Hikmah Republika Hari ini | Republika
19 Sep 2020, 07:17 WIB

Hikmah Saat Sakit

Sakit merupakan bagian dari cobaan dan ujian hidup.

OLEH HENDRA SUGIANTORO

Apakah manusia bisa terlepas dari sakit dan penyakit? Pertanyaan reflektif ini layak kita renungkan. Tentu, setiap kita selalu mendambaikan hidup sehat. Namun, adakalanya takdir langit tak bisa dihindari.

Sesungguhnya, di balik sakit, ada hikmah dan kebaikan. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang Muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam redaksi lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada yang menimpa Muslim, baik berupa sakit atau penyakit kronis, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, hingga duri yang menusuk (tubuhnya), melainkan dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR al-Bukhari).

Terkini

Itulah curahan rahmat-Nya. Di sisi lain, Allah SWT tidak membiarkan kita sakit secara terus-menerus. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” (HR al-Bukhari). Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat tersebut mengenai suatu penyakit, maka akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR Muslim).

Sakit merupakan bagian dari cobaan dan ujian hidup. Segala cobaan itu sunah Ilahiah yang berlaku sejak zaman dahulu untuk mengukur kadar keimanan. Ujian hidup juga untuk mengetahui siapa di antara kita yang paling pandai bersyukur dan yang bisa bersabar.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa dikehendaki oleh Allah kebaikan untuknya, maka ia akan diuji dengan suatu musibah.” (HR al-Bukhari). Pahala saat sakit, dihapuskannya dosa dan kesalahan, serta limpahan karunia dari Allah SWT bisa didapatkan apabila kita memiliki kesabaran dan berikhtiar menyembuhkan penyakit yang diderita.

Kita juga harus berpikir positif kepada Allah SWT. Kita sekali-kali jangan mencaci-maki penyakit. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam, sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi.” (HR Muslim).

Kita dilarang mencaci-maki penyakit demam dan tentu saja penyakit lainnya. Kita juga harus terus-menerus memperbanyak istighfar, menghisab diri sendiri, dan bertawakal kepada Allah SWT. Dengan sakit, ada janji ampunan dari Allah SWT. Apabila kita bersabar dalam kondisi sakit, kita juga akan ditinggikan derajatnya.

Suatu ketika, Salman al-Farisi menderita sakit. Rasulullah SAW menjenguk dan berkata, “Sesungguhnya, ada tiga pahala yang dapat engkau raih di kala sakit.” Rasulullah SAW berkata lembut, “Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.” Rasulullah SAW melanjutkan, “Semoga Allah menggembirakanmu dengan kesehatan sampai ajalmu datang.”

Kita diberi cobaan sakit agar kita mengingat-Nya, bertobat, dan kembali memenuhi hak-hak Allah SWT. Saat sakit, kita hendaknya ridha dengan ketentuan-Nya. Kita tidak boleh berkeluh kesah dan berputus asa dari rahmat-Nya. Wallahu a’lam.


×