Pesepak bola Timnas U-19 Rivaldo Todd Ferre meluapkan kekecewaan ketika tendangannya tidak membuahkan hasil saat melawan Timnas Thailand U-19 pada laga PSSI 88th U19 International Tournament di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/9) | ANTARA FOTO

Olahraga

22 Feb 2022, 09:26 WIB

PSSI Ambil Sikap Tegas Mengenai Wasit Liga 3

PSSI selaku federasi mengeklaim akan menyelidiki dan memberikan tindakan tegas kepada wasit yang bermasalah.

JAKARTA -- Gelaran kompetisi sepak bola Indonesia tak pernah lepas dari sorotan dan penilaian publik, kadang positif dan kadang negatif. Kali ini, kompetisi Liga 3 Indonesia menjadi perbincangan di lini masa karena dalam beberapa momen menunjukkan adegan yang tidak sportif dan ekspresi kecewa terhadap keputusan wasit. 

"Wasit-wasit yang bermasalah akan kami pulangkan dan beberapa grup akan ditugaskan wasit dari Liga 2," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi saat dihubungi Republika, Senin (21/2). 

Beberapa waktu lalu terjadi kericuhan setelah pertandingan antara Persedikab Kediri kontra Maluku FC dalam babak 32 besar Liga 3. Saat itu, tim Maluku FC kecewa terhadap keputusan wasit yang membiarkan permainan tetap berlangsung tiga menit lebih lama dari tambahan waktu yang diberikan. 

Terbaru, laga antara Bandung United dan Farmel FC di Stadion Jala Krida Mandala AAL, Surabaya, pada Ahad (20/2) juga mendapatkan sorotan publik. Dalam pertandingan tersebut, wasit Andri Novendra telah memberikan empat kartu merah bagi Bandung United selama pertandingan. Beruntung tidak ada kericuhan selama atau setelah pertandingan tersebut. 

Beberapa pihak pun akhirnya mempertanyakan kinerja wasit Indonesia, khususnya di Liga 3. Ia mengaku prihatin dengan adanya kasus-kasus seperti di atas. PSSI selaku federasi mengeklaim akan menyelidiki dan memberikan tindakan tegas kepada wasit yang bermasalah. 

"Untuk sementara, laporan dari pengawas pertandingan (Bandung United vs Farmel FC), keluarnya kartu merah karena pemain menghujat wasit dengan kata-kata kasar, seperti ‘wasit anjing’, ‘ bangsat’," ungkap Yunus. 

Namun, Yunus belum bisa memastikan adanya indikasi pengaturan skor dalam beberapa pertandingan Liga 3. Dia mengatakan, pihaknya bersama departemen wasit dan seluruh pengawas wasit PSSI tengah melakukan evaluasi dan akan memberikan sanksi terhadap wasit-wasit yang dianggap bermasalah. 

"Wasit yang bermasalah tidak ditugaskan lagi sambil menunggu hasil evaluasi dan keputusan departemen wasit," kata Yunus.

Manajer Bandung United Yoyo S Adiredja melalui surat resmi melayangkan protes dan permintaan evaluasi kepada PSSI. Bandung United merasa dirugikan oleh perangkat pertandingan yang memimpin laga Bandung United kontra Farmel FC.

Pertandingan itu dipimpin oleh wasit asal Palembang, Andri Novendra. Dalam surat resmi tersebut, Bandung United turut menyertakan bukti fatal keputusan wasit yang merugikan timnya. Bandung United menjelaskan lima poin kronologi keputusan wasit yang merugikan tersebut. 

Wasit memberikan kartu merah langsung kepada Saiful pada menit ke-50 yang dianggap melakukan protes keras. Sepuluh menit kemudian, kartu merah langsung diberikan lagi kepada Rizki Arohman yang juga dianggap melakukan protes keras.

Hadiah tendangan penalti diberikan wasit kepada Farmel ketika wasit menganggap kiper Bandung United Satrio Azhar melakukan pelanggaran terhadap pemain Farmel pada menit ke-88. Dari bukti yang disertakan Bandung United, bola masih jauh dari jangkauan Farmel dan berhasil diantisipasi dengan baik oleh Satrio.

Alih-alih menurunkan tensi permainan, wasit justru kembali memberikan dua kartu merah bagi Bandung United. Kali ini, kiper Bandung United Satrio Azhar Aisy dan kapten Bandung United Andri Febriansyah diusir dari lapangan. 

Seusai pertandingan, pelatih Bandung United Lukas Tumbuan dan staf pelatih hendak memberikan salam penghormatan kepada wasit. Namun, wasit terkesan menghindar dan justru berlari ke arah ruang ganti. "Hal ini bertolak belakang dengan budaya salam di Indonesia dan tidak menjunjung tinggi nilai sportivitas dan respek," tulis surat tersebut. 


×