Karyawan menunjukkan brosur produk Bank Muamalat di kantor pusat Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (5/2). | Prayogi/Republika.

Ekonomi

21 Feb 2022, 11:09 WIB

Bank Muamalat Fokus Perkuat Layanan Digital

Bank Muamalat memperkuat layanan digital guna meningkatkan kenyamanan nasabah.

JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk akan memperkuat layanan digital guna meningkatkan kenyamanan nasabah. Hal ini dilakukan terutama untuk menjaga loyalitas nasabah terhadap bank syariah pertama di Indonesia itu.

“Kami akan terus meningkatkan customer experience dalam semua poin interaksi dengan nasabah. Setiap kesempatan moment of truth akan dibuat lebih sederhana, tanpa ribet, dan tentu dengan pelayanan sesuai kebutuhan nasabah,” ujar Direktur Operasi Bank Muamalat Awaldi melalui keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Hasil studi yang dilakukan oleh Market Research Indonesia (MRI) menyebutkan, para nasabah Bank Muamalat paling loyal di antara industri perbankan syariah. Hal ini diumumkan dalam ajang 5th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) Award 2022.

Muamalat berhasil merebut posisi pertama dalam tiga kategori dari empat kategori utama yang dinilai, yakni loyalty index, engagement index, dan marketing engagement. Dua kategori pertama sudah dipertandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, kategori marketing engagement baru diterapkan untuk mengukur keterikatan emosional nasabah dalam melakukan pemasaran dan pengaruh kepada orang-orang yang dikenalnya.

photo
Seorang pelanggan memindai kode batang Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan gawainya saat transaksi melalui aplikasi digital perbankan Bank Muamalat di sebuah kedai kopi di Jakarta, Jumat (28/1/2022). - ( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.)

Muamalat juga berhasil meraih posisi pertama kepuasan nasabah kategori pelayanan di level customer service, kantor cabang, dan ATM. Awaldi mengatakan saat ini, transaksi pembukaan rekening sudah bisa dilakukan melalui mobile banking. Digitalisasi juga diterapkan dalam pelayanan sehingga transaksi perbankan di cabang sudah dilakukan tanpa perlu mengisi formulir. Nasabah hanya perlu menunjukkan kartu ATM.

“Manajemen Bank Muamalat optimistis kinerja perseroan, termasuk di dalamnya aspek kualitas layanan dan customer experience semakin membaik dengan masuknya modal baru dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” ucapnya.

Sebelumnya, BPKH telah memenuhi seluruh persyaratan sebagai pemegang saham pengendali (PSP) Bank Muamalat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan OJK tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan BPKH Selaku Calon Pemegang Saham Pengendali PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, ketetapan dari OJK menunjukkan BPKH mampu dan layak untuk mengembangkan Bank Muamalat ke depan. "Termasuk untuk melakukan transformasi dan mencapai kinerja yang kian positif," kata Anggito.

photo
Seorang pegawai melayani nasabah di Kantor Bank Muamalat, Jakarta, Jumat (28/1/2022). Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk sebesar 82,7 persen setelah melakukan investasi senilai Rp 1 triliun (tier 1) melalui penambahan saham lewat skema Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights Issue dan pembelian instrumen subordinasi BMI senilai Rp 2 triliun (tier 2). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.)

BPKH menjadi PSP Bank Muamalat setelah menerima hibah saham dari Islamic Development Bank (IsDB) dan SEDCO Group pada November tahun lalu. BPKH menerima 7,9 miliar lembar saham atau setara dengan 77,42 persen. Dengan demikian, total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat naik menjadi 78,45 persen.

BPKH kemudian menyuntikkan tambahan modal dalam rights issue sebesar Rp 1 triliun sehingga total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat saat ini menjadi sebesar 82,7 persen. Melengkapi kehadiran BPKH sebagai PSP dan berdasarkan hasil evaluasi OJK terhadap posisi keuangan Bank Muamalat terkini, regulator juga telah menetapkan status Bank Muamalat dalam pengawasan normal.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan, pihaknya menyambut positif ketetapan OJK tersebut. Progres ini, menurut dia, sejalan dengan upaya pembenahan yang dilakukan perseroan selama beberapa tahun terakhir.

"Pembenahan yang kami lakukan di antaranya adalah konsolidasi internal, perbaikan kinerja, dan penguatan struktur permodalan," katanya.

 

';

×