Seorang petugas pompa bensin berdiri di samping halaman sampul surat kabar the Sowetan di Pretoria, Afrika Selatan, Sabtu (27/11). Tulisan di koran itu berbunyi, “Varian baru ada di sini”. | Denis Farrell/AP

Internasional

29 Nov 2021, 03:45 WIB

Tim Biden Rapat Bahas Omicron

Fauci mengaku tak akan terkejut jika varian Omicron itu sudah ada di AS.

WASHINGTON -- Kemunculan virus korona yang baru, Omicron, mendorong tim kesehatan pemerintah Presiden Amerika Serikat Joe Biden menggelar rapat darurat, Sabtu (27/11). Tiga pejabat pemerintah AS mengatakan, tim itu juga membahas kebutuhan mempercepat pemberian vaksin booster dalam beberapa pekan ke depan.

“Para pejabat tinggi bidang kesehatan dan tim tanggap Covid terus memonitor perkembangan terakhir tentang Omicron dan terus berhubungan dengan para pejabat kesehatan di seluruh dunia,” demikian pernyataan Gedung Putih, Sabtu.

Tim kesehatan Biden dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), Departemen Kesehatan, dan Gedung Putih menggelar serangkaian rapat selama dua hari. AS telah melarang perjalanan ke Afrika Selatan dan tujuh negara sekitarnya.

Saat berita ini ditulis, AS belum menemukan kasus Omicron di negaranya. Namun, ahli penyakit menular terkemuka di AS, Dr Anthony Fauci, mengaku tak akan terkejut jika varian itu sudah ada di AS.

“Saat ada virus yang memiliki tingkat penyebaran seperti ini dan kita sudah (telanjur) memiliki kasus terkait perjalanan bahwa kasus ini ada juga di Israel, Belgia, dan tempat lain. Dengan adanya virus seperti ini, maka nyaris pada akhirnya akan menyebar,” kata Fauci kepada televisi NBC, Sabtu.  

Fauci dan petinggi tim kesehatan Biden telah meninjau data terbatas mengenai Omicron. Set data itu fokus pada varian mana yang dapat menyebar.

"Satu hal yang sudah jelas (Omicron) sangat menular. Alasan Anda menutup perbatasan adalah untuk mengulur waktu sehingga Anda memiliki persiapan yang lebih baik dan belajar lebih banyak mengenai varian itu," kata Fauci.

Fauci mengatakan, berdasarkan mutasi yang diidentifikasi ilmuwan, varian Omicron ini sepertinya lebih menular dibandingkan yang lainnya, termasuk varian Delta. “Kita memang belum tahu pasti, namun kita harus berasumsi demikian,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pertama kali menerima laporan mengenai varian baru pada 24 November lalu. Varian ini tampaknya berpotensi meningkatkan risiko infeksi. Para ilmuwan mengatakan, varian ini yang menyebabkan lonjakan kasus infeksi provinsi terbesar di Afrika Selatan, Guateng, baru-baru ini. Kasus itu kemudian menyebar ke seluruh negeri.

Varian ini telah terdeteksi di Afrika Selatan, Belgia, Hong Kong, Israel, dan Botswana. Pada Jumat (26/11) lalu, WHO menetapkan varian itu sebagai variant of concern atau varian yang mengkhawatirkan. Varian ini berpotensi mengganggu penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia dan menyebabkan kemunduran dalam menahan penyebaran virus.

photo
Warga mengantre sebelum menaiki penerbangan Air France ke Prancis dari Bandara Internasional Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (26/11/2021). Sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia mulai menutup pintu kedatangan dari Afrika bagian selatan akibat merebaknya varian Covid-19 yang dibari sandi Omicron. - (AP Photo/Jerome Delay)

Hingga saat ini pemerintah meminta warga AS untuk mematuhi pedoman kesehatan yang dikeluarkan CDC dan mendaftarkan untuk vaksin booster. Belum ada rencana untuk mengimplementasikan langkah perlindungan yang lain.

Secara terpisah, kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, baru satu dari empat petugas medis di benua itu yang sudah divaksin lengkap. Direktur WHO untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti mengatakan, alasan paling umum rendahnya angka vaksinasi di petugas medis karena keraguan untuk menerima vaksin.

Vaksin juga tidak tersedia secara memadai di benua yang berpopulasi 1,2 miliar jiwa itu.

Masih misterius

Omicron atau B.1.1.529 adalah varian Covid-19 terbaru yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Varian ini telah mengalami sekitar 30 mutasi dari virus korona asal.

Sharon Peacock, kepala ahli genetik Covid-19 di University of Cambridge, Inggris, mengatakan, mutasi yang dialami Omicron seiring dengan meningkatnya tingkat penularan. Namun, belum diketahui apakah banyaknya mutasi itu signifikan.  

Secara genetik, Omicron berbeda dari varian sebelumnya, termasuk dibandingkan dengan varian Beta dan Delta. Namun, belum diketahui apakah perubahan genetik itu membuat Omicron lebih menular atau lebih berbahaya.

Sumber : Reuters/Associated Press


×