Langkah penting selama Ramadhan adalah menerapkan pola makan sehat karena dapat memengaruhi imunitas. | Freepik.com
11 Apr 2021, 05:38 WIB

Siap Menyambut Ramadhan

Langkah penting selama Ramadhan adalah menerapkan pola makan sehat karena dapat memengaruhi imunitas.

 

OLEH SHELBI ASRIANTI

Tinggal menghitung hari, umat Islam sedunia segera berjumpa dengan Ramadhan 1442 Hijriyah. Bulan puasa menjadi momen yang paling dinanti-nanti, mengingat manfaat dan keberkahan melimpah selama bulan suci.

Pendiri Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi dr Zaenal Abidin MKes mengatakan, puasa atau berpantang makan dan minum terdiri dari berbagai jenis. Dalam dunia medis, ada bermacam-macam puasa dengan masing-masing tujuan dan tata caranya, termasuk puasa Ramadhan dan puasa medis. Menurut dia, keduanya sama-sama menyehatkan dan bermanfaat. 

Terkait

"Orang berpuasa medis biasanya yang sedang sakit untuk pengobatan atau penyembuhan, tapi yang dianjurkan berpuasa syariat justru orang yang sehat," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2012 sampai 2015 itu pada webinar "Tetap Sehat dan Beraktivitas di Bulan Puasa", Jumat (26/3).

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan? Mereka yang akan berpuasa perlu menyiapkan berbagai asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Dokter spesialis gizi Tirta Prawita Sari mengutarakan pentingnya menerapkan pola makan sehat selama berpuasa karena dapat memengaruhi imunitas. Menu makanan saat sahur dan berbuka perlu diperhatikan dengan saksama.

 
Agar energi naik tapi tetap stabil, kelompok makanan terbaik adalah protein, karbohidrat kompleks, plus serat.
 
 

"Agar energi naik tapi tetap stabil, kelompok makanan terbaik adalah protein, karbohidrat kompleks, plus serat. Bisa menambahkan lemak, tapi tidak terlalu banyak karena lama dicerna dan bisa membuat perut begah," ujar Tirta.

Zainal menambahkan, manfaat metabolik saat puasa memengaruhi keseluruhan status kesehatan, termasuk fungsi kekebalan tubuh. Manfaat ini dapat dirusak oleh pola konsumsi yang salah. "Perlu pengendalian dan pengaturan pola makan untuk mendapatkan manfaat yang optimal." 

Tirta memperhatikan soal ada kecenderungan seseorang untuk malas sahur. Menurut dia, makan sahur tetap diusahakan. Dia menekankan, tidak masalah makan sahur dalam jumlah sedikit, asalkan berkualitas, sarat zat gizi, dan memenuhi kebutuhan energi.

 
Tidak masalah makan sahur dalam jumlah sedikit, asalkan berkualitas, sarat zat gizi, dan memenuhi kebutuhan energi.
 
 

Untuk makanan berbuka, dia melanjutkan, opsi terbaik adalah membuatnya di rumah. Namun, jika terpaksa, membeli makanan berbuka dapat dilakukan, asalkan memperhatikan kondisi makanannya.

Pilih makanan yang dibungkus agar tak langsung kena tangan penjualnya. Upayakan membeli makanan yang bisa dipanaskan lagi, apalagi saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Jenis makanannya, kata Tirta, sebaiknya bukanlah gorengan, melainkan pilihlah sumber gula yang baik, seperti kurma dan buah. Suplemen bisa saja ditambahkan dalam asupan sehari-hari saat puasa.

Bagi orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 boleh tetap berpuasa, jika dalam kondisi yang ringan dan pengobatannya bisa disesuaikan saat sahur dan berbuka. Jika pasien kondisi berat, tentu tidak dianjurkan berpuasa.

photo
Kurma menjadi nutrisi yang bagus untuk dikonsumsi saat sahur atau berbuka selama Ramadhan. - (Freepik.com)

Hal penting, dia menambahkan, adalah menyiapkan mental dan niat mengharapkan ridha Allah SWT. "Kalau menyiapkan mental, kita akan memikirkan bagaimana memenuhi hak bagi tubuh, yakni asupan gizi optimal supaya tubuh tetap sehat," ujar dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta itu.

Komisioner Baznas Sulawesi Selatan Khidri Alwy mengulas sisi lain dari persiapan menyambut Bulan Suci. Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Makassar itu menganjurkan mempersiapkan jasmani dan rohani sebagai ajang untuk membersihkan diri saat Ramadhan.

Dia menyebut, makna umum dari berpuasa adalah al imsak atau menahan, sesuai rukun puasa, yaitu niat dan menahan diri. "Menahan hati agar tidak mendekati kehinaan, tidak memikirkan dunia, tidak memikirkan selain Allah SWT," kata Khidri.

Dia menyarankan memperbanyak istighfar, melakoni qiraat Alquran, shalat Tahajud setiap malam, serta berzikir setiap kesempatan selama Ramadhan. Dengan begitu, hati senantiasa bersih dan siap menjalankan puasa dengan optimal.

"Memaknai Ramadhan sebagai bulan penghapus dan pembakar dosa-dosa, sehingga kita bisa menahan semua pancaindra dan menjaga batin dari sifat tercela," ujarnya.


×