Pengunjung mengamati kendaraan mobil yang dipajang di Bursa mobil bekas Blok M, Jakarta, beberapa waktu lalu. Mobil seken dapat menawarkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau. | Republika/Thoudy Badai
21 Jan 2021, 17:06 WIB

Bisnis Mobil Seken pada 2021 Bakal Booming

Mobil seken dapat menawarkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau.

OLEH KHOIRUL AZWAR 

Pasar mobil bekas (mobkas) bakal menggeliat kembali. Keyakinan itu tidak lepas dari indikator membaiknya ekonomi, berjalannya program vaksinasi Covid-19, serta tingginya animo masyarakat untuk mengganti mobil karena selama tahun lalu mereka cenderung menahan diri untuk berbelanja.

Prediksi bangkitnya bisnis mobil seken itu akan mulai pada kuartal kedua 2021. Hal ini terungkap dari survei yang dilakukan oleh Carsome terhadap 1.000 lebih consumer di Indonesia. Dalam survei tersebut diperoleh hasil bahwa sebanyak 64 persen responden mengungkapkan minat untuk membeli mobil bekas mulai April 2021.

Periode ini banyak dipilih dengan alasan responden lebih optimistis memiliki pendapatan yang lebih stabil dan anggaran yang cukup, sehingga daya beli mereka akan menguat.

Terkait

Di sisi lain, kata General Manager Carsome, Delly Nugraha, keinginan responden untuk menjual mobil yang telah dimiliki juga melonjak. Carsome mencatat minat masyarakat untuk menjual mobil meningkat 52 persen jika dibandingkan dengan periode sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Mayoritas responden (29 persen) merasa mulai rentang April-September 2021 adalah momentum yang tepat untuk menjual mobil. Dengan demikian, kuartal kedua 2021 menjadi saat yang paling dinanti, baik untuk membeli maupun menjual mobil.

"Jadi, 2021 akan membawa optimisme bagi para pelaku industri mobil bekas sesudah dilanda pandemi Covid-19 sepanjang 2020," ujar Delly pada acara webinar Press Briefing Carsome Consumers Survey: Proyeksi Pasar Mobil Bekas 2021, Selasa (19/1).

 
Tahun 2021 akan membawa optimisme bagi para pelaku industri mobil bekas sesudah dilanda pandemi Covid-19 sepanjang 2020
DELLY NUGRAHA, General Manager Carsome
 

 

Disebutkan, pertimbangan kesehatan dan keamanan mendorong masyarakat mengubah pola perilaku, yaitu dari menggunakan transportasi umum beralih ke kendaraan pribadi. "Nah, mobil bekas dapat menawarkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau. Ini dapat menjadi momentum yang baik bagi industri mobil bekas," ujarnya lagi.

photo
Tren minat membeli mobil bekas pada 2021 menurut survei Carsome Indonesia - (Carsome)

Dari hasil survei itu, kata Delly, jumlah responden yang menyatakan tidak pernah menggunakan transportasi umum dan layanan ride hailing meningkat dari 27 persen menjadi 60 persen selama PSBB. Frekuensi penggunaan transportasi umum yang menurun signifikan ini, salah satunya disebabkan karena rasa tidak nyaman dan khawatir tertular virus Covid-19.

photo
Waktu konsumen berencana menjual mobil pada 2021 menurut survei Carsome. - (Carsome)

Jumlah responden yang mengaku merasa tidak nyaman menggunakan transportasi umum dan layanan ride hailing meningkat dari 33 persen sebelum PSBB menjadi 74 persen selama PSBB.

photo
Pekerja beraktivitas di bursa mobil bekas Blok M, Jakarta, beberapa waktu lalu. Mobil bekas dapat menawarkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau - (Republika/Thoudy Badai)

Berdasarkan hasil survei itu pula dan keyakinan membaiknya pasar, maka Carsome, platform e-commerce mobil terintegrasi di Asia Tenggara ini pun berani menaikkan target penjulan mobil seken di 2021 sebesar 300 persen.

Lonjakan target penjulan itu, kata Delly, bukan tanpa dasar. Sebab mulai tahun ini mereka akan memaksimalkan penetrasi pasar mobil bekas di Tanah Air dengan meluncurkan model bisnis business-to-customer (B2C). Model ini memungkinkan Carsome un tuk menawarkan mobil secara langsung kepada konsumen, tentunya dengan nilai jual terbaik dan kualitas yang terjamin.

photo
Infografis Carsome Consumer Survey tentang pasar mobil bekas 2021. - (Carsome)

Pada 2020, menurut Delly, produk-produk Jepang masih mendominasi penjualan mobil bekas di Carsome, dengan tipe MPV dan SUV. Toyota dengan produknya Avanza dan Innova masih menjadi mobil seken terlaris sepanjang tahun lalu. Kemudian disusul produk Honda dan Daihatsu. "Untuk 2021, kami prediksi, brand dan jenis-jenis tersebut masih tetap akan mendominasi penjualan," katanya.

Mengenai jenis sedan, Delly, mengatakan, pasarnya memang sempit karena itu tidak banyak mobil bekas yang diperjualbelikan oleh Carsome. "Peminat tetap ada, tapi, ya, tidak banyak," katanya.

photo
Pengunjung mengamati kendaraan mobil yang dipajang di Bursa mobil bekas Blok M, Jakarta, Senin (24/6). Mobil bekas dapat menawarkan solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau - (Republika/Thoudy Badai)

Tren jangka panjang

Platfom e-commerce jual bell mobil seken lainnya, OLX Autos Indonesia juga mengakui bahwa brand mobil asal Jepang masih merajai penjualan mobkas tahun lalu. Urutan mobil favorit pengguna di tahun 2020 adalah Toyota Innova, Avanza, Honda Jazz, Daihatsu Xenia, dan Honda Brio.

"Mobil MPV masih menjadi andalan pelanggan untuk mendukung kegiatan sehari-hari mereka," kata CEO OLX Autos Indonesia, Johnny Widodo, belum lama ini.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah gaya hidup masyarakat yang lebih memprioritaskan keamanan. Atas dasar itu, ia yakin bahwa pasar mobkas akan semakin berkembang.

Menurut data OLX Autos, kata Johnny, terdapat lima hal yang akan menjadi tren dalam waktu jangka panjang di pasar mobil seken. Di antaranya pengguna akan cenderung memilih mobil pribadi sebagai pendukung aktivitas; transaksi jual beli mobil bekas akan semakin bergeser pada bentuk digital yang merupakan dampak dari pandemi, dan para pelanggan cenderung akan mencari transaksi lebih aman dengan one-stop shop end- to-end services.

Lainnya adalah pasar akan terus berkembang dan menciptakan tren bentuk bisnis baru, seperti car subscription serta mobil hybrid/listrik akan dilirik publik.


×