Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
17 Oct 2021, 15:25 WIB

Keteguhan Iman di Jalan Dakwah

Banyak orang yang meyakini dakwah anak muda sebagaimana diceritakan di QS al-Buruj.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Surah al-Buruj: 4-7, sempat merekam kisah seorang anak muda “ghulaam” yang mengajak bertauhid kepada Allah SWT. “Laa ilaaha illallahu (Tiada tuhan selain Allah)".

Banyak orang yang meyakini dakwah anak muda tersebut. Salah seorang ajudan raja ketika itu ikut beriman dan sembuh dari kebutaannya dengan pertolongan Allah SWT. Raja murka melihat apa yang sedang terjadi.

Sebab baginya, fenomena tersebut akan meruntuhkan ketuhanan dirinya. Raja mengancam akan membunuh anak muda itu. Sebelum itu, guru anak muda tersebut telah digergaji oleh raja dari kepala sampai kaki.

Terkait

Raja ngamuk menggunakan pasukannya untuk melempar anak muda ke tebing yang dalam. Namun, pertolongan Allah datang, semua pasukan terlempar ke dalam tebing dengan embusan angin kencang kecuali anak muda itu. Raja berusaha dengan cara lain.

Pasukan angkatan laut dikerahkan untuk menenggelamkan anak muda itu. Lagi-lagi pertolongan Allah datang. Perahu dan semua pasukan tenggelam diterjang gelombang besar, sementara anak muda itu selamat.

Anak muda berkata kepada raja: “Anda tidak akan bisa membunuhku kecuali dengan mengumpulkan semua orang menyaksikan kejadian ini, dan Anda harus mengucapkan dengan nyaring “Bismillah rabbil ghulaam (dengan nama Allah Tuhannya anak muda)’’ pada saat melemparkan panah ke leherku”. Raja setuju.

Di hari yang dijanjikan, orang-orang menyaksikan raja berhasil membunuh anak muda itu setelah mengucapkan “Bismillah”, dan anak muda itu mati syahid. Seketika semua orang yang hadir berteriak mengucapkan “aamantu birabbil ghulaam (aku beriman kepada Tuhan yang disembah anak muda)’’.

Inilah cita-cita yang diinginkan anak muda itu. Ia ingin bergema di bumi Allah kalimat tauhid. Hari itu tidak ada lagi orang yang percaya bahwa raja adalah tuhan. Raja semakin murka. Semua pintu keluar dari lapangan itu ditutup.

 
Inilah cita-cita yang diinginkan anak muda itu. Ia ingin bergema di bumi Allah kalimat tauhid.
 
 

Raja memerintahkan pasukannya agar menggali parit “al ukhdud”. Lalu, ditumpuk sebanyak-banyaknya kayu bakar. Setelah itu, dinyalakan api yang besar “annaari dzaatil waquud”. Di sini peristiwa parit terjadi. Satu per satu dari mereka yang beriman dilempar ke dalam api. Diriwayatkan, jumlah mereka sebanyak 70 ribu orang.

Terakhir seorang ibu yang baru saja melahirkan bayinya. Ibu ini sempat ragu dan goyah imannya. Seketika bayinya berkata: “Ya ummah, ishbirii, fainnaki alal haq wa ma hiya illaa ghumaidhah" (Wahai ibuku, sabarlah, engkau benar, penderitaan ini hanyalah sekejap saja). Inilah bayi lain lagi setelah Nabi Isa yang pernah berbicara di pangkuan ibunya.


×