Pekerja membuat tas berbahan kain di tempat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (31/7/2021). Mendorong meningkatkan daya saing UMKM agar terintegrasi dengan ekosistem digital. | ANTARA FOTO/Siswowidodo
21 Sep 2021, 08:44 WIB

Digitalisasi, Kunci Keberlangsungan Usaha

Mendorong meningkatkan daya saing UMKM agar terintegrasi dengan ekosistem digital.

Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran besar dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini terbukti mampu bertahan dalam sejumlah kondisi krisis yang melanda negeri, termasuk saat pandemi Covid-19.

Data Kementerian Koperasi dan UKM 2021 menunjukkan, kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional melebihi 60 persen di 2020. Kendati demikian, UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan untuk bisa tumbuh dan berdaya saing. 

Di antaranya terkait akses pembiayaan dan permodalan (51,09 persen), akses pasar, pemasaran dan promosi produk UMKM (34,72 persen), kesulitan bahan baku/alat produksi (8,59 persen), dan terkendala lainnya (5,24 persen).

Head of QR Operations Dana Luqman Ibnu dalam acara virtual “Peran Dana Bisnis dalam proses digitalisasi UMKM di Indonesia”, pekan lalu, menjelaskan, hampir 51 persen teman-teman UMKM mempunyai kendala dari sisi pembiayaan atau permodalan. “Kemudian diikuti kurangnya akses pasar ataupun tidak ada pemasaran dan promosi,” katanya.

Terkait

Salah satu cara meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM saat ini, adalah dengan mendorong mereka agar bisa terintegrasi dengan ekosistem ekonomi digital. Karena, dengan terhubung dalam ekosistem digital, Luqman melanjutkan, UMKM punya kesempatan yang lebih besar terhadap pembiayaan dan pasar sekaligus meningkatkan kemampuan SDM-nya lewat pemanfaatan teknologi. 

Dana Bisnis yang diluncurkan pada 2019 merupakan fitur yang ditujukan untuk pemilik usaha yang memiliki bisnis daring maupun luring. Dengan Dana Bisnis, pelaku usaha dapat menerima pembayaran, melalui berbagai jenis dompet yang memiliki QRIS tanpa biaya transaksi sehingga juga memudahkan konsumen.

Integrasi ini ikut menandai terhubungnya aplikasi Dana dengan lebih dari delapan juta merchant QRIS di seluruh Indonesia. Keunggulan lainnya adalah mitra Dana Bisnis dapat menerima pembayaran maupun melakukan penarikan dana secara langsung (real time) dan memperoleh laporan transaksi terkini.

Saat ini, peta penyebaran Dana Bisnis terpantau ikut meluas. Tak hanya terpusat di Pulau Jawa saja, tetapi ikut merambah ke area baru seperti Kalimantan dan Sulawesi. Bahkan, berdasarkan catatan Dana, hingga September 2021, sudah ada lebih dari 1.100 desa baru yang telah didigitalisasi melalui fitur Dana Bisnis.

Sedangkan untuk jumlah toko, pada 2019 hingga Agustus 2021, pengguna Dana Bisnis ada di Jawa Barat (34 persen), Jawa Tengah (18 persen), Jawa Timur (19 persen), DKI Jakarta (19 persen), Kalimantan (lima persen) dan Sulawesi (lima persen).

Jembatan Inklusi

photo
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/2/2021). Asosiasi e-Commerce Indonesia (IDEA) menyebutkan peningkatan tren belanja daring di masa pandemi Covid-19 diharapkan bisa menjadi pendorong penguatan ekonomi Indonesia terutama dari sektor UMKM. - (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Tren pemanfaatan teknologi digital dalam melakukan pembayaran juga terus meningkat selama pandemi. Hal ini terlihat selama Januari-Juni 2021, pembayaran menggunakan Dana Bisnis tercatat naik lebih dari 35 persen dibandingkan periode Juli-Desember 2020. Sementara itu, jumlah mitra aktif pada Agustus 2021 naik 133 persen (year-on-year) ketimbang Agustus tahun lalu.

Head of Government Relations Dana Felix Sharief menjelaskan, Dana memiliki visi bagaimana dapat menjadi jembatan inklusi keuangan dan menciptakan Indonesia cashless society. Caranya dengan berkolaborasi dengan semua pihak dalam sosialisasi dan edukasi.

“Kami bekerja sama dengan pihak pemerintah, institusi keuangan, pelaku usaha dan semua alat bisnis masyarakat untuk melakukan pendampingan UMKM dan tentunya dalam spirit pemulihan ekonomi,” ujarnya. 

Guna mendorong kemajuan bisnis para mitranya di tengah kompetisi bisnis yang makin sengit, Dana kini juga menyediakan fitur baru yang memungkinkan pengguna membuat katalog produknya di aplikasi, layaknya lokapasar. 

Kini, para mitra bisa menampilkan hingga 15 produk dalam katalognya dan mengirimkannya dalam bentuk tautan kepada calon pembeli untuk memudahkan pembeli dalam memilih produk yang sesuai. Tautan juga bisa dimanfaatkan pula oleh para pelaku usaha dengan menaruhnya dalam akun profil bisnisnya di media sosial. 

Tujuannya, untuk meningkatkan presensinya di dunia digital dan memperluas potensi pasar baru dengan mudah. “Jadi ketika link itu diklik sudah bisa kelihatan seperti e-commerce. Barangnya apa saja, harganya berapa, jadi user tinggal klik, bayar pakai Dana, barangnya bisa dikirim,” ujar  Luqman. 

Kemudahan berpromosi ini, kini telah tersedia untuk seluruh mitra Dana Bisnis dan bisa dimanfaatkan oleh merchant baik daring maupun luring.

Manfaatkan Pendanaan

photo
Digitalisasi usaha UMKM (Ilustrasi) - (Dok Kioson )

Mengembangkan usaha di masa pandemi, bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu, Modalku, platform pendanaan digital yang menghubungkan UMKM dengan pendana individu dan institusi, bersama BukuWarung, penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM, memulai kerja sama. 

Kolaborasi ini bertujuan menyediakan akses pembiayaan bagi 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung. Karena selama ini, UMKM segmen mikro merupakan salah satu segmen yang sulit mendapatkan akses ke pembiayaan. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Modalku, bertajuk “Dampak Ekonomi dan Sosial Pembiayaan UMKM Menggunakan Fintech P2P Lending” pada 350 pelaku UMKM peminjam Modalku, sebanyak 50 persen usaha mikro mengalami hambatan ketika mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional. Hal ini disebabkan tidak adanya laporan keuangan yang tersusun rapi.

Co-Founder sekaligus COO Modalku, Iwan Kurniawan menjelaskan, Modalku senantiasa mengajak para pelaku UMKM untuk bangkit dengan solusi pembiayaan secara daring. “Kami ingin mendukung bisnis UMKM untuk terus berkembang, salah satunya dengan memiliki arus kas yang lancar serta didukung pencatatan keuangan yang baik,” ujarnya. 

Senada, Presiden dan Co-Founder BukuWarung, Chinmay Chauhan menyampaikan, kerja sama dengan Modalku ini sejalan dengan rencana BukuWarung untuk memperluas layanan keuangan. “Selain melalui fitur pencatatan keuangan digital yang menjadi keandalan BukuWarung, kemudahan akses terhadap pembiayaan digital akan membantu 6,5 juta pengguna kami untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya. 

photo
Pedagang menyelesaikan pembuatan mainan anak di Jakarta, Rabu (21/7/2021). Pemerintah meyatakan akan memberikan insentif UMKM Rp 1,2 juta kepada 1 juta pelaku usaha mikro informal yang terdampak Covid-19 selama perpanjangan PPKM. - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Layanan pembiayaan digital bersama Modalku ini akan melengkapi fitur pembayaran yang telah BukuWarung sediakan sejak September 2020 yang telah bermitra dengan bank di Indonesia dan penyedia dompet digital. Kini, pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp 100 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 30 hari.

Dana bisa digunakan sebagai modal usaha untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis, seperti menambah stok barang, membeli perlengkapan usaha, menyewa lokasi usaha, ataupun biaya marketing. Fasilitas ini, dapat dinikmati oleh pengusaha yang memiliki bisnis dan telah berjalan selama lebih dari enam bulan. 

Perkuat SEO 

Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha, untuk dapat bersaing dan eksis di dunia digital. Salah satunya, adalah dengan memanfaatkan search engine optimization (SEO). 

Sebagai platform solusi bisnis satu atap yang juga menyediakan layanan pemasaran, Zilingo pun berbagi tentang pentingnya mengoptimalkan mesin pencari untuk memperkuat strategi pemasaran digital, khususnya bagi pelaku UMKM.

Menurut Digital Marketing Manager Zilingo, Fandi Prathama, beberapa hal yang harus pelaku usaha perhatikan, adalah: 

1. Pilih kata kunci yang tepat

Baiknya, kita harus mengetahui beberapa kata kunci yang sering digunakan pengguna mesin pencari untuk mengoptimasi situs bisnis yang dimiliki. Salah satu alat pencari kata kunci yang dapat membantu, adalah Google Keyword Planner. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan volume pencarian, kompetisi, dan maksud dari kata kunci yang akan kita gunakan. 

2. Sebar kata kunci di situs laman kita

Setelah menemukan kata kunci yang tepat, sekarang saatnya menyebar kata tersebut di situs kita. Sebisa mungkin sematkan kata kunci pada judul, deskripsi produk, meta description, URL ataupun header.

3. Fokus pada penawaran unik yang dimiliki

Untuk meningkatkan posisi dalam pencarian laman di industri kita, carilah kata-kata yang sesuai dengan kelebihan produk atau layanan usaha. Misalnya, berikan penawaran yang unik ataupun jelaskan tentang keunggulan produk yang ditawarkan. 

4. Perhatikan nama file

Situs laman bisnis biasanya memerlukan aset visual berupa foto ataupun video untuk mempercantik tampilannya. Sebelum mengunggah file, pastikan kita telah mengubah namanya menjadi lebih relevan dengan kata kunci. 

5. Buat blog

Cara lain untuk meningkatkan trafik dan leads dari situs laman bisnis adalah dengan membuat blog bisnis. Menulis blog bisnis sama konsepnya dengan content management yang biasa diterapkan di media sosial, hanya saja dalam format yang lebih mendalam.


×