Personel kepolisian berada samping tempat isolasi mandiri usai peresmian tempat isolasi mandiri di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tegal, Jawa Tengah, Senin (23/11). | Oky Lukmansyah/ANTARA FOTO
27 Nov 2020, 02:00 WIB

Daerah Terus Cari Tambahan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Kapasitas rumah sakit rujukan yang hampir penuh dikhawatirkan tidak bisa menampung pasien Covid-19.

KARAWANG – Daerah yang menambah kapasitas ruang perawatan dan isolasi untuk pasien Covid-19 terus meluas. Di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pemerintah daerah (pemda) setempat memutuskan untuk menambah ruang isolasi dengan menyewa dua hotel karena kasus Covid-19 yang kian meningkat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Karawang Fitra Hergyana mengatakan, jumlah kasus sudah melebihi kapasitas rumah sakit rujukan Covid-19. Kapasitas bed di rumah sakit penuh sehingga Pemkab Karawang menyediakan ruang isolasi tambahan di dua hotel di daerah Telukjambe Timur. “Sebelumnya kita siapkan 320 bed. Lalu ada lonjakan, kita tambah ruang tambahan,” kata dia di Karawang, Kamis (26/11).

Dia mengatakan, ada kriteria khusus bagi pasien yang diisolasi di hotel. Pasien yang diisolasi di hotel adalah yang berusia di bawah 50 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta dan hasil CT-nya di atas 30. “Karena di hotel kan tidak ada peralatan medis untuk pasien yang punya riwayat penyakit. Jadi yang diisolasi di hotel rata-rata orang tanpa gejala dan usianya di bawah 50 tahun,” ujar dia.

Kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah yang menunjukkan tren kenaikan cukup signifikan membuat rumah sakit khawatir. Kapasitas rumah sakit rujukan yang hampir penuh saat ini dikhawatirkan tidak bisa lagi menampung pasien Covid-19 jika tren kenaikan tidak kunjung melandai.

Terkait

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta pemda agar tanggap siaga terkait tren kenaikan keterisian kamar inap dan ICU di rumah sakit di berbagai daerah. Satgas mencatat, kapasitas tempat tidur ICU di Provinsi Banten telah terisi sebanyak 97 persen dan ruang isolasinya telah terpakai 80 persen.

photo
Petugas memeriksa kesiapan dan fasilitas di Rusanawa Gandasari, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (16/11). Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan rumah susun sederhana sewa berkapasitas 99 kamar sebagai tempat isolasi jika terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 dan disertai penunjang pelayanan dari tenaga kesehatan selama isolasi. - (ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah)

Sedangkan di Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan data per 22 November, tingkat keterisian tempat tidur ICU mencapai 69,57 persen dan tempat tidur isolasi terpakai sebanyak 71,66 persen. Di Provinsi Jabar, tempat tidur ICU tercatat telah terpakai sebanyak 73,45 persen dan tempat tidur isolasi terisi sebanyak 79,62 persen. 

Pemprov DKI Jakarta memperbaharui data mengenai keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di 98 rumah sakit rujukan Covid-19. Berdasarkan data yang diunggah dalam akun Instagram @dkijakarta, hingga tanggal 22 November 2020, ketersediaan tempat tidur isolasi masih ada 25 persen dari jumlah total sebanyak 6.061 unit.

Sementara itu, keterpakaian tempat tidur isolasi mencapai 75 persen dengan total pasien isolasi sebanyak 4.521 orang. Sedangkan untuk ketersediaan tempat tidur di ICU masih tersisa 31 persen dari total sebanyak 837 unit. Berdasarkan data itu, keterpakaian tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 mencapai 69 persen dengan total pasien berjumlah 578 orang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut adanya kenaikan kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota terjadi lantaran efek dari libur panjang pada akhir bulan Oktober 2020. “Jadi, betapa terlihat ada korelasi antara pengetatan kolektif, bukan insiden kolektif dengan pertumbuhan laju angka kasus aktif di Jakarta. Artinya, kita betul-betul harus antisipasi,” ujar dia.


×