Relawan berusaha meredam kebakaran hutan di Sisilia, Italia, Selasa (10/8/2021). Kebakaran itu dinilai merupakan dampak perubahan iklim. | AP/Salvatore Cavalli
24 Sep 2021, 03:45 WIB

Degrowth Ekonomi dan Perubahan Iklim

Degrowth masih kecenderungan relatif marginal dalam politik iklim, tetapi telah menarik orang yang paham risikonya

ASWIN RIVAI, Dosen UPN Veteran Jakarta

Jika ada paradigma dominan tentang bagaimana politisi dan ekonom saat ini berpikir mengenai penyelesaian perubahan iklim, ini disebut pertumbuhan hijau atau green growth.

Menurut ortodoksi green growth yang pengikutnya pemerintahan di Eropa, OECD, Bank Dunia, dan AS, ekonomi global bisa terus tumbuh dan meredakan ancaman planet yang memanas melalui aksi lingkungan terorganisasi.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, paradigma ini mendapatkan landasan alternatifnya, yaitu degrowth. Menurut Degrowthers, manusia tak berkapasitas menghapus bahan bakar fosil dan memenuhi permintaan negara kaya yang terus tumbuh.

Terkait

Degrowth masih merupakan kecenderungan yang relatif marginal dalam politik iklim, tetapi telah menarik orang yang paham risikonya

Pada 2019, lebih dari 11 ribu ilmuwan menandatangani surat terbuka, yang menyerukan pergeseran dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menuju menjaga ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

 
Degrowth masih merupakan kecenderungan yang relatif marginal dalam politik iklim, tetapi telah menarik orang yang paham risikonya
 
 

Pada Mei, sebuah makalah di Nature berpendapat, degrowth mesti diperdebatkan secara luas. Mungkin pendukung paling menonjol degrowth adalah Jason Hickel, antropolog ekonomi dan penulis “Less Is More: How Degrowth Will Save the World.”

Degrowth seperti yang dia definisikan adalah pengurangan penggunaan energi dan sumber daya untuk mengembalikan keseimbangan ekonomi dengan dunia kehidupan, dengan mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan manusia.

Argumennya terhadap kerangka pertumbuhan hijau bertumpu pada dua premis utama, yaitu tidak ada bukti sejarah, PDB dapat sepenuhnya dipisahkan dari penggunaan sumber daya material.

Dengan kata lain, ekonomi manusia tak dapat tumbuh tanpa batas di planet dengan sumber daya terbatas. PDB dapat dipisahkan dari emisi gas rumah kaca, dengan mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan, tetapi pemisahan itu tak terjadi cukup cepat.

Solusinya, dalam pandangan Hickel, mengurangi konsumsi sumber daya dan energi, yang akan mempermudah transisi cepat ke energi terbarukan untuk mencegah kenaikan 1,5 derajat Celsius pemanasan global. Namun, keharusan ini tak berlaku sama di seluruh dunia.

Kritik terhadap degrowth, menganalogikan proyek itu dengan penghematan ekonomi atau resesi paksa, yang cenderung menyebabkan penderitaan dan memperburuk ketimpangan.

 
Kritik terhadap degrowth, menganalogikan proyek itu dengan penghematan ekonomi atau resesi paksa, yang cenderung menyebabkan penderitaan dan memperburuk ketimpangan.
 
 

Namun, degrowth, sebaliknya  menyerukan jenis ekonomi yang meningkatkan mata pencaharian masyarakat meski ada pengurangan aktivitas agregat. Degrowth berusaha mengurangi produksi yang merusak secara ekologis dan secara sosial kurang diperlukan.

Di antara kebijakan yang diusulkan Hickel untuk menciptakan ekonomi seperti itu adalah memperpendek jam kerja, memperkenalkan jaminan pekerjaan berupah layak, memindahkan pekerja dari industri yang menurun.

Ekonom Noah Smith mengambil argumen utama degrowth dalam membela pertumbuhan hijau. Pertama, dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi sebenarnya dapat dipisahkan dari penggunaan sumber daya.

Kita dapat terus meningkatkan standar hidup setiap orang tanpa menghabiskan sumber daya. Sebab, pertumbuhan tak hanya berarti menggunakan lebih banyak barang, sebaliknya bisa menemukan cara lebih efisien untuk menggunakan barang-barang yang kita miliki.

Kedua, Smith mengatakan, memisahkan PDB dari emisi gas rumah kaca tidak hanya mungkin, tetapi sudah terjadi. Pertanyaannya, apakah degrowthers menawarkan resep tepat untuk mencapai netralitas karbon pada jadwal lebih singkat?

Laju transisi yang sangat lambat ke energi terbarukan, menurut dia, ini masalah politik, bukan teknologi. Saat ini, degrowth tak memiliki konstituen massa. Namun, beberapa idenya memberikan pengaruh pada pemikiran ekonomi politik, khususnya soal PDB.

Bahkan, dalam ekonomi arus utama, ortodoksi pertumbuhan sedang ditantang. Apa alternatifnya? Kate Raworth, ekonom Inggris, mengajukan opsi  doughnut economy atau ekonomi donat.

 
Bahkan, dalam ekonomi arus utama, ortodoksi pertumbuhan sedang ditantang. Apa alternatifnya? Kate Raworth, ekonom Inggris, mengajukan opsi doughnut economy atau ekonomi donat.
 
 

Dalam pandangan Raworth, ekonomi abad ke-21 harus meninggalkan pertumbuhan demi pertumbuhan dan menjadikannya tujuan untuk mencapai sweet spot dari ekonomi donat berupa "fondasi sosial", yakni setiap orang memiliki yang dibutuhkan.

Model donat tidak melarang semua pertumbuhan, tetapi perlu dilihat sebagai sarana mencapai tujuan sosial dalam batas ekologis dan bukan sebagai indikator keberhasilan itu sendiri atau tujuan untuk negara-negara kaya.

Ide Raworth berdampak di dunia nyata. Tahun lalu, selama gelombang pertama pandemi, Pemerintah Kota Amsterdam berusaha pulih dari krisis dengan mengadopsi prinsip ekonomi donat.

 
Bagi Indonesia, perlu memahami konsep degrowth ini agar pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan aspek perubahan iklim.
 
 

Setahun sebelumnya, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan negaranya memprioritaskan kesejahteraan dan kebahagiaan penduduknya di atas pertumbuhan PDB. Dalam hal ini, peran negara dalam konsep degrowth sangat vital.

Penerbitan instrumen pembiayaan oleh Indonesia, seperti green bond, green sukuk, ORI, dan sukuk tabungan, di jalur yang benar. Kesadaran pelestarian lingkungan dengan katalisator konsep socially responsible investing perlu dukungan warga negara.

Mencari titik temu pertumbuhan ekonomi dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim menjadi tugas kita semua. Bagi Indonesia, perlu memahami konsep degrowth ini agar pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan aspek perubahan iklim.


×