lima pertandingan terakhirnya di Liga Italia, dan ingin segera mengobati rasa luka dan malu setelah disingkirkan tim Serie B SPAL dari Piala Italia. Parma yang selalu menelan kekalahan pada lima penampilan terkininya pun dibidik untuk menjadi sasaran pertama.

Di papan bawah, Torino yang baru disingkirkan Milan dari Piala Italia akan bertemu Spezia yang sedang menjalani tren bagus dengan catatan dua kemenangan beruntun. Parma bertemu dengan Sassuolo, dan tim juru kunci Crotone akan kedatangan tim yang tidak konsisten Benevento.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Juventus (juventus)

 


×