Pasukan Kazakhstan berpatroli di jalan-jalan do Almaty, Kazakhstan, Kamis (13/1/2022). | AP/Sergei Grits

Opini

27 Jan 2022, 03:45 WIB

Kazakhstan Lindungi Negara

Piagam PBB mengakui hak setiap negara membela diri secara individu atau kolektif.

DANIYAR SAREKENOV, Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia

Perlu diketahui, artikel “Kazakhstan: Warisan Negatif” karya Azyumardi Azra yang dimuat di Harian Umum Republika pada 20 Januari 2022 memuat ketidakakuratan serius, yang mendistorsi esensi peristiwa yang terjadi di Kazakhstan.

Peristiwa awal Januari mengejutkan seluruh bangsa. Tujuan kerusuhan dan serangan terorganisasi di Kazakhstan, untuk menghancurkan integritas dan fondasi negara.

Namun, artikel 20 Januari tentang Kazakhstan meninggalkan kesan bagi pembaca bahwa Pemerintah Kazakhstan menargetkan pengunjuk rasa damai menggunakan pasukan penjaga perdamaian Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).

Demonstrasi damai menentang kenaikan harga bahan bakar, yang dimulai di Kota Zhanaozen (wilayah Mangystau, Kazakhstan Barat) pada 2 Januari, tak dibatasi petugas penegak hukum.

 

 
Demonstrasi damai menentang kenaikan harga bahan bakar, yang dimulai di Kota Zhanaozen (wilayah Mangystau, Kazakhstan Barat) pada 2 Januari, tak dibatasi petugas penegak hukum.
 
 

Selain itu, pihak berwenang segera bereaksi dengan tindakan nyata untuk menurunkan harga bahan bakar, serta memberlakukan moratorium kenaikan harga untuk produk dan utilitas makanan yang penting secara sosial.

Selanjutnya, setelah memenuhi tuntutan pengunjuk rasa di wilayah Mangystau, demonstrasi menyebar ke semua kota besar negara. Sebaliknya, demonstrasi dibajak mereka yang bertujuan memperkeruh suasana dan melakukan aksi kekerasan.

Para penjahat melakukan serangan bersenjata terhadap lembaga administrasi, kantor polisi, pangkalan militer, gedung-gedung perusahaan TV dan radio, bandara, serta warga sipil, pekerja medis, petugas pemadam kebakaran, dan jurnalis.

Sekitar 1.300 bisnis rusak, lebih dari 100 pusat perdagangan, bank diserang, sekitar 500 mobil polisi dibakar. Situasi tersulit telah berkembang di Kota Almaty. Aksi kekerasan itu menimbulkan banyak korban di kalangan aparat penegak hukum dan warga sipil.

Lebih dari 700 petugas penegak hukum dan sekitar 1.300 warga sipil terluka dan hingga 400 dirawat di rumah sakit. Secara keseluruhan, 225 kematian dikonfirmasi, 19 petugas polisi, dan personel militer tewas.

Perbuatan ini dikukuhkan berbagai bukti foto dan video saksi mata warga sipil yang meminta perlindungan kepada pemerintah.

 

 
Lebih dari 700 petugas penegak hukum dan sekitar 1.300 warga sipil terluka dan hingga 400 dirawat di rumah sakit.
 
 

 

Dalam kerangka ini, saya ingin mencatat, perlu membedakan dengan jelas protes damai dari tindakan kelompok bersenjata yang mengancam kedaulatan dan tatanan konstitusional Kazakhstan. Kami telah menghadapi tindakan agresi terorganisasi dengan baik dan siap.

Mereka tak berniat bernegosiasi dengan pihak berwenang. Pawai damai berubah menjadi kekacauan dan penjarahan, karenanya warga bisa menderita. Keadaan ini memaksa pemerintah merespons dengan baik.

Sayangnya, lembaga penegak hukum Republik Kazakhstan tak siap untuk pergantian peristiwa seperti itu dan membutuhkan bantuan melepaskan sumber daya tambahan dari perlindungan fasilitas penting yang strategis, untuk melakukan tindakan terhadap para penjahat.

Piagam PBB mengakui hak setiap negara membela diri secara individu atau kolektif.

Dengan menilai situasi secara objektif dan mempertimbangkan ancaman langsung terhadap tatanan konstitusional, presiden mengimbau negara-negara anggota CSTO mengirim pasukan penjaga perdamaian kolektif untuk membantu menstabilkan situasi.

 
Dengan demikian, operasi besar-besaran terhadap kelompok-kelompok bersenjata diluncurkan di seluruh republik, penangkapan dan penahanan para penjahat dan penjarah dilakukan. Situasi keamanan stabil pada 8 Januari.
 
 

Pasukan penjaga perdamaian dikerahkan sesuai Pasal 2 dan 4 Perjanjian Keamanan Kolektif CSTO. Pasukan penjaga perdamaian CSTO tak ambil bagian dalam operasi militer dan tetap berada di wilayah Kazakhstan untuk sementara.

Tugas utama mereka memastikan perlindungan fasilitas strategis di Almaty, wilayah Almaty, dan ibu kota Kazakhstan, yang memungkinkan lembaga penegak hukum Kazakhstan untuk melakukan tindakan yang relevan.

Dengan demikian, operasi besar-besaran terhadap kelompok-kelompok bersenjata diluncurkan di seluruh republik, penangkapan dan penahanan para penjahat dan penjarah dilakukan. Situasi keamanan stabil pada 8 Januari.

Sebuah operasi lembaga penegak hukum memulihkan ketertiban di seluruh negeri dan eksekutif lokal mulai memulihkan fasilitas yang hancur. Misi utama kontingen penjaga perdamaian CSTO selesai setelah situasi keamanan di negara stabil.

Unit pasukan penjaga perdamaian meninggalkan Kazakhstan selama 13-19 Januari.

 
Jadi sekarang, tahap perkembangan baru dimulai di Kazakhstan, yang akan menjadi periode pembaruan sejati, dan kami bertekad membangun Kazakhstan baru.
 
 

Untuk mengambil langkah konstruktif guna menghilangkan penyebab peristiwa tragis, dalam pidatonya pada 11 Januari kepada parlemen dan Pemerintah Kazakhstan, presiden menguraikan jalan reformasi sosial-ekonomi pada 2022 untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Jadi sekarang, tahap perkembangan baru dimulai di Kazakhstan, yang akan menjadi periode pembaruan sejati, dan kami bertekad membangun Kazakhstan baru.

Kazakhstan, sebagai anggota komunitas internasional yang bertanggung jawab, adalah pihak dalam semua konvensi dan kesepakatan HAM. Negara kami berkali-kali menyatakan komitmen pada supremasi hukum, perlindungan HAM, dan kebebasan mendasar.

Saya percaya, klarifikasi ini membantu pembaca membentuk pandangan holistik tentang apa yang sebenarnya terjadi di Kazakhstan.


×