Suasana Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan sejumlah menteri lainnya meluncurkan InJourney | Youtube

Ekonomi

15 Jan 2022, 02:20 WIB

InJourney Siap Merajai Asia Tenggara 

Salah satu rencana besar InJourney adalah sedikit mengubah layout Labuan Bajo.

JAKARTA  —  Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aviasi dan Pariwisata bernama Indonesia Journey (InJourney) yang baru saja diluncurkan siap merajai Asia Tenggara. InJourney ditargetkan akan menjadi holding aviasi dan pariwisata terbesar di kawasan ASEAN.

Direktur Marketing InJourney Maya Watono mengatakan, pembentukan InJourney sebagai bentuk penguatan ekosistem pariwisata yang terintegrasi. Ia mencontohkan, Singapura memiliki Holding Temasek yang mampu mengintegrasikan sektor pariwisata sehingga menjadi hub pariwisata dunia.

"Mereka (Singapura) secara geografis kecil, tapi dengan hub dan pariwisata yang terintegrasi dengan ekosistem bisa mendatangkan pendapatan domestik bruto (PDB) yang luar biasa, sedangkan Indonesia yang punya potensi besar belum bisa memaksimalkan,” kata Maya  dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat (14/1).

Maya mengatakan, InJourney memiliki sejumlah strategi dalam meningkatkan industri pariwisata, salah satunya memaksimalkan wisatawan nusantara (wisnus). Pemerintah, lanjut Maya, telah menargetkan jumlah wisnus mencapai 330 juta orang dan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 17 juta orang. "Sebelum pandemi, wisnus kita sudah mencapai 250 juta orang," ujar Maya.

Maya menyampaikan, InJourney memiliki sejumlah terobosan dalam mengoptimalkan pasar domestik, mulai dari menyinergikan calendar of event seluruh anggota holding selama satu tahun hingga adanya satu aplikasi yang terintegrasi. "Setelah MotoGP kita akan rutin gelar event setiap bulan di Mandalika. Begitu juga dengan Labuan Bajo agar semakin menarik minat wisnus," kata Maya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Aviasi Pariwisata Indonesia (injourney.id)

Maya mengatakan, InJourney akan terus melakukan pengembangan di sejumlah lini, seperti bandara, hotel, hingga destinasi. Maya menilai konektivitas masih menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia mengunjungi destinasi wisata. 

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebagai holding atau induk BUMN Aviasi dan Pariwisata akan bekerja sama sangat erat dengan pemerintah daerah (pemda) untuk membangunkan ekosistem pariwisata nasional. "Pastinya kerja sama dengan pemerintah daerah akan sangat erat," kata Maya.

Maya mencontohkan di Labuan Bajo di mana Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata bekerja sama sangat erat dengan pemda, seperti apa yang bisa InJourney lakukan untuk konservasi Komodo. Maya menyebutkan, ada satu rencana besar karena InJourney sedikit mengubah layout dari Labuan Bajo, mulai dari dermaga dan sebagainya akan dikembangkan supaya membangunkan ekosistem pariwisata di Labuan Bajo.

"Tentunya ini kita bekerja sangat erat dengan pemerintah daerah di Labuan Bajo dan di mana pun kita berada, terutama untuk ITDC dan Taman Wisata Candi. Jadi, di setiap tempat itu pastinya kita sangat erat kerja samanya dengan pemerintah daerah," ujar Maya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akun resmi Kementerian BUMN RI (kementerianbumn)

Presiden Joko Widodo berharap InJourney mampu membangkitkan dunia pariwisata di Tanah Air.  Presiden mengingatkan Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata harus gesit, lincah, dan profesional dalam menjalankan bisnis, jangan malah terjebak dalam permasalahan-permasalahan lama.

Holdingisasi ini harus membuat holding BUMN pariwisata menjadi gesit dan lincah serta profesional karena kunci ini, membuat tata kelola menjadi lebih efisien dan lebih simpel dan sederhana, dan jangan sampai justru muncul keribetan-keribetan baru, atau memindahkan persoalan-persoalan lama ke bentuk persoalan-persoalan baru,” kata Presiden saat meluncurkan InJourney Holding Pariwisata dan Pendukung, di Pantai Kuta Mandalika, Lombok, Kamis (13/1).

Presiden mengatakan, kunci untuk bergerak lebih maju adalah perbaikan manajemen dan tata kelola untuk mengoptimalkan potensi pariwisata Indonesia yang begitu besar. Pada tahun ini Presiden berharap  Indonesia mendapatkan potensi peningkatan kunjungan wisata karena menjadi tuan rumah berbagai perhelatan internasional, seperti MotoGP 2022 pada Maret 2022 dan Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada November 2022. 

Presiden juga berpesan kepada Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata agar dampak kemajuan sektor pariwisata dapat dirasakan masyarakat setempat, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah setempat. 

“Bisa memperbesar, memperbaiki tata kelola, tetapi juga lingkungannya juga bisa ikut nebeng. Dan, segera bentuk ekosistem lintas sektor yang melibatkan BUMN, melibatkan swasta, melibatkan masyarakat lokal dan UMKM yang ada di daerah,” ujar Presiden. 

Indonesian Journey atau InJourney adalah BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I dan II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, & Ratu Boko, dan PT Sarinah (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aviasi Pariwisata Indonesia.

 

Tunjuk Maya

 

Maya Watono mengaku berpikir cukup lama sebelum mengiyakan tawaran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk menjadi direktur marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Journey (InJourney). Maya sebelumnya menjabat sebagai CEO PT Dentsu Indonesia, sebuah advertising agency multinasional di Indonesia yang merupakan raksasa dalam industri periklanan. 

"Saya menimbang-nimbang mungkin sekitar tiga bulan sampai akhirnya menyatakan iya. Per hari ini (kemarin - Red) saya dilantik untuk memasuki InJourney sebagai direksi, tepatnya Direktur Marketing dan Consumer Experience,” kata Maya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (14/1).

Maya mengaku tidak mudah meninggalkan dunia periklanan yang sudah membesarkan namanya dalam 15 tahun terakhir. Namun begitu, Maya menilai ajakan Erick merupakan sebuah kesempatan emas yang sayang untuk dilewatkan.

"Ada penawaran datang dari Pak Erick dengan konsep yang sangat luar biasa, ini membuat sesuatu kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan. Kesempatan untuk mengabdi ke negara dan berusaha memberikan yang terbaik untuk bangsa ini adalah sesuatu yang luar biasa," ujar Maya.

Maya mengaku siap menerjemahkan keinginan Erick dalam memaksimalkan potensi wisata Indonesia. "Pak Erick ingin reformasi cara kerja BUMN yang lebih ramping, sederhana, agile, dan profesional. Untuk itu, membutuhkan injeksi darah segar dari luar (BUMN) dalam mengubah kultur di BUMN," kata Maya.

Selama tiga tahun terakhir, Maya berhasil membawa Dentsu Indonesia menjadi agensi periklanan multinational terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Maya sebagai country CEO Dentsu Indonesia, nama Dentsu Indonesia telah mencuat di kancah periklanan internasional berkat pertumbuhannya yang luar biasa dan juga karya-karya nya yang telah memenangkan berbagai award di Asia Pasifik.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan, dengan hadirnya Maya sebagai direktur marketing InJourney akan dapat mendorong kinerja perusahaan ke depannya. Ia menilai, pengalaman Maya di industri ini selama lebih dari 15 tahun, diharapkan dapat mendukung pemulihan sektor pariwisata untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional selepas pandemi Covid-19.

"Diharapkan, dengan bergabungnya Ibu Maya sebagai Direktur Marketing InJourney, akan dapat memberikan nilai tambah untuk bisa meningkatkan kinerja korporasi semakin baik lagi,” ujar Kartika. 


×