Bendera Partai Politik, di Ruang Rapat Gedung KPU, Jakarta, Kamis (9/1). Presiden Jokowi mendorong parpol selalu hadir mendampingi dan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid. | Republika/Adhi Wicaksono
25 Oct 2021, 03:45 WIB

Parpol Didorong Ringankan Beban Masyarakat

Presiden Jokowi mendorong parpol selalu hadir mendampingi dan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mendorong partai politik (parpol) selalu hadir mendampingi dan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi. Sebagai wadah artikulasi dan agregasi politik masyarakat, parpol diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi penduduk.

“Apakah parpol sudah berada di kanan kiri masyarakat saat menghadapi situasi (pandemi) seperti ini? (Parpol) Dituntut untuk hadir meringankan beban masyarakat dan diharapkan juga hadir memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat kita,” ujar Jokowi di acara peringatan HUT ke-57 Partai Golkar, dikutip Ahad (24/10).

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 ini menyebabkan terjadinya dua krisis global yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia, yakni krisis kesehatan dan juga krisis ekonomi. Untuk mengatasi dua krisis yang inipun diperlukan tindakan-tindakan yang extra ordinary.

“Dalam kondisi seperti ini lembaga eksekutif ditantang dan diuji. Lembaga legislatif dan yudikatif juga diuji, semua diuji, apakah bisa menghadapi situasi ini dengan baik,” kata dia.

Terkait

Menurut Jokowi, pandemi Covid-19 ini telah mengajarkan banyak hal bagi pemerintah, yakni pentingnya melakukan respon yang cepat dan tepat yang bisa menjangkau dan melindungi seluruh masyarakat hingga ke berbagai pelosok Tanah Air. Pandemi ini menjadi ujian bagi sistem kelembagaan di Indonesia, baik kelembagaan pemerintahan, ekonomi, maupun politik.

Menanggapi isu itu, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arwani Thomafi mengakui, pandemi Covid-19 memang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi partai politik. Namun, ia tidak spesifik pada apa yang sudah dilakukan partainya untuk mengurangi beban masyarakat.

Arwani mengatakan, dalam menghadapi tantangan tersebut, PPP disebutnya terus melakukan penataan organisasi partai sebelum menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024. "Untuk itu DPP PPP akan melakukan penataan ulang di seluruh jajaran kepartaian, yang pertama adalah struktur organisasi," ujar Arwani, saat dikonfirmasi, Ahad (24/10).

Tantangan lain yang dihadapi PPP adalah perolehan suara. Kerja-kerja elektoral akan terus dilakukan demi terus mengumpulkan suara rakyat. "Kita perlu berbenah untuk menjaga tanggung jawab ke masyarakat," ujar Arwani.


×