Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
25 Sep 2021, 03:30 WIB

Islam Itu Tinggi

Islam itu agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam.

 

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Sebagai Muslim, kita dituntut untuk mengenal Islam (makrifatul Islam) dan masuk ke dalam Islam secara kaffah, sehingga mampu berkomitmen menjadikan hidup untuk Islam sesuai janji yang diikrarkan (QS al-An’am [6]: 162). Islam berasal kata bahasa Arab yang memiliki banyak makna menunjukkan karakteristik para pemeluknya.

Pertama, islamul wajhi (menundukkan wajah) (QS al-Baqarah [2]: 112). Seorang Muslim itu orang yang menundukkan wajahnya di hadapan Allah SWT, karena rasa hormatnya kepada-Nya.

Terkait

Kedua, al-istislam (berserah diri) (QS Ali Imran [3]: 83). Seorang Muslim itu orang yang berserah diri kepada Allah; apapun yang dikehendaki Allah ia akan pasrah dan ridha. Seorang muslim juga orang yang taat mengikuti aturan Allah SWT.

Ketiga, as-salaamah (suci dan bersih) (QS As-Syu’ara [26]: 89). Seorang Muslim itu orang yang bersih badan, pakaian, pikiran dan hatinya. Kebersihan merupakan kekhasan Islam, sehingga bab thaharah (bersuci) menjadi yang pertama dalam fiqh.

Keempat, as-salaam (selamat sejahtera) (QS al-An’am [6]: 54). Seorang Muslim selalu menebarkan keselamatan dan kesejahteraan bagi orang lain. Ucapan salam adalah khas bagi Muslim, ucapan para penghuni surga (QS ar-Ra’d [13]: 24), dan ucapan dari Allah (QS Yasin [36]: 58).

Kelima, as-silm (perdamaian) (QS al-Anfal [8]: 61). Seorang Muslim itu orang yang selalu menebarkan kedamaian di muka bumi.

Islam pun memiliki beberapa sebutan yang menjelaskan hakikat dari Islam. Sebutan itu sebagian terkait dengan maknanya secara bahasa dan ada juga yang terpisah. Pertama, al-khudhu (ketundukan). Islam itu agama yang menekankan pada ketundukan manusia pada Sang Pencipta. Seorang Muslim berarti orang yang tunduk pada perintah dan larangan Allah agar menjadi orang yang bertakwa.

Kedua, wahyun ilahiyun (wahyu Ilahi). Islam itu satu-satunya agama yang berasal dari wahyu Allah (QS Ali Imran [3]: 19 dan 85).  Ketiga, dinul anbiya wal mursalin (agama para nabi dan rasul). Islam itu agama para nabi dan rasul. Semua nabi dan rasul membawa agama yang sama dan satu, yaitu Islam. Semua pemeluk agama Islam dari dahulu hingga kiamat nanti disebut muslim (QS al-Hajj [22]: 78).

Keempat, ahkamulllah (hukum-hukum Allah). Islam itu minhajul hayah (pedoman hidup) yang berisi hukum-hukum Allah. Kehebatan dari hukum Allah di antaranya adalah berasal dari Pencipta alam semesta, berarti yang paling tahu seluk-beluk alam semesta, tidak kontradiktif tapi saling menyempurnakan (QS An-Nisa 4:82), sesuai dengan fitrah manusia (QS Ar-Rum [30]: 30).

Kelima, shirathul mustaqim (jalan yang lurus). Islam itu jalan yang lurus, jalan yang selamat sampai surga.  Keenam, salamatud dunya wal akhirah (selamat di dunia dan akhirat). Islam itu agama yang menjamin pemeluknya selamat dan sejahtera di dunia dan di akhirat (QS Al-Baqarah [2]: 201).

Dengan demikian, Islam itu agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Islam agama yang diridhai oleh Allah (QS Ali Imran [3]: 19).


×