Polisi membekuk para tersangka begal pesepeda di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/11/2020). Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 6 kasus begal pesepeda periode September hingga November 2020 dengan jumlah tersangka sebanyak 10 orang | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jakarta

04 Nov 2020, 06:52 WIB

Korban Begal Sepeda Masih Enggan Melapor

Pelaku begal sepeda biasa beraksi mengggunakan sepeda motor.

JAKARTA – Polda Metro Jaya menangkap 10 pelaku begal yang kerap mengincar dan meresahkan pesepeda di jalanan Ibu Kota. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana mengatakan, selama dua bulan, dari 14 (laporan polisi), pihaknya berhasil ungkap enam TKP dengan tersangka 10 orang.

Nana mengatakan, dari 10 tersangka yang diamankan, satu orang terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri saat dilakukan penangkapan. Kemudian, dari 10 tersangka tersebut, empat orang di antaranya diketahui masih berstatus anak di bawah umur.

Empat tersangka yang di bawah umur, yaitu MA (16 tahun), MMAH (16), NY (15), dan ST (17). Sedangkan, tersangka lainnya adalah SH (26), AR (41), BG (21), RN (22), ID (26), dan MAS (20). Dalam menjalankan aksinya, para pelaku biasanya sudah mengincar dan mengamati korbannya. Saat beraksi para pelaku juga tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan kepada korbannya.

“Kebanyakan korban terjatuh dari sepeda dan terluka, karena mereka biasanya langsung menjambret barang milik korbannya,” kata Nana.

Para tersangka ini biasanya beraksi dengan menggunakan sepeda motor, dan modusnya adalah menyasar pesepeda yang melintas di tempat sepi. Akibat perbuatannya, 10 orang tersebut kini telah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 365 KUHP tentang perampokan.

"Penerapan pasal untuk para pelaku, ini ada 10 orang kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," kata dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya hingga saat ini telah menerima 14 laporan terkait kasus pembegalan terhadap pesepeda. Dari jumlah tersebut, penyidik berhasil mengungkap sebanyak tujuh kasus.

photo
Pebalap sepeda National Paralympic Committee (NPC) Muhammad Fadli Immamuddin (kiri) mengikuti pemusatan latihan Pelatnas di Velodrome, Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/10/2020). Pelatnas NPC dilaksanakan saat pendemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan untuk persiapan Paralimpiade Tokyo 2021 - (MOHAMMAD AYUDHA/ANTARA FOTO)

"14 laporan polisi yang baru masuk, sementara pengungkapan sudah kita lakukan. Selama tim khusus dibentuk. Kami mengungkap tujuh kasus," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus, Senin (3/11).

Meski demikian, polisi menduga jumlah kasus pembegalan terhadap pesepeda lebih tinggi dari angka di atas karena masih banyak korban begal yang enggan melapor kepada pihak berwajib. Hal itu didasarkan kepada pengakuan dari pelaku begal sepeda yang sebagian besar mengaku sudah lebih dari satu kali melakukan perampokan terhadap pesepeda.

Sebelumnya, aktor senior Anjasmara menjadi korban begal saat bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Senin (19/10). Selain itu, salah seorang prajurit Marinir, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko turut menjadi korban pembegalan saat sedang bersepeda di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan Republika menelusuri sejumlah jalan protokol di Jakarta pada Selasa (3/11), terlihat belasan polisi berjaga di lima jalan protokol di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Di Jalan Merdeka Timur dan Jalan Merdeka Utara, tampak tak ada polisi yang berjaga. Sedangkan, di Jalan Merdeka Barat, tampak lima polisi berjaga di pinggir jalan dengan mengenakan seragam dan menunggangi sepeda motor.

Zarni Nugraha Saputra (26), salah seorang warga yang kerap berolahraga di Jalan Sudirman hingga Thamrin, juga menyebut di dua ruas jalan itu jarang ada polisi yang berjaga. Zarni, yang juga kerap bersepeda di Jakarta Pusat, mengaku, dirinya masih takut untuk kembali bersepeda di Ibu Kota.

"Saya tidak sepedaan lagi setelah ada berita begal sepeda di Jaksel dua pekan lalu. Sampai sekarang saya masih takut," kata Zarni.

Lintasan sepeda

photo
Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) menyelesaikan lukisan Taman Pilar Jati di kolong Tol Becakayu, Cipinang Melayu, Jakarta, Senin (7/9). Taman yang lokasinya memanfaatkan lahan konsong dibawah Tol Becakayu itu nantinya akan dilengkapi taman lalu lintas, jalur sepeda anak-anak, kolam ikan dan pertanian kota, untuk dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka hijau - (Republika/Putra M. Akbar)

Lintasan sepeda Pilar Jati Bike Park di kolong Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, resmi dibuka untuk umum."Sudah dibuka untuk umum Ahad (1/11) ," ujar Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman di Jakarta, Selasa.

Lintasan sepeda di wilayah RW 03 Cipinang Melayu berkonsep pump track pertama di wilayah Jabodetabek yang memanfaatkan lahan fasos/fasum kota.Lahan seluas 200 meter persegi (m2) milik PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pengelola Tol Becakayu telah dilengkapi dengan "roller" atau gundukan tanah.

Fasilitas yang dibangun atas inisiatif warga Kelurahan Cipinang Melayu merupakan area taman edukasi sekaligus tempat berolahraga.Pembangunan Pilar Jati Bike Park berkolaborasi dengan Komunitas Sepeda Rombongan Anak Mangkok (ROAM) Universitas Indonesia (UI) dan Satuan Pemeliharaan Landasan Bike Park.Pembiayaan pembangunan Pilar Jati Bike Park ini dilakukan secara swadaya dan dibantu oleh PT Wijaya Karya (Wika) dari proyek KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung).

Selain itu, pembangunan ini juga telah mendapat izin pihak PT KKDM (Kresna Kusuma Dyandra Marga) dan berkoordinasi dengan Perum Jasa Tirta II. Ketua Umum ROAMUI Adrian Bachrumsyah mengatakan terdapat empat area bermain sepeda.Area pertama, jenis "table top speed and jump" sebagai arena loncatan sepeda hingga 5 meter ke depan menggunakan gundukan tanah merah berdimensi sekitar 1,5x4 meter."Konsep di line dua hingga empat kita adopsi dari Jakarta International BMX Track Pulomas yang berstandar internasional," katanya.

Arena kedua, diberi nama free style sebagai zona lompat di lintasan ekstrem yang biasa digunakan pesepeda jenis MTB dan BMX. Lompatannya bisa 3-4 meter dengan lima gundukan berukuran 2x2 meter.Arena ketiga, jenis "pump track" atau "butterflypark" yang didesain berbentuk seperti kupu-kupu guna memperkuat kuda-kuda dan refleks pesepeda dan bisa dimanfaatkan sebagai ajang lomba.Arena keempat, bernama "baby pumptrack" sebagai ruang terbuka hijau untuk pesepeda dari kalangan keluarga.

photo
Seorang warga mengayuh sepedanya sambil memboncengkan anaknya yang tertidur, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad (1/11/2020). Dari hasil survei dampak pandemi terhadap ekonomi rumah tangga yang dilakukan Pusat Penelitian Ekonomi LIPI pada Juli 2020, didapatkan 87,3 persen rumah tangga usaha dan 64,8 persen rumah tangga pekerja merasa mengalami kesulitan keuangan selama pandemi berlangsung - (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)


×