IKHWANUL KIRAM MASHURI | Daan Yahya | Republika

Resonansi

Pemerintahan Islami di Negara Sekuler

AKP berpegang teguh pada ajaran Islam tanpa bertabrakan dengan sekularisme Turki.

OLEH IKHWANUL KIRAM MASHURI

Setelah Partai an Nahdlah dan partai lain ‘digencet’ di Tunisia, kini tinggal satu partai Islam atau berhaluan Islam yang masih eksis di kawasan Timur Tengah. Yaitu, Partai Keadilan dan Pembangunan atau Adalet ve Kalkınma Partisi, biasa disingkat AKP.

Berdiri pada 14 Agustus 2001, partai yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan ini, memenangkan pemilu setahun kemudian dan pemilu-pemilu berikutnya sehingga berkuasa hingga kini.

Keberhasilan AKP lebih dari 20 tahun berkuasa, seperti dikatakan akademisi dan pemikir Turki, Prof Dr Yassin Aktay, karena partai Islam ini sukses membawa perubahan besar. Kesuksesan, khususnya ekonomi, tak hanya dinikmati pemilih AKP, tapi juga seluruh rakyat Turki.

Turki yang 20 tahun lalu dijuluki ‘orang sakit’ di Eropa, dalam beberapa tahun kekuasaan AKP menjelma negara maju. Pengaruh Turki kian diperhitungkan. Turki menjadi cerita sukses, yang bisa dicontoh partai Islam di negara lain.

 
Turki yang 20 tahun lalu dijuluki ‘orang sakit’ di Eropa, dalam beberapa tahun kekuasaan AKP menjelma negara maju.
 
 

Keberhasilan AKP, menurut Aktay, yang pernah jadi penasihat politik Presiden Erdogan, ada beberapa hal. Pertama, sikap dan tindakan partai tak pernah melenceng dari kepentingan rakyat dan negara Turki.

Kedua, kepribadian Presiden Erdogan berhasil membuktikan sebagai pelayan rakyat. Ia dinilai sukses membangun banyak proyek sekaligus memerangi korupsi. Hal menarik, kendati memimpin partai Islam, Erdogan tak menentang sekularisme, prinsip dan dasar Republik Turki.

AKP berpegang teguh pada ajaran Islam tanpa bertabrakan dengan sekularisme Turki. Atau istilahnya, Turki pada zaman AKP dan Erdogan adalah pemerintahan Islami di negara sekuler.

Bahkan, ia menginginkan umat Islam punya agenda bersama tanpa memulihkan kekhalifahan Islam yang pernah berjaya di Turki. Kunci keberhasilan AKP, bagaimana beradaptasi dengan sekularisme Turki.

 
AKP berpegang teguh pada ajaran Islam tanpa bertabrakan dengan sekularisme Turki. 
 
 

Menurut Profesor Aktay, partai ini berpandangan, sekularisme di Turki adalah atribut untuk negara, bukan individu. Ini selalu dikatakan Erdogan: ‘Individu di Turki tidak sekuler’.

Sebelum AKP berkuasa, lanjut Aktay, Turki menganut sekularisme ekstrem, membatasi kebebasan beragama individu. Sekularisme Turki mirip Prancis. Agak berbeda dengan sekularisme AS dan Inggris, yang lebih menjamin kebebasan dan penerapan agama.

Karena itu, Erdogan terpaksa menyekolahkan dua anaknya di AS dan Bosnia. Istri Presiden Abdullah Gul dan Perdana Menteri Erdogan pada waktu itu, tak bisa tinggal di kediaman resmi sebagai pejabat negara selama delapan tahun.

Sebab, sebelum UU diubah semasa AKP, perempuan berjilbab dilarang memasuki institusi negara, termasuk perguruan tinggi negeri dan istana negara. Presiden Erdogan dalam kesehariannya mempraktikkan ritual keagamaan dan menunjukkannya di depan umum.

Namun, ia tak pernah memaksa orang lain seperti dirinya. Orang lain bebas mempraktikkan atau tak mempraktikkan ajaran agama. Hal yang juga menarik, Turki tak pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel yang berlangsung sejak 1949 tersebut.

 
Sebab, sebelum UU diubah semasa AKP, perempuan berjilbab dilarang memasuki institusi negara, termasuk perguruan tinggi negeri dan istana negara.
 
 

Di antara penyebabnya, Aktay menjelaskan, Erdogan ingin mendapatkan kepercayaan Barat. Turki menjadi anggota NATO dan kini dalam proses menjadi anggota Uni Eropa. Sementara dengan Israel, Turki mempunyai kerja sama di berbagai bidang ekonomi.

Di lain pihak, Turki mempunyai hubungan baik dengan negara Arab, Islam (mayoritas berpenduduk Muslim), dan negara di Timur Tengah lainnya. Bahkan, Turki menjadi pendukung utama Palestina baik politik, militer, maupun ekonomi. Sejumlah tokoh Hamas bermukim di Turki.

Menurut Aktay, hubungan baik Turki dengan Israel dan Barat justru bisa dimanfaatkan sebagai alat penekan bagi kepentingan perjuangan bangsa Palestina.

Keberhasilan AKP di Turki merupakan kasus unik sekaligus menarik di dunia Islam. Ini karena kondisi Turki berbeda dengan negara Islam lain, terutama dengan negara Arab. Praktik demokrasi telah diterapkan di Turki yang sekuler sejak 1950.

 
Keberhasilan AKP di Turki merupakan kasus unik sekaligus menarik di dunia Islam.
 
 

Sistem demokrasi memberi kesempatan sama kepada semua aliran politik, dengan batasan tertenu, misalnya tak boleh mendirikan partai sektarian Kurdi. Juga mendirikan partai Islam karena Islam agama bagi 99 persen penduduk Turki.

Patut dicatat, AKP didirikan sekelompok anak muda yang memiliki pengalaman dari beragam partai sebelumnya, terutama Partai Kebajikan (Virtue Party) yang beraliran Islam.

Mereka banyak belajar dari Necmettin Erbakan yang mendirikan beberapa partai Islam, termasuk Partai Kesejahteraan pada 1983 dan Partai Kebajikan, yang dilarang Mahkamah Konstitusi Turki pada22 Juni 2001 karena melakukan kegiatan yang dianggap antisekuler.

Pada 3 November 2002, AKP pertama kalinya mengikuti pemilu. Hasilnya, mereka mengungguli semua partai politik dengan memenangkan lebih dari dua pertiga kursi parlemen atau 363 kursi. Jumlah yang mencukupi untuk membentuk pemerintahan sendiri.

Sejak itu, AKP menang dalam setiap pemilu yang otomatis mengantarkan Erdogan menjadi Presiden Turki sekuler hingga kini. Sebelum mendirikan AKP, Erdogan terpilih menjadi wali kota Istanbul dan membangun kota wisata itu.

Menurut Aktay, titik berat Erdogan, baik sebagai wali kota, perdana menteri, maupun presiden selalu ekonomi dan kesejahteraan. Kemajuan ekonomi dan kesejahteraan inilah yang bisa langsung dirasakan dan dinikmati rakyat. 

Sulaiman al-Qanuni, Sang Penerus Kejayaan Utsmaniyah

Di bawah pemerintahan Sulaiman al-Qanuni, Utsmaniyah meneruskan kejayaan yang sudah dimula dahulu.

SELENGKAPNYA

Mengharumkan Nama Indonesia Lewat Video

Sindy menjadi juara pertama International Creative Video at Space Plus.

SELENGKAPNYA

Prof Abdul Mu'ti: Maroko Representasi Kebangkitan Arab

Sejak berdiri, Muhammadiyah memberikan pembinaan olahraga.

SELENGKAPNYA