Mitra layanan ojek daring Gojek menunjukkan logo merger perusahaan Gojek dan Tokopedia yang beredar di media sosial di shelter penumpang Stasiun Kereta Api Sudirman, Jakarta, Jumat (28/5/2021). Gojek dan Tokopedia merupakan dua rintisan unicorn di Tanah A | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Tajuk

16 Dec 2021, 03:45 WIB

Akselerasi Talenta Digital

Dibentuknya Merah Putih Fund menjadi momentum yang tepat guna mewujudkan bertambahnya ekosistem digital berskala global.

Berdasarkan data CB Insights per kuartal III 2021, usaha rintisan (startup) di bidang teknologi finansial yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dolar AS atau biasa disebut unicorn secara global berjumlah 206 perusahaan.

Pada tahun ini, terdapat 119 unicorn baru yang terlahir. Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah unicorn terbanyak sejagat. Jumlahnya 107 unicorn atau 51,9 persen dari total unicorn fintech yang ada.

Posisi kedua terbanyak ditempati wilayah Asia. Di Asia terdapat 41 unicorn fintech atau 19,9 persen dari total fintech sedunia.

Eropa menjadi kawasan ketiga terbanyak yang memiliki unicorn. Di Eropa, terdapat 36 unicorn fintech atau 17,48 persen dari total unicorn fintech sebumi. Sudah 31,1 miliar dolar AS yang dihabiskan untuk pendanaan startup fintech pada kuartal III 2021.

 
Dari tahun ke tahun, pendanaan bagi munculnya usaha rintisan terus bertambah.
 
 

Dari tahun ke tahun, pendanaan bagi munculnya usaha rintisan terus bertambah. Salah satu pemicunya adalah keniscayaan bagi munculnya ekosistem digital. Di ekosistem digital, pengembangan teknologi merupakan tulang punggung.

Teknologi digital tercipta berkaitan dengan kebutuhan akan kemudahan dalam aktivitas keseharian. Untuk bisa bepergian, kini tak harus ke terminal bus. Melalui telepon pintar, kita bisa memesan kendaraan yang akan menjemput ke lokasi yang diinginkan.

Membeli makanan atau minuman tak mesti mendatangi toko atau pusat perbelanjaan. Dengan menggunakan smartphone, makanan dan minuman bisa kita pesan dan diantar langsung ke rumah.

Pengusaha mikro kecil kini dengan mudah mendapatkan pasokan barang karena pesanan bisa diantar ke toko tanpa harus kulakan barang ke gudang. Ibu rumah tangga tinggal pencet layar handphone untuk belanja sayur tanpa mendatangi pasar. Aplikasi penjualan sayur memungkinkan ini terjadi.

Untuk berobat, penggunaan teknologi telemedis memungkinkan pasien mendapatkan konsultasi mengenai penyakitnya tanpa perlu bertatap muka dengan tenaga medis. Pun obat bisa diantar ke rumah tanpa harus mengantre di apotek.

Berbagai inovasi dan improvisasi teknologi digital ini menemukan momentumnya pada masa pandemi. Penjarakan fisik dan pembatasan sosial menghindarkan pertemuan tatap muka. Tak heran bila pada masa pandemi, proses belajar dan mengajar tidak mesti dilakukan di sekolah.

 
Negara maju, negara berkembang, ataupun negara miskin terdampak oleh disrupsi teknologi digital ini.
 
 

Aplikasi pertemuan secara virtual bermunculan, yang menyebabkan proses pembelajaran dengan guru atau dosen dilakukan melalui layar komputer atau telepon pintar.

Kondisi ini terjadi merata hampir di semua negara. Negara maju, negara berkembang, ataupun negara miskin terdampak oleh disrupsi teknologi digital ini. Tentu saja tumbuh pesatnya teknologi digital ini harus diantisipasi.

Sebagai negara dengan penduduk terbanyak keempat sejagat, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi penentu dalam pertumbuhan teknologi digital. Infrastruktur sumber daya manusia sebagai komponen perangkat lunak mesti disiapkan sejak dini. Hal yang sama dengan infrastruktur perangkat kerasnya.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informastika, Indonesia kini memiliki delapan unicorn. Data CB Insights menyebutkan, Tokopedia dan Gojek (GoTo) merupakan unicorn dengan valuasi 18 miliar dolar AS atau setara Rp 256,55 triliun (kurs Rp 14.253 per dolar). Valuasi unicorn ini merupakan yang terbesar se-Indonesia.

Dibentuknya Merah Putih Fund menjadi momentum yang tepat guna mewujudkan bertambahnya ekosistem digital berskala global. Perlu persiapan guna menyiapkan ekosistem digital ini dengan sumber daya manusia yang mahir teknologi.

Pandemi sejatinya memosisikan negara-negara dalam kesetaraan. Tinggal bagaimana masing-masing negara bisa terdepan dalam pengembangan teknologi digital ini. Merah Putih Fund membantu dalam mewujudkan talenta-talenta digital nasional ini.

Perencanaan yang matang dan sistematis serta memunculkan talenta digital berwawasan Merah Putih adalah keniscayaan masa kini ataupun masa depan. Merah Putih Fund akan mengakselerasi terwujudnya talenta digital berwawasan nasional. 


×