Personel grup musik Noah. | Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
14 Jan 2021, 10:05 WIB

Kerennya Visualisasi Konser Noah

Pertunjukan Noah merupakan yang pertama di Indonesia dengan menggunakan teknologi unreal engine.

Kesan canggih dari teknologi unreal engine terasa dalam pertunjukan musik virtual Noah. Dalam aksi bertajuk "Noah Beyondmo 2021" ini, grup musik beranggotakan Ariel, David, dan Lukman ini menghadirkan konsep pertunjukan dengan efek visual baru.

"Kali ini kami mau mencoba terobosan baru dari show kami sebelumnya, terutama pada era konser virtual," kata Ariel saat konser yang ditayangkan di Vidio.com, Sabtu (9/1).

Menurut Ariel, konser kali ini menjadi bagian sejarah perjalanan karier Noah. Apalagi, konser musik dengan teknologi unreal engine belum pernah dilakukan oleh musisi lainnya di Indonesia. 

"Bisa dibilang ini menjadi konser musik virtual pertama yang pakai konsep teknologi unreal engine. Makanya memang persiapannya butuh effort lebih,” kata Ariel.

Terkait

Ariel dkk sempat kelimpungan memilih lagu-lagu apa yang akan ditampilkan dalam konser tersebut. Hal itu tak lepas dari teknologi baru yang mereka gunakan. "Bagaimana lagu yang dinyanyikan pas konser nanti bisa memaksimalkan set dari teknologinya sendiri, karena canggih banget sih ini," kata Ariel.

Dia berharap konser "Noah Beyondmo 2021" bisa menularkan energi positif kepada semua penonton. Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal. Namun, Ariel berharap semua orang bisa terus berusaha bangkit dan mencari solusi.

Latar belakang pertunjukan berupa pemandangan alam gurun pasir dengan langit biru cerah dibuat dengan efek bergerak. Latar panggung dari rekayasa teknologi itu senada dengan lagu pembuka "Langit Tak Mendengar" yang dirilis pada 2005.

Bagi Lukman, tujuan pertunjukan juga untuk memuaskan penggemar sekaligus mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang belakangan ini. Noah ingin menghadirkan pengalaman visual yang berbeda melalui extended reality, sebuah teknologi perfilman yang digabungkan ke dalam konser musik.

Dari hamparan gurun pasir, pertunjukan beralih dengan transisi yang mulus untuk memperlihatkan efek hujan salju di perbukitan es. Performa Noah membawakan lagu kedua berjudul "Menemaniku" selaras dengan tampilan layar yang menggambarkan kebekuan seakan membutuhkan kehangatan. Nuansa ditampilkan sedikit gelap. 

Tembang selanjutnya "Mendekati Lugu" ditampilkan dengan layar cerah seolah mengajak penonton kembali ceria. Masih identik dengan warna biru, lagu menjadi pengantar ke penampilan pamungkas band yang telah berkiprah 20 tahun di dunia musik Tanah Air. 

Kedua lagu tersebut berasal dari album terbaru, yaitu Keterkaitan Keterikatan. Gebrakan terakhir disajikan dengan tampilan yang menunjukkan band seakan tengah berada dalam ruangan minimalis yang khas akan kecanggihan. Produksi virtualnya mencerminkan kemegahan teknologi.

Ini merupakan konser pertama di Indonesia persembahan dari BRImo dan Musica Studios dengan teknologi baru.  Teknologi unreal engine biasa digunakan dalam industri aplikasi pengembangan gim daring.

Fungsinya untuk meningkatkan pengalaman interaksi secara virtual dalam berbagai efek visual layaknya menonton konser secara langsung. Penonton dapat menyaksikan konser dari berbagai sudut seolah-olah sedang nonton konser fisik. Jadi, seolah memperdekat jarak.

Bagi Noah, sarana ini memudahkan Noah menjangkau para penggemar di seluruh nusantara. Sangat penting untuk tetap dekat dengan cara yang lebih kreatif. "Kalau dengan konser aja kan enggak mungkin menjangkau semuanya dan kerja sama ini bisa bikin berhubungan dengan mereka lebih banyak lagi," kata Ariel.

Menurut Direktur Konsumer BRI Handayani, yang sebagian besar nasabah BRI masuk kategori "miwon" alias milenial dan women merupakan penggemar Noah. Untuk itu, BRI mantap menggandeng Noah sebagai ambassador dan bintang dalam peluncuran BRImo New Look bertajuk "Temukan #BEYONDmu".

"Kami yakin kolaborasi ini merupakan langkah tepat," ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh NOAH (noah_site)


×