Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika
02 Aug 2021, 08:42 WIB

Saatnya Kita Kembali kepada Allah

Saatnya kita semua perbanyak zikir, mintalah ampun kepada Allah, kembalilah kepada-Nya.

 

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Bukankah sudah saatnya orang-orang beriman hatinya khusyuk bersama Allah?” (QS al-Hadid:16).  

Suasana pandemi Covid-19 tidak saja mengubah tatatan kehidupan sosial, politik, budaya, bahkan agama, melainkan juga membangun kesadaran bahwa kita hanyalah makhluk yang tidak punya kekuatan apa-apa. 

Terkait

Bagi Anda yang sedang menderita karena terpapar Covid-19, sabarlah. Jalani proses penyembuhan dengan penuh kepasrahan, keteguhan, dan ketergantunglah kepada Allah SWT.

Bagi Anda yang sudah sembuh dan sehat kembali seperti semula, itu adalah kesempatan kedua untuk hidup. Jangan disia-siakan. Gunakan sisa umur untuk memperbanyak amal saleh. Jauhilah maksiat dan dosa-dosa.

Selebihnya bagi Anda yang masih aman, jangan merasa Anda hebat. Itu hanya masalah nasib. Semua ada bagian dan takdirnya. 

Wabah ini memang selalu ada, sebagai ujian “alladzi  khalqal mauta walhayaata liyabluakum” (Dialah Allah yang telah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian) (QS al-Mulk: 2).

Di antara pesan Nabi Muhammad SAW: “Jika kamu mendengar ada wabah di sebuah tempat janganlah memasukinya. Jika kamu telanjur ada di dalamnya, janganlah keluar darinya.” 

Ini panduan ikhtiar. Sebab pada zaman itu setiap negeri atau kota mempunyai tembok pembatas dan pintu gerbang. Maka, jika terjadi wabah, pintu kota itu langsung ditutup. Itulah yang disebut lockdown.

 
Maka, jika terjadi wabah, pintu kota itu langsung ditutup. Itulah yang disebut lockdown.
 
 

Nabi Muhammad SAW memberikan motivasi dengan balasan besar bagi yang melakukan isolasi di rumah-rumah mereka dengan pahala seperti mati syahid. Umar bin Khatab RA berkata: “Wabah itu seperti api. Bahan bakarnya adalah manusia”. Maka, selama manusianya berkeliaran, akan terus dikejar wabah. 

Rasulullah SAW telah memberikan kaidah “Laa dharara wa laa dhirar” (tidak boleh membahayakan orang lain dan tidak boleh membahayakan diri sendiri). Artinya, ikhtiar menghindari kerumunan dan mengisolasi diri adalah cara yang Nabi ajarkan.

 
Kita menyaksikan banyak tenaga kesehatan yang gugur, setiap jam korban berjatuhan, sebaiknya hindari banyak berdebat dan saling menyalahkan. Ayo semua sadar bahwa kita dalam musibah yang sama.
 
 

Dalam suasana seperti ini di mana kita menyaksikan banyak tenaga kesehatan yang gugur, setiap jam korban berjatuhan, sebaiknya hindari banyak berdebat dan saling menyalahkan. Ayo semua sadar bahwa kita dalam musibah yang sama.

Semua saatnya bersinergi dan bergerak saling menolong. Sebab, hanya ini jalan keluar.

Lebih dari itu, bagi para petugas negara hendaklah fokus menyelamatkan nyawa rakyat. Jangan sibuk dengan hal-hal yang sekunder, seperti pemilu dan sebagainya.

Kini rakyat sangat membutuhkan bantuan, bukan saja peralatan dan fasilitas kesehatan, melainkan juga bantuan kebutuan pokok karena kehilangan pekerjaan.

Saatnya kita semua perbanyak zikir, mintalah ampun kepada Allah, kembalilah kepada-Nya, sebab kita semua milik-Nya. Perbanyaklah doa sebab Allah senang kepada hamba-Nya yang selalu berdoa. 

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ad du’au huwal ibadah” (Doa adalah ibadah).


×