Ilustrasi CCTV untuk menjaga keamanan rumah dan smart home | Pixabay
05 Apr 2021, 12:34 WIB

"Mata-mata' Penjaga Keamanan Rumah

Penggunaan kamera pengawas untuk keamanan rumah makin banyak digunakan

Penggunaan kamera pengawas untuk keamanan rumah saat ini semakin banyak digunakan. Popularitas pemanfaatan gawai yang satu ini, tak lepas dari fungsinya yang sangat membantu. 

Mulai dari, memastikan anak aman ketika ditinggal bersama pengasuhnya, atau memastikan tak ada tamu tak diundang yang datang menyantroni. “Penggunaan teknologi IP Cam atau Smart Camera khususnya, untuk pengawasan rumah memang semakin meningkat dewasa ini,” ungkap Ms Siti Li, selaku Regional Head of Imou South Pacific, dalam keterangan pers yang diterima Republika, pekan lalu. 

Menurutnya, hal ini wajar karena memang kita tentu selalu membutuhkan ketenangan terutama saat keluar rumah. “Dengan teknologi IP Cam kita bisa mengendalikan keamanan rumah secara real time dari jarak jauh selama terhubung dengan internet,” katanya Situ melanjutkan. 

Kamera yang terpasang, baik di dalam ruang maupun luar ruang, memungkinkan pemiliki rumah untuk mengecek setiap detail sudut ruangan. Kecanggihan perangkat IP Cam dapat dilihat dari bagaimana perangkat ini, mampu menghasilkan gambar dan suara dengan kualitas terbaik. 

Terkait

photo
Perangkat Smart Cam Imou - (Dok Imou)

Termasuk juga dengan kemampuan penglihatan malam infra merah, sudut pengambilan yang paling optimal, ketahanannya terhadap cuaca, komunikasi dua arah, hingga kemampuan penyimpanan. Saat ini, jenama Imou dari Dahua yang melayani pengguna IoT global, telah banyak dipilih untuk menjaga keamanan rumahnya. 

Hal ini tercermin dari penerimaan pasar terhadap produk-produk, seperti Imou Ranger 2, Imou Ranger 2S, Bullet PoE, dan Imou Cue 2. Imou Cue 2 merupakan perangkat IP Cam untuk di dalam ruang, yang memiliki keunggulan, seperti resolusi 1080P dan kemampuan zoom hingga 16 kali. Perangkat yang ditawarkan seharga Rp 359 ribu ini, juga memiliki fitur deteksi manusia, dan night vision sampai dengan 10 meter. 

Sementara itu, salah satu perangkat kamera pengawas untuk luar ruang, Bullet PoE merupakan kamera outdoor yang memerlukan perlindungan 24/7. Perangkat yang ditawarkan seharga Rp 399 ribu ini, memiliki pilihan lensa 2.8, 3.6, atau 6 mili meter dan mendukung video kompresi untuk menghemat hingga 50 persen bandwidth dan penyimpanan. 

Fitur Deteksi Manusia dalam prangkat ini, memungkinkan pengguna memantau apa yang penting tanpa menerima peringatan palsu yang mengganggu. Dengan sertifikasi IP67, kamera dapat digunakan di luar ruangan dalam kondisi cuaca yang berbeda. 

Keamanan Menjadi Tren 

photo
Ilustrasi bekerja di masa pandemi - (Pixabay/Hatice Erol)

Menjaga keamanan rumah dengan berbagai perangkat teknologi, kini sudah menjadi kebutuhan. Hal ini tak lepas dari kondisi pandemi yang membuat rumah menjadi tempat sentral berbagai aktivitas kehidupan. 

Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky Chris Connell menjelaskan, saat ini lingkungan hidup kita telah diatur untuk menghadapi perubahan. Termasuk mengikuti pengaruh teleworking dan membiasakan diri berinteraksi dengan virtual. 

Menurut Connel, tren ini belum pernah terjadi sebelumnya, dimana hampir semua orang berada dalam kondisi yang sama. Sehingga menjadikan pengalaman pandemi ini benar-benar mendunia. “Dengan sebagian besar dari kita tinggal dan bekerja di rumah, Covid-19 telah menjadi katalisator untuk percepatan bangunan cerdas dan teknologi rumah pintar yang sudah diterapkan ke dalam industri real estat,” ujarnya. 

Saat ini, hal-hal seperti entri tanpa kunci, elevator yang diaktifkan dengan suara, layanan kamar digital, notaris jarak jauh, dan parkir valet menjadi semakin berharga. Karena konsumen merangkul tren teknologi hands-off yang akan dibawa ke setiap rumah. 

Tren ini pun, Connel melanjutkan, menjadi perpaduan sempurna antara dunia digital dan fisik yang dapat diamankan melalui teknologi. Dalam hal keamanan pribadi rumah pintar, elemen keamanan tertentu menjadi angat penting. 

Salah satunya, mengonfigurasi jaringan Wi-Fi rumah dengan benar atau melindungi perangkat dan panel kontrol dengan kata sandi unik yang kuat. Dengan begitu, para pelaku kejahatan siber tidak akan dapat dengan mudah memaksakan 'kunci' ke rumah pengguna. 

Menurut penelitian Kaspersky baru-baru ini, sekitar 48 persen pengguna daring kini melindungi jaringan Wi-Fi dengan kata sandi, 58 persen menggunakan perangkat lunak keamanan internet, dan mayoritas pengguna perangkat teknologi setuju bahwa perangkat lunak antivirus diperlukan untuk 'kebersihan digital' yang baik, seperti halnya mencuci tangan sebelum makan.

 

 

Dengan sebagian besar dari kita tinggal dan bekerja di rumah, Covid-19 telah menjadi katalisator untuk percepatan bangunan cerdas dan teknologi rumah pintar.

Chris Connell, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky

 

 

 


×