Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta, Senin (17/1/2022). Pemerintah Kota Yogyakarta hingga kini belum menerapkan PTM 100 persen karena menunggu evaluasi PTM 70 persen. Rencananya PTM 100 persen akan diberlakukan | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

20 Jan 2022, 13:07 WIB

Epidemiolog Minta PTM Disetop Hingga Maret

Pelaksanaan PTM masih mengacu pada SKB Empat Menteri.

JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah bisa dihentikan sementara hingga awal Maret 2022. Meningkatnya kasus Covid-19, terutama varian omikron dinilai bisa berbahaya bagi anak-anak.

Dicky memperkirakan, di awal Februari 2022 akan mulai terjadi peningkatan kasus anak terinfeksi Covid-19 yang ada di rumah sakit. "Jadi, kita lebih baik setop PTM sampai awal Maret 2022. Karena saya melihat ada kecenderungan anak tertular Covid-19, padahal mereka harus dilindungi," ujar Dicky saat mengisi sebuah konferensi virtual bertema Omikron Ancam PTM 100 Persen, Rabu (19/1).

DKI Jakarta dan Kota Malang melaporkan adanya penambahan kasus Covid-19 di sekolah, kemarin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, jumlah kasus positif di MAN 2 Kota Malang terus bertambah. Bukan hanya dari siswa, melainkan juga guru. "Yang positif 11 orang, (dari kalangan, Red) siswa dan guru," kata Husnul, Rabu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, siswa dan guru positif Covid-19 telah ditempatkan di Gedung PSBB MAN 2 Kota Malang. Mereka diisolasi sekitar 10 sampai 14 hari. Sementara, pembelajaran akan kembali dilaksanakan secara daring.

Menanggapi itu, Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto mengatakan, pelaksanaan PTM masih mengacu pada SKB Empat Menteri. Aturan itu mengatur soal PTM 100 persen. "Kebijakan ini disusun secara adaptif dengan mempertimbangkan perkembangan situasi pandemi terkini. Hal tersebut dilakukan demi kemaslahatan masyarakat, utamanya anak-anak Indonesia," kata dia, Rabu.

Dari hasil pemantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap penyelenggaraan PTM, penerapan jaga jarak sulit dilakukan selama proses PTM. Kemudian, terjadi kerumunan di luar sekolah saat para siswa menunggu jemputan.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku, pihaknya mendatangi banyak sekolah dasar karena mayoritas anak-anak belum divaksinasi dosis lengkap. "Catatan KPAI yaitu mengenai jaga jarak," ujar Retno, Selasa (18/1).

Perketat prokes

Pihak Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Jakarta memperketat protokol kesehatan pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berkapasitas 100 persen yang direncanakan akan berlangsung pada Kamis besok, guna mengantisipasi penyebaran kasus positif Covid-19 di lingkungan sekolah.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 6 Bidang Humas Unro mengatakan bahwa salah satu upaya yang dilakukan pihak sekolah dengan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruang kelas.

"Pihak sekolah menyemprot disinfektan. Kemarin dari pihak komite mengirim tim teknis untuk meninjau ruangan kelas, sehingga sore ini atau sampai malam sudah turun (melakukan penyemprotan)," kata Unro di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas protokol kesehatan di pintu masuk sekolah sebagai langkah pencegahan awal. "Antisipasi kita itu sudah maksimal terkait upaya menekan Covid-19 di sekolah ini mulai dari cuci tangan, kita punya lima stand pengukur suhu supaya tidak ada penumpukan," ujar Unro.

photo
Siswa kelas 5 mencuci tangan saat pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Lempuyangwangi, Yogyakarta, Senin (17/1/2022). Pemerintah Kota Yogyakarta hingga kini belum menerapkan PTM 100 persen karena menunggu evaluasi PTM 70 persen. Rencananya PTM 100 persen akan diberlakukan pada 24 Januari mendatang. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Adapun pembelajaran tatap muka terbatas direncanakan digelar pada Kamis, apabila tes usap "Polymerase Chain Reaction" (PCR) terhadap 82 orang menunjukkan hasil yang negatif.Unro menuturkan tes tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan kasus Covid-19 dari salah satu siswanya pada Kamis (13/1).

"PTM belum (hari ini) karena masih menunggu hasil tes PCR terkait Covid-19 yang dilakukan terhadap siswa, guru serta karyawan," ungkap Unro.

Sebelumnya, Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru melakukan tes usap PCR terhadap 82 orang yang terdiri atas 35 orang siswa kelas XI, 41 pendidik, dan enam tenaga kependidikan."35 siswa itu berasal dari kelas yang terdapat satu orang siswa positif Covid-19," tutur Unro.Akibatnya, SMAN 6 ditutup sementara selama lima hari sejak Jumat (14/1) setelah satu siswa kelas XI MIPA 5 terkonfirmasi Covid-19 dari klaster keluarga.

Kendati PTM telah ditiadakan sejak Jumat (14/1), pihaknya tidak mau mengambil risiko dengan memulai PTM kapasitas 100 persen karena belum keluarnya hasil tes PCR tersebut."Sehingga daripada terkatung-katung tidak ada kepastian, kami putuskan hari ini untuk pembelajaran jarak jauh," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ikatan Dokter Anak Indonesia (@idai_ig)


×