Hikmah Republika Hari ini | Republika
21 Oct 2020, 08:18 WIB

Lobi Spiritual

Lobi spiritual sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kedekatan diri dengan Allah SWT.

OLEH MUHBIB ABDUL WAHAB

Dalam politik, kepiawaian melakukan lobi sangat menentukan keberhasilan meraih kekuasaan. Dalam beragama, lobi spiritual sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kedekatan diri dengan Allah SWT, menumbuhkan harapan positif, memperoleh ampunan dan keberkahan-Nya.

Lobi spiritual ini manifestasi dari iman aktual dalam bentuk pendekatan diri kepada-Nya. Melalui pendekatan diri kepada-Nya, hamba melobi, mempengaruhi “keputusan dan kerahiman langit”, menyandarkan diri agar semua persoalan dan “urusan bumi” diberi solusi.

Oleh karena itu, minimal 17 kali, umat Islam mengulangi dan memperbarui komitmen spiritualnya lewat shalat. “Hanya kepada-Mu kami beribadah, dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan.” (QS al-Fatihah [1]: 5).

Terkait

 Shalat dan doa sejatinya amalan strategis untuk lobi spiritual. Melalui shalat dan doa, hamba berkomunikasi langsung dengan Sang Pemilik kehidupan. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS al-Baqarah [2]: 45).

Diriwayatkan Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: “Tidak ada yang paling mulia menurut Allah selain doa.” (HR al-Bukhari dan Ahmad). Sedemikian mulianya berdoa sebagai salah satu bentuk lobi spiritual, sehingga Nabi SAW menegaskan “Mintalah kepada Allah sebagian karunianya, karena Allah itu sangat senang jika dimintai.” (HR at-Turmudzi).

Lobi spiritual merupakan sumber ketenangan jiwa dan energi positif yang selalu memberi harapan dan kekuatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 Shalat dan doa mendidik hamba untuk harmoni dengan Allah yang Maha Kaya, sehingga hamba selalu memiliki optimisme tinggi. (QS al-Baqarah [2]: 186).

Lobi spiritual melalui shalat dan doa merupakan bukti penghambaan, pengabdian, dan tawakal kepada-Nya. Namun, lobi spiritual ini harus dijalani dengan penyucian diri, istighfar, tobat, dan aktivasi antivirus kemaksiatan dan dosa agar doa direspons-Nya.

 Salah satu momentum terbaik lobi spiritual adalah shalat malam. Karena sinyal spiritual saat shalat malam di kesunyian itu sangat istimewa, mudah menembus langit kehidupan.

Rasulullah SAW bersabda: “Tuhan Kami, Allah tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir masih tersisa,” lalu Allah berkata: “Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan respons doanya. Siapa yang meminta-Ku, maka Aku akan penuhi permintaannya. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan ampuni dosanya hingga terbit fajar.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini berisi tiga pesan lobi spiritual. Pertama, Allah SWT itu memang Maha Dekat dan mendekati hamba-Nya yang mau mendekatkan diri kepada-Nya. Kedua, Allah SWT sangat terbuka dan selalu “membuka diri” untuk “dicurhati” dan dimintai hamba-Nya.

Ketiga, agar sinyal dan lobi spiritual itu superkuat dan menyentuh hati, shalat malam ini harus menjadi gaya hidup hamba sekaligus nafilah (insentif spiritualitas) yang paling bermakna, sehingga cita-cita mulia dapat dimudahkan aktualisasinya dan diberi keberkahan oleh Allah. (QS al-Isra’ [17]: 79).


,
×