Sejumlah siswa SDN Marmoyo berlajar secara berkelompok di rumah warga yang mempunyai akses internet melalui WiFi di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8). Siswa kesuliatn mengakses internet di desa setempat dan hanya a | SYAIFUL ARIF/ANTARA FOTO
11 Aug 2020, 05:20 WIB

Jatim Coba Belajar Tatap Muka Pekan Depan

Kebijakan uji coba belajar tatap muka bisa dilakukan kecuali di zona merah.

SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, pihaknya berencana melakukan uji coba pembelajaran tatap muka untuk siswa sekolah jenjang SMA/SMK dan sekolah luar biasa (SLB). Uji coba pembelajaran tatap muka tersebut rencananya digelar pada pekan depan. 

Menurut Wahid, nantinya ada tiga sekolah yang menjadi percontohan melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di masing-masing daerah. Uji coba pembelajaran tatap muka akan dilakukan di SMA, SMK dan SLB pada 18 Agustus di masing-masing kota, baik sekolah swasta maupun negeri sesuai kesiapan sekolah,” kata Wahid, di Surabaya, Senin (10/8).

Wahid merasa, uji coba pembelajaran tatap muka perlu dilakukan karena banyaknya kendala selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. PJJ juga kerap terkendala terbatasnya jaringan internet. Pasalnya, tidak semua wilayah di Jatim terjangkau jaringan internet yang memadai. 

Kendala lain yang ditemui adalah di beberapa daerah, sumber daya manusia (SDM) terbatas dalam kemampuan memakai teknologi. Pertimbangan lainnya, siswa SMA/SMK sederajat telah memiliki kondisi fisik dan tahap pola pikir yang mampu melaksanakan protokol kesehatan.

Terkait

 
photo
Peta Kerawanan Covid-19 per Jumat (8/8) - (covid19.go.id)

“Pelaksanaannya akan dilakukan dua minggu dan akan dievaluasi,” kata Wahid. Jika berjalan dengan baik, pada awal September, skema pembelajaran tatap muka yang menjadi percontohan nasional ini akan dikembangkan lebih besar lagi. 

Wahid menjelaskan, kebijakan uji coba bisa dilakukan kecuali di zona merah. Untuk yang zona oranye, diperkenankan secara bergiliran masing-masing kelas 25 persen. “Jadi, jika sekelas ada 36 siswa, maka saat uji coba hanya sembilan siswa yang masuk. Sementara untuk zona hijau bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan 50 persen siswa masuk,” ujarnya.

Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, masih belum membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah. Hingga saat ini, Dinas Pendidikan masih melakukan pembahasan untuk membuka kembali sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi mengatakan, secara umum para guru dan orang tua siswa sudah ingin KBM di sekolah atau pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan. Namun, kata dia, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum kembali membuka.

Dia menegaskan, sebelum proses KBM kembali diizinkan, protokol kesehatan harus dipastikan tersedia di sekolah. Dinas Pendidikan juga akan merumuskan standar pelayanan minimal (SPM). “Nanti telaahnya disampaikan ke wali kota. Kalau diizinkan, baru kita buka,” kata dia.

Hingga saat ini, ia belum bisa memastikan kapan KBM di sekolah dapat kembali dilakukan. Namun, kata dia, sebelum protokol kesehatan di sekolah siap, proses KBM tak akan kembali digelar.

Dinas Pendidikan Kota Bandung masih akan menjalankan PJJ bagi siswa tingkat SMP hingga TK pada masa pandemi Covid-19. “SMP sampai TK masih mengoptimalkan layanan PJJ,” ujar Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Hidayat.

Dia mengatakan, zona level kewaspadaan di Bandung sendiri berada di zona oranye. Menurut dia, kebijakan penetapan belajar tatap muka ditentukan oleh Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung. Cucu akan menunggu terlebih dahulu kebijakan Satgas sebelum memutuskan terkait pembelajaran tersebut.

Untuk Kabupaten Purwakarta, Dinas Pendidikan setempat berencana membuka kembali sekolah untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM) tatap muka di sejumlah wilayah. Beberapa wilayah yang diperbolehkan yakni yang berada pada zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19.

Dinas Pendidikan Purwakarta telah mengumumkan berencana membuka sekolah di tiga kecamatan. Namun, hingga kini Dinas Pendidikan masih menunggu kesiapan sekolah untuk mengajukan dibuka kembali KBM tatap muka. “Belum ada yang mengajukan. Disdik masih menunggu kesiapan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta Purwanto.

Purwanto menuturkan, sekolah di tiga kecamatan, yakni Bojong, Tegalwaru, dan Sukasari diperbolehkan melaksanakan KBM secara tatap muka. Sekolah diminta mengajukan permohonan pembukaan KBM tatap muka dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.


,
×