Hikmah Republika Hari ini | Republika
16 Jan 2021, 03:30 WIB

Vaksinasi Hati

Tujuan vaksinasi hati adalah untuk meningkatkan imun iman kita menjadi makin kuat.

OLEH MOCH HISYAM

Upaya untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 yang digalakkan saat ini jangan sampai menjadikan kita lupa untuk selalu melakukan vaksinasi hati. Bila tujuan dari vaksinasi Covid-19 adalah meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi virus SAR-CoV-2, maka tujuan dari vaksinasi hati adalah untuk meningkatkan imun iman kita menjadi makin kuat, sehingga tidak mudah terpapar oleh dosa dan maksiat.

Vaksinansi hati penting kita lakukan. Mengenyampingkan dan melupakan vaksinasi hati akan membuat hati kita rentan terpapar dosa dan maksiat. Ini bisa menyebabkan hati kita sakit dan menimbulkan kematian hati.

Dalam kitab Hikam, Ibn 'Athaillah as-Sakandari menyampaikan kalam hikmah bahwa di antara tanda-tanda hati mati adalah tidak ada kesedihan atas ketaatan yang terlewatkan dan tidak adanya penyesalan atas adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Kedua tanda tersebut menunjukkan bahwa tidak adanya nilai-nilai keimanan yang tertanam kokoh dalam hatinya.

Terkait

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah mengatakan, "Itu adalah dosa di atas dosa sehingga membuat hati menjadi buta, lalu mati." Vaksinasi hati adalah proses pemberian “vaksin” ke dalam diri kita melalui amalan-amalan hati untuk meningkatkan produktivitas amal guna menangkal ajakan hawa nafsu dan bisikan serta godaan setan.

Vaksin yang dimasukkan ke dalam hati kita berupa zikir, tafakur, tobat, dan menyimak nasihat-nasihat agama. Kandungan vaksin hati itu akan menimbulkan keinsyafan, kesadaran akan kebesaran Allah SWT, ketenangan hati, dan menimbulkan semangat beramal. Proses ini merupakan proses imunisasi iman di dalam hati kita.

Vaksin hati itu semuanya bersumber dari “rekomendasi” Sang Mahapenyembuh (as-Syaafii), yakni Allah SWT. Salah satunya dapat kita telaah dalam surah ar-Ra’du ayat 28, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim hendaknya kita selalu melakukan vaksinasi hati dalam keseharian kita agar hati kita senantiasa sehat dan baik. Rasulullah SAW bersabda, “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR Bukhari no 52 dan Muslim no 1599).

Bila vaksinasi hati ini terus kita lakukan niscaya imun iman kita akan kuat yang tidak hanya melindungi diri dari dosa dan maksiat, juga menumbuhkan produktivitas amal-amal yang baik. Sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Ibrahim ayat 24 dan 25, “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman) seperti pohon yang baik, akarnya menancap kuat (ke dalam tanah) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap saat dengan izin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.”

Untuk itu, iringilah vaksinasi Covid-19 yang sedang digalakan dengan selalu melakukan vaksinasi hati agar keselamatan dan kebaikan mengiringi kehidupan kita di dunia ini maupun saat kita berada di akhirat kelak.

Wallahu a'lam.


×