Pelataran Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Kota Madinah. | DOK REP TOMMY

Internasional

Langit Saudi Masih Rawan

Pihak Saudi mengeklaim terjadi serangan ke Madinah.

RIYADH – Pihak Saudi menyatakan bahwa wilayah di dekat Madinah jadi sasaran serangan rudal pada Kamis (15/10/2026). Perkembangan itu menandai makin dalamnya konflik antar kedua negara.

Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, juru bicara koalisi Saudi mengatakan bahwa sebuah rudal jelajah dicegat dan dihancurkan di wilayah Madinah pada Kamis. Kelompok Ansarallah Houthi menyangkal menembakkan misil ke Saudi hari itu.

"Sebuah rudal jelajah telah dicegat dan dihancurkan di wilayah Madinah," kata Turki al-Malki, melalui platform X.

Dilansir Arab News, pihak Pertahanan Sipil Arab Saudi mencabut peringatan yang sebelumnya dikeluarkan untuk kota Najran dan kota Jizan, seraya menyatakan melalui akun media sosial  bahwa bahaya telah berlalu. 

Meski demikian, mereka kembali menegaskan imbauan dari Kementerian Dalam Negeri agar tidak merekam, memublikasikan, atau menyebarkan informasi terkait lokasi jatuhnya puing-puing pesawat nirawak (drone) maupun rudal yang telah dicegat.

Sebelumnya pada bulan ini, koalisi tersebut menyatakan bahwa milisi Houthi di Yaman—yang didukung oleh Iran—melakukan serangan pesawat nirawak (drone) terhadap sebuah stasiun distribusi listrik di kota suci Madinah. Stasiun tersebut merupakan salah satu fasilitas yang menyediakan layanan listrik bagi Masjid Nabawi di Madinah.

photo
Seseorang menyaksikan siaran televisi mengenai perkembangan terkini konflik Saudi-Houthi di Sanaa, Yaman, pada 8 September 2026. - (EPA/Yahya Arhab)

Yahya Saree, juru bicara militer kelompok Houthi, mengatakan tidak ada serangan yang dilancarkan terhadap Arab Saudi hari ini. .

Sementara, Australia dan Selandia Baru telah memperbarui imbauan perjalanan mereka untuk Arab Saudi menyusul lonjakan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) oleh kelompok Houthi.

Australia terus mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan, sekaligus menetapkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh ke dalam kategori peringatan “jangan bepergian” (do not travel) akibat adanya gangguan keamanan.

Sementara itu, Selandia Baru meningkatkan status imbauan perjalanannya ke tingkat tertinggi, dengan memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan sama sekali ke Arab Saudi.

Pembaruan peringatan ini dikeluarkan sebagai tanggapan atas eskalasi tajam serangan lintas batas oleh kelompok Houthi yang menyasar penerbangan sipil, infrastruktur energi, serta kawasan permukiman di Arab Saudi—serangan yang telah menimbulkan korban jiwa dan menyebabkan gangguan perjalanan berskala besar.

Jepang telah meningkatkan peringatan perjalanan untuk sebagian wilayah Arab Saudi, sehingga seluruh wilayah kerajaan tersebut kini berada dalam status imbauan untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak, menyusul lonjakan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) oleh kelompok Houthi.

Dalam pembaruan yang dirilis pada hari Rabu, Kementerian Luar Negeri Jepang menaikkan tingkat peringatan untuk beberapa wilayah di bagian utara dan barat dari Level 1 ke Level 2 dalam skala empat tingkat yang mereka miliki.

Kementerian tersebut menyebutkan adanya peningkatan serangan oleh kelompok Houthi sejak 5 Oktober, termasuk serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.

Wilayah di dekat perbatasan Yaman tetap berada pada Level 3, di mana warga negara Jepang diimbau untuk tidak melakukan perjalanan sama sekali ke wilayah tersebut.

Kementerian juga mendesak para pelancong untuk menghindari penggunaan atau keberadaan di dekat bandara-bandara di Arab Saudi kecuali jika benar-benar mendesak, seraya memperingatkan bahwa serangan lanjutan dapat terjadi seiring dengan berlanjutnya pertempuran di Yaman.

Pihak kementerian menyarankan warga negara Jepang yang berencana melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk mempertimbangkan penundaan perjalanan mereka.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat