Sejumlah kerabat dan keluarga berdoa di kuburan Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Darul Qur | Republika/Putra M. Akbar
15 Jan 2021, 10:49 WIB

Meneruskan Perjuangan Syekh Ali Jaber

Perjuangan Syekh Ali Jaber adalah melahirkan para penghafal Alquran

Indonesia berduka karena kehilangan ulama kebanggaannya, Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber (Syekh Ali Jaber). Pendakwah kondang ini tutup usia pada Kamis (14/1/2021) pukul 09.00 WIB setelah 19 hari dirawat di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

Kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber diketahui menurun dalam beberapa pecan terakhir. Pada 29 Desember 2020, dia mengumumkan dirinya positif terpapar Covid-19. Hal itu ia sampaikan melalui video yang kemudian diunggah oleh akun yayasannya, @yayasan.syekhalijaber. Dalam video tersebut, Syekh Ali Jaber tampak memakai alat bantu oksigen. 

Ia mengaku tak menyangka bisa positif Covid-19. "Alhamdulillah inalilah subhanallah. Enggak menyangka. Padahal sudah sering swab berkali-kali dan (hasilnya) selalu negatif. Beberapa hari lalu awal langkah mulai panas, kemudian batuk. Saya rasa panas biasa-biasa saja," ujar Syekh Ali Jaber.

Dia juga menegaskan selalu berusaha semaksimal mungkin mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3M, dan jarang bertemu banyak orang. "Coba bayangkan saya jarang ketemu siapa-siapa, kalaupun ketemu, saya selalu memenuhi protokol jaga 3M, kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian, tapi subhanallah kalau sudah qadarullah wa hadhr la Yuni Minal qadar, Kalau sudah ditakdirkan oleh Allah pasti datang ujian," tuturnya. 

Tubuhnya diserang demam, batuk, hingga sesak napas. Sempat hanya ingin menjalani karantina mandiri, tapi akhirnya memutuskan dirawat di rumah sakit lantaran tak kuat dengan kondisinya. Masuk ruang ICU Kondisi Syekh Ali Jaber lantas memburuk tak lama setelah mengumumkan dirinya positif Covid-19.

 

Melalui admin yang mengelola akun Instgram pribadinya, @syekh.alijaber, pendakwah asal Madinah itu diketahui masuk ruang ICU di sebuah rumah sakit di Jakarta. "Sahabat Syekh Ali Jaber yang semoga dirahmati Allah. Mohon doanya untuk Syekh Ali. Saat ini beliau dirawat di ruang ICU dan tidak bisa menggunakan HP. Terima kasih untuk semua doa dan perhatiannya..." tulis admin akun Syekh Ali Jaber via Instagram Story. 

Dari unggahan tersebut, diketahui bahwa Sang Alim belum bisa berkomunikasi secara daring. Hal itu karena ia tidak diperbolehkan membawa perangkat selulernya saat menjalani perawatan di ruang ICU. Kondisi Syekh Ali Jaber yang memburuk diperkuat unggahan presenter Arie Untung di Instagram pada Senin (4/1/2021). Arie Untung, melalui akun @ariekuntung, mengunggah foto Syekh Ali Jaber yang terlihat banyak menggunakan alat bantu pernapasan. 

"Temen-temen mohon bantuan doanya dengan sangat untuk guru kita @syakh.alijaber. Semoga dilancarkan kesembuhannya," tulis Arie. 

Kondisi membaik, Yayasan Syekh Ali Jaber kembali menginformasikan kondisi terbaru sang pendakwah, terutama untuk meluruskan berita yang sempat beredar. Bersamaan dengan keluarnya informasi dari Arie pada Senin pekan lalu, yayasan tersebut menyatakan kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber meningkat. 

Kendati demikian, Syekh Ali Jaber masih dirawat intensif di ruang ICU. "Kami kabarkan, saat ini beliau masih dalam perawatan intensif di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Kondisinya pun Semakin Membaik, tim medis menyampaikan apa adanya, bahwa perkembangannya cukup bagus dan terus menunjukan peningkatan," tulis admin akun @yayasan.syekhalijaber. 

Menurut pemaparan yayasan tersebut, Syekh Ali Jabar mengalami beberapa gangguan fisik setelah mengidap Covid-19. Sehingga, Sang Alim harus istirahat total. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ali Jaber (syekh.alijaber)

Wafat setelah negatif Covid-19 

Syekh Ali Jaber pada akhirnya mengembuskan napas terakhir pagi hari ini. Selain informasi dari Yusuf Mansur, yayasan Syekh Ali Jaber juga mengumumkan meninggalnya Syekh Ali Jaber lewat akun Instagram @yayasan.syekhalijaber. Dari unggahan yang sama, yayasan menegaskan Syekh Ali Jaber wafat bukan karena masih terpapar Covid-19. 

"Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi hari ini, 14 Januari 2021, jam 08.30 WIB dalam keadaan negatif Covid-19," begitu pernyataan yayasan almarhum. 

"Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," lanjut pernyataan yayasan.  Jenazahnya dimakamkan di Kompleks Pesantren Darul Quran (Daqu) Cipondoh Tangerang, Banten.

Kesaksian

Usai prosesi pemakaman Syekh Ali Jaber dilaksanakan, sejumlah kerabat memberikan pernyataan serta doa. Dalam salah satu kesaksian keluarga Syekh Ali Jaber, beliau merupakan sosok yang mencintai dan membela Alquran. 

"Kami Bersaksi, Syekh Ali Jaber Membela Alquran," kata Ahli Tafsir Alquran, Juri Acara Hafizh, Pendiri Yayasan Fath Qur'ani Center, Amir Faishol Fath, dalam live streaming Prosesi Pemakaman Syekh Ali Jaber. 

Selanjutnya, pembacaan doa juga terus dihaturkan disambut dengan sambung menyambung diaminkan para hadirin yang datang. 

 

 

Ini ustaz kami, inna Syekh Ali Jaber min ahli khair. Kami datang ke sini bersaksi, ini guru kami, teman kami, keluarga kami, yang membela Alquran. Kumpulkan kami di surga-Mu karena Alquran, mencintai-Mu, mencintai Alquran. 

 

AMIR FAISHOL FATH, Ahli Tafsir Alquran, Juri Acara Hafizh, Pendiri Yayasan Fath Qur'ani Center.
 

Atas nama Keluarga besar Syekh Ali Jaber serta Yayasan Syekh Ali Jaber, dia mengucapkan syukron wa jazakumullah khair kepada para hadirin serta khalayak ramai yang mendoakan kepulangan Syekh Ali Jaber. 

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kerabat, teman, rekan-rekan, jamaah, demikian pula khalayak media. Terima kasih sebesar-besarnya telah mendoakan beliau. Semoga Allah membalas kebaikan semuanya, dan mencatatkan saksi kebaikan buat beliau," ujarnya. 

photo
Syekh Ali Jaber (kanan) mencium Muhammad Al Gifari (kiri) saat pertemuannya di sela acara Milad Yayasan Nuurun Nisaa di Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/10). Dalam pertemuannya tersebut, Syekh Ali Jaber berencana memberangkatkan Umrah Muhammad Al Gifari atau yang akrab disapa Akbar dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Foto: Abdan Syakura/Republika - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Meneruskan perjuangan

Adik Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber mengungkapkan, akan melanjutkan cita-cita Syekh Ali Jaber setelah kepulangannya ke hadirat Allah SWT. Cita-cita utama yang akan terus diperjuangkan, kata Syekh Muhammad adalah melahirkan banyak para penghafal Alquran atau hafiz/hafizah di Indonesia. 

"Kita tetap lanjutkan dakwah beliau melahirkan para penghafal Alquran di Indonesia," ujarnya saat ditemui di area pemakaman Syekh Ali Jaber di Pondok Pesantren Darul Quran, Tangerang. 

Syekh Muhammad mengungkapkan, cita-cita tersebut akan diteruskan oleh generasi penerusnya, dari kalangan ulama maupun sejumlah asatiz/asatizah. Dia menyebut, harapan Syekh Ali Jaber selama ini memang untuk melihat semakin banyaknya para penghafal Alquran di Nusantara yang jumlahnya bahkan bisa sampai jutaan. Tak hanya hafal Alquran, tetapi mentadabburinya. 

"Cita-cita beliau bagaimana orang-orang Indonesia hafal Alquran,  bahkan jutaan di Indonesia menjadi hafiz Alquran. Semakin dekat dengan Alquran. InsyaAllah kita perjuangkan cita-cita beliau. Walau sudah meninggal InsyaAllah asatiz menjalankan cita-cita beliau," terangnya. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Syekh Ali Jaber di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).

Semasa hidupnya Syekh Ali Jaber benar-benar tampil sebagai sosok ulama yang banyak berperan dalam melahirkan para penghafal Alqur’an. “Beliau telah banyak berperan dalam melahirkan generasi penghafal Alquran di negeri ini,” ujar Prof Haedar dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Kamis (14/1).

Prof Haedar mengatakan, Syekh Ali Jaber selama hidupnya juga tidak pernah mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang bersifat kontroversial. Menurut dia, keulamaannya juga bukan hanya pada ilmunya, tetapi lisan dan tindakannya yang dapat menjadi suri teladan umat.

“Kita kehilangan ulama yang moderat dan terbuka dengan semua kelompok. Ulama yang santun, toleran, dan menebar kesejukan nilai Islami. Pesan-pesan dakwahnya tidak keras dan tidak meresahkan, itulah pesan dakwah bil hikmah,” ucapnya.

Dia pun mendoakan almarhum meninggal dalam keadaan khusnuh khatimah, diterima amal ibadahnya, diampuni kesalahannya, dan diterima di sisi Allah SWT. Selain itu, Prof Haedar juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.

“Semoga keluarga yang ditinggal diberi kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan,”  katanya

Salah satu legasi almarhum adalah Yayasan Syekh Ali Jaber Jl. Raya Jatinegara Barat No.169, RT.5/RW.1, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13320. Lembaga sosial ini bergerak di bidang pendidikan khusus Alquran dan hadis bersanad, yang menjadi wadah dakwah Islam.

photo
Syekh Ali Jaber (kanan) memeluk Muhammad Al Gifari (kiri) saat pertemuannya di sela acara Milad Yayasan Nuurun Nisaa di Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/10). Dalam pertemuannya tersebut, Syekh Ali Jaber berencana memberangkatkan Umrah Muhammad Al Gifari atau yang akrab disapa Akbar dan mengangkatnya menjadi anak angkat. Foto: Abdan Syakura/Republika - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Kenangan

Kepergian Syekh Ali Jaber kepada sang Khaliq meninggalkan duka mendalam di hati Ustaz Yusuf Mansur. Pemimpin pondok pesantren Darul Qur'an ini pun mengunggah video tentang kebersamaan bersama Syekh Ali Jaber di akun Instagram miliknya. UYM juga mengungkapkan kenangan bersama almarhum melalui video yang diunggahnya itu.

"Kenangan bersama Syekh Ali begitu banyak. Adik, sahabat, keluarga sekaligus guru dan tempat bertanya. Sosok yang banyak meninggalkan ajaran dan kenangan," tulis Ustaz Yusuf Mansur di akun Instagramnya, Kamis (14/1).

Dai kondang asal Betawi ini mengenang perjumpaan pertama dengan Syekh Ali. UYM mengungkapkan, mereka pertama kali bertemu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. UYM mengaku kaget ketika Syekh Ali yang berperawakan tinggi tiba-tiba menyapanya.

"Waktu ke Sunda Kelapa, tiba-tiba ada orang Arab, tinggi, ganteng, gede, menyapa saya. Saya kaget," ungkap UYM.  

UYM juga mengungkapkan, bahwa dirinya yang membawa Syekh Ali untuk tampil di stasiun TV. Ia mengaku kaget, karena meskipun Syekh Ali memiliki ilmu agama yang tinggi, namun ia rupanya bisa berbahasa Indonesia.

"Sama saya dibawa ke TV. Saya jemput beliau pertama-tama, saya bawa ke TPI ke MNC zaman dulu buat dikenalin ke orang Indonesia, ini lho orang Arab yang cinta Indonesia, ahli Alquran yang cinta sama Indonesia," tuturnya.

Ustaz Yusuf mengatakan, bahwa Syekh Ali adalah sosok pejuang dan penghafal Alquran yang cinta dan ingin berdakwah Indonesia. Karena itulah, UYM mendoakan pahala bagi Syekh Ali dan keluarganya, serta semua orang yang membuka jalan untuk Syekh Ali berdakwah di Indonesia. UYM bersyukur karena kini ada adik Syekh Ali, Syekh Muhammad, yang turut berdakwah di Indonesia.

"Keluarganya ahli Alquran semua, bapak ibunya penghafal Alquran, semua cinta sama Indonesia. Ya Allah terima amal shalih Syekh Ali, jadikan tumbuh lebih banyak Syekh Ali dan para penghafal Alquran dan ulama yang lain yang hebat di berbagai bidang," katanya.


×