Penawaran CWLS ritel SWR-001 | Kementerian Keuangan
23 Nov 2020, 04:00 WIB

Wakaf Sukuk Ritel Dapat Antusiasme Masyarakat

Penawaran CWLS dinilai perlu tetap dilanjutkan.

JAKARTA – Mitra distribusi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) seri SWR-001 mencatat antusiasme dari wakif untuk menyalurkan dana ke instrumen wakaf sukuk ritel perdana. BNI Syariah mencatatkan penghimpunan dana CWLS ritel SWR-001 sebesar Rp 782 juta dari 39 wakif. Sekretaris Perusahaan BNI Syariah Bambang Sutrisno mengatakan, antusiasme wakif cukup tinggi dalam mengadopsi produk ini. Kendati demikian, kendala literasi dan mekanisme penjualan yang masih luring menjadi catatan dalam evaluasi ke depan.

"Alhamdulillah hasil penjualan CWLS SWR-001 Tahun 2020 sebesar Rp 782 juta dengan 39 wakif," katanya kepada Republika, Ahad (22/11).

Meski masih di bawah target, minat masyarakat terhadap CWLS SWR-001 sebenarnya sudah cukup baik. Hal ini terlihat saat BNI Syariah menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi pada masa penawaran wakaf sukuk ritel perdana tersebut.

SWR-001 mulai ditawarkan kepada masyarakat pada 9 Oktober 2020 hingga 12 November 2020. Masa penawaran kemudian diperpanjang menjadi hingga 20 November 2020.

Terkait

Menurut Bambang, wakaf sukuk SWR-001 merupakan proyek pertama berupa investasi sosial. Sehingga, masyarakat belum terlalu paham secara menyeluruh termasuk alur skemanya. Selain itu penjualan dengan skema luring atau wakif wajib datang ke bank menjadi salah satu faktor penghambat.

"Terlebih pada saat pandemi seperti ini, sehingga menimbulkan keengganan dari calon wakif atau investor, sehingga minat masyarakat untuk CWLS SWR-001 ini belum sesuai harapan," katanya.

photo
Pegawai Mandiri Syariah tengah menunjukkan fitur wakaf sukuk CWLS Aceh pada dashboard aplikasi Mandiri Syariah Mobile, di Jakarta, Senin (31/8). - (Yogi Ardhi/Republika)

Dari segi produk, instrumen CWLS SWR-001 memiliki peluang yang baik. Karena menurut data Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf di Indonesia per tahun adalah Rp 180 triliun. Namun skema yang ada saat ini pada CWLS SWR-001 harus dapat lebih disesuaikan dan memudahkan calon wakif untuk dapat ikut dalam penawaran wakaf sukuk seri berikutnya.

Saat ini wakif yang sudah ikut CWLS masih didominasi oleh investor ritel maupun kolektif atau komunitas. Ini karena proses yang dibutuhkan untuk bertransaksi CWLS SWR-001 lebih mudah bagi investor ritel dibandingkan institusi.

SWR-001 merupakan wakaf temporal. Artinya, dana pokok wakaf akan dikembalikan kepada wakif. Sementara imbal hasilnya akan digunakan untuk kegiatan sosial yang memiliki dampak sosial dan ekonomi untuk masyarakat.

SWR-001 memiliki tenor dua tahun dengan tingkat imbalan tetap sebesar 5,5 persen per tahun. Kementerian Keuangan menggandeng empat Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU) untuk menjadi mitra distribusi (midis) wakaf sukuk tersebut. Selain BNI Syariah, terdapat midis Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan Bank Muamalat.

Literasi dan edukasi pada masyarakat terkait CWLS dinilai masih perlu diteruskan. Sekretaris Perusahaan Bank Muamalat Hayunaji mengatakan, instrumen ini perlu lebih banyak sosialisasi.

"Fitur CWLS ini masih sangat terbatas yang paham, seperti tentang tidak adanya bagi hasil buat investor dan ada opsi pokok diwakafkan seluruhnya," katanya kepada Republika, Ahad (22/11).

Menurutnya, kebanyakan calon investor masih belum paham mengenai skema bagi hasil yang diwakafkan. Perlu penegasan bahwa CWLS merupakan investasi akhirat.

Hayunaji menekankan, instrumen CWLS adalah instrumen yang menarik untuk pengembangan penghimpunan wakaf uang. Sehingga, dia berharap instrumen ini perlu terus dilanjutkan ke depan.

Dia menyampaikan, SWR-001 adalah seri perdana sehingga masih memungkinkan peningkatan dalam penawaran selanjutnya.

"Jika akses digital dibuka dan selama masyarakat mengerti dan berniat tentu bisa lebih besar," katanya.

Wakif SWR-001, Nisaul Musyahadah (29 tahun) menyampaikan, salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pemesanan adalah keharusan datang ke bank. Menurutnya, perlu ada terobosan penawaran melalui sistem daring terutama pada masa pandemi Covid-19.

“Untuk memesannya harus datang ke bank sampai dua kali. Mungkin akan lebih mudah kalau semua sistemnya sudah bisa online,” kata Nisaul. 


×