Anggota TNI saat menghimbau penumpang KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (28/5). Kedisiplinan protokol kesehatan di lingkungan KRL itu dilakukan menjelang diberlakukannya tatanan normal baru | Republika/Putra M. Akbar
29 Jun 2020, 08:10 WIB

Penumpang KRL Jadi Target Tes Masif Covid-19

Tes masif dan operasi gabungan pencegahan Covid-19 dapat mendisiplinkan masyarakat.

 

BOGOR -- Sebanyak 15 orang dari 857 orang pelaku perjalanan di Stasiun Bogor dan Bojong Gede yang menjalani rapid test hasilnya reaktif Covid-19. Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Dedi Taufik Kurrohman mengatakan, mereka yang reaktif langsung melaksanakan swab test.

“Pemeriksaan sampel ada yang dilakukan di Labkesda Jabar, ada juga yang diperiksa di mobil PCR," kata Dedi Taufik, Sabtu (27/6).

Hasil tersebut diperoleh seusai Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) menggelar tes masif bagi pelaku perjalanan di Stasiun Bogor dan Bojong Gede. Gugus tugas provinsi menyediakan sekitar 1.000 hingga 1.500 rapid test dan swab test. Dedi menyatakan, tes masif efektif menyaring pelaku perjalanan yang masuk Jabar, untuk mencegah munculnya kasus impor (imported case).

Terkait

Akan tetapi, kata dia, menumbuhkan kedisiplinan pelaku perjalanan menerapkan protokol kesehatan amat krusial dalam penanganan Covid-19 di Jabar. "Kedisiplinan dan kewaspadaan harus tetap kami tingkatkan. Produktivitas kami tingkatkan, tetapi tingkat kewaspadaan dan kedisiplinan perlu melalui protokol kesehatan," ujarnya.

Hal senada dikatakan Koordinator Sub Divisi Sterilisasi Fasilitas Publik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Hery Antasari. Menurut Hery, tes masif dan operasi gabungan dapat memicu kedisiplinan masyarakat, seperti memeriksa kondisi sendiri dan mempersiapkan masker ataupun hand sanitizer sebelum bepergian.

"Masyarakat yang akan melakukan perjalanan siap-siap dengan protokol kesehatan dan mengantisipasi agar tidak diputar balik. Mereka tidak akan nekat melakukan perjalanan dalam kondisi tidak sehat. Itu yang terpenting," kata Hery.

photo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (15/6/2020). Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Siska Gerfianti menyatakan, tes masif digelar sebagai pendeteksian dini, mengingat mobilitas warga Jabar yang keluar-masuk DKI Jakarta di kedua stasiun itu tinggi.

"Kami akan mengecek selalu pintu-pintu masuk ke Jabar. Seperti pekan lalu, kami mengadakan operasi gabungan dan tes masif di kawasan puncak," kata Siska.

Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan mempelajari usulan Gubernur Jawa Barat untuk menambah kapasitas penumpang kereta commuter line atau kereta rel listrik (KRL). Hal ini guna mengatasi penumpukan calon penumpang KRL di Stasiun Bogor yang akan berangkat kerja ke Jakarta.

"Adanya usulan dari Gubernur Jawa Barat kami pertimbangkan sebagai masukan," kata Vice President Corporate Communications PT KCI, Anne Purba.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat, akan terus melakukan rapid test secara konsisten di empat lokasi, yakni pasar tradisonal, terminal bus, stasiun kereta, dan lokasi wisata, untuk memetakan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

photo
Sejumlah penumpang berada di gerbong KRL di Stasiun Tangerang, Banten, Minggu (7/6/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menambah jam operasional KRL mulai pukul 04 - (FAUZAN/ANTARA FOTO)

Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil menambahkan, di stasiun, terutama Stasiun Bogor, ada persoalan, yakni karena adanya pembatasan jumlah penumpang KRL untuk menjaga kesehatan dan antisipasi penyebaran Covid-19, sehingga terjadi penumpukan calon penumpang di Stasiun Bogor.

Menurut Anne, usulan dari Gubernur Jawa Barat itu menjadi masukan bagi PT KCI. Setelah melakukan rapid test dan ada hasilnya, kata dia, tentunya Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjutinya, yakni berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta ataupun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.

"Kalau sudah ada keputusan dari Pemerintah Pusat terkait dengan usulan Gubernur Jawa Barat itu, PT KCI sebagai operator tentu akan akan menjalankannya," kata Anne.

 

Sumber : antara


,
×