Kancing-kancing Bitcoin | AP Photo/Frank Jordans

Opini

04 Sep 2021, 03:45 WIB

Lebih Awal ke Pesta Blockchain

Tak ada salahnya, kita mulai melirik teknologi blockchain sebelum adopsi massal benar-benar terjadi.

SETYANAVIDITA LIVIKANCASERA, Wartawan Republika

 

Teknologi selalu menyimpan dinamika menarik. Saat ini, tak banyak yang menyadari, telah hadir teknologi yang siap mendisrupsi berbagai aspek kehidupan. Padahal, teknologi digital dengan kekuatan aplikasi mobile, rasanya belum terlalu lama hadir.

Kini, paralel dengan teknologi digital yang membesar, diam-diam teknologi blockchain mulai membentuk  gelombang-gelombang pengembangan teknologi ke arah lebih advance.

Secara sederhana, blockchain bisa digambarkan sebagai serangkaian catatan data permanen, transparan karena bisa terverifikasi dan terdesentralisasi. Teknologi ini erat kaitannya dengan aset digital, seperti bitcoin dan kawan-kawan.

Di Indonesia, data Kementerian Perdagangan menunjukkan, transaksi aset kripto melonjak luar biasa karena kenaikan jumlah pelanggan dan transaksi yang signifikan.

 

 
Di Indonesia, data Kementerian Perdagangan menunjukkan, transaksi aset kripto melonjak luar biasa karena kenaikan jumlah pelanggan dan transaksi yang signifikan.
 
 

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, per Juli 2021, jumlah pemilik aset kripto mencapai 7,4 juta orang. Padahal, pada 2020, masih berkisar empat juta orang. Nilai transaksinya pun naik signifikan, Rp 478,5 triliun hingga Juli 2021.

 

Pada 2020, jumlah transaksi di ekosistem aset digital masih sekitar Rp 65 triliun. Nilai transaksi harian perdagangan kripto per Juli 2021 mencapai Rp 2,3 triliun, melonjak dari 2020 yang hanya Rp 180 miliar.

Namun, sejatinya blockchain tak semata-mata bicara bitcoin. Blockchain adalah underlying technology yang memungkinkan bitcoin berkembang hingga saat ini.

Blockchain juga menjadi teknologi yang memungkinkan ethereum memperkenalkan konsep smart contract yang mampu merevolusi banyak hal. Pemanfaatan smart contract dapat mendisrupsi berbagai industri yang telah mapan saat ini.

Salah satunya lokapasar. Dengan smart contract, konsep rekening bersama atau escrow dapat tereliminasi. Begitu pula dispute yang mungkin terjadi dalam berbagai bentuk perjanjian.

Smart contract dengan algoritmanya tersendiri, mampu mengeksekusi secara otomatis sebuah perjanjian. Tentunya, setelah berbagai hal yang menyokong perjanjian itu terpenuhi.

 
Salah satunya lokapasar. Dengan smart contract, konsep rekening bersama atau escrow dapat tereliminasi. Begitu pula dispute yang mungkin terjadi dalam berbagai bentuk perjanjian.
 
 

Saat ini, pemanfaatan masif smart contract dapat kita saksikan di geliat pasar non fungible token (NFT). Perkembangan pasar NFT secara global menunjukkan pertumbuhan, sejak makin populer awal tahun ini.

OpenSea, lokapasar NFT terbesar saat ini, telah memproses sekitar 78,8 juta dolar AS dalam volume transaksi hanya pada 8 Agustus 2021. Ini memecahkan rekor yang pernah dicapai beberapa hari sebelumnya, hampir 70,5 juta dolar AS, merujuk Dune Analytics.

Salah satu founder OpenSea, Devin Finzer menyebutkan, pada 2020,  OpenSea hanya memroses 21 juta dolar AS keseluruhan volume transaksi dalam kurun satu tahun.

Pertumbuhan signifikan, terjadi pula di NFT Gaming. Terinspirasi permainan Pokemon, Axie Infinity mencatatkan pencapaian luar biasa tahun ini. Kini, Axie Infinity memiliki lebih dari 300 ribu pengguna harian, naik lebih dari 30 kali lipat sejak awal tahun.

Selain itu, pendapatan Juli 2021 melampaui 23 juta dolar AS. Jumlah ini naik dua kali lipat daripada pendapatan bulan sebelumnya dan berkali lipat dari pendapatan di Januari 2021 yang ‘hanya’ 100 ribu dolar AS.

Berbagai pertumbuhan signifikan itu, sebenarnya masih permulaan dari pemanfaatan blockchain. Teknologi ini masih berpeluang membawa lebih banyak disrupsi dalam satu atau dua tahun ke depan.

Untuk 2022 saja, diperkirakan nilai pasar global untuk teknologi ini, menurut Managing Director Indeed India, Sashi Kumar, mencapai 7,7 miliar dolar AS. Ada pula peluang baru pengembangan talenta digital yang memahami teknologi blockchain.

 
Tentunya, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika datang lebih awal ke sebuah pesta besar. Bukan hanya porsi makanan yang kemungkinan besar masih utuh, tapi juga kita bisa lebih jeli dalam menilai situasi acara.
 
 

Penggagas ethereum, Vitalik Buterin meyakini, dunia akan sangat membutuhkan talenta digital yang memiliki pemahaman terkait blockchain. Mungkin tak ada salahnya, kita mulai melirik teknologi blockchain sebelum adopsi massal benar-benar terjadi.

Tentunya, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan jika datang lebih awal ke sebuah pesta besar. Bukan hanya porsi makanan yang kemungkinan besar masih utuh, tapi juga kita bisa lebih jeli dalam menilai situasi acara.

Mengenali teknologi satu ini, dengan segala potensinya di masa depan termasuk skenario pemanfaatannya, bisa membawa kita selangkah atau bahkan beberapa langkah lebih maju.

Di tingkat personal, mengenali teknologi blockchain bisa mempersiapkan online presence kita lebih mapan di masa depan.

Dari segi organisasi, mengenal blockchain membantu perusahaan menentukan strategi demi kelangsungan bisnis dalam jangka waktu menengah maupun panjang. Sehingga, ketika adopsi massal benar-benar terjadi, kita tak tergopoh-gopoh mengejar ketertinggalan.

Karena, seperti yang sudah-sudah, teknologi tak pernah menanti kita, para penggunanya, untuk terlebih dahulu mengerti.

Teknologi yang benar-benar bermanfaat dan memberi solusi, biasanya hadir dan berkembang sendiri, lalu kita yang harus beradaptasi kemudian belajar memahami cara kerjanya. 


×